“Upaya revitalisasi di bidang pelayanan sosial HKBP,” kata Kepala Departemen Diakonia Pdt Debora Purada Sinaga MTh yang sekaligus menjadi Ketua Umum Konsultasi Nasional Diakonia HKBP 2019 saat diwawancara langsung oleh wartawan pada Selasa (12/2/2019) di Ruangan Biro Informasi Kantor Pusat HKBP, Pearaja, Tarutung. Kegiatan ini diselenggarakan mulai 13 – 15 Februari 2019 di Gedung Raja Pontas Lumbantobing, Kompleks Kantor Pusat HKBP.

Kadep Diakonia lebih lanjut menerangkan tujuan dari konas ini. “Selama ini kita melakukan diakonia masih bersifat karikatif, dengan memberikan bantuan dana. Namun, kita terus mengupayakan diakonia yang reformatif dan transformatif,” ujarnya. Pelayanan ditujukan bagi warga dan pelayan jemaat HKBP, khususnya bagi warga jemaat HKBP yang siap diberdayakan, yaitu jemaat yang terpinggirkan atau yang miskin dengan penghasilan di bawah rata-rata.

Kita seharusnya memahami potensi jemaat supaya permberdayaannya tepat guna dan dapat bersama-sama melayani di gereja, tuturnya.

Ada juga direncanakan di hari kedua, yaitu penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara HKBP dengan Rumah Sakit Murni Teguh, Medan. HKBP terus mengupayakan layanan kesehatan bagi warga jemaat terhadap rumah sakit-rumah sakit yang ada. Saat ini diupayakan jalinan kerja sama itu dengan RS Murni Teguh Medan.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait tujuan kerja sama itu, Kadep Diakonia mengatakan, hal ini penting bagi warga dan pelayan jemaat yang belum memiliki BPJS atau jaminan kesehatan lainnya. Warga dan pelayan jemaat nantinya mendapatkan fasilitas tempat untuk berobat di rumah sakit tersebut. Selain itu, HKBP telah bekerja sama dengan beberapa rumah sakit di Penang, Malaysia. Pdt Debora Sinaga menjelaskan singkat mekanisme berjalannya konas ini. Konsultasi berjalan dalam bentuk panel diskusi. Ada keynote speaker dari Ephorus HKBP, sajian materi dari Sekretaris Jenderal HKBP dan narasumber lainnya, seperti Pdt Josepf P Widyatmadja penulis buku Yesus dan Wong Cilik, yang sudah banyak berkecimpung di dunia pelayanan diakonia sosial; juga Ika Simarmata, seorang psikolog dan dosen. Biro Informasi – DM