PANGURURAN, SAMOSIR, www.hkbp.or.id – Samosir diharapkan bisa menjadi model, tiruan di pertanian sehubungan dengan terbentuknya Badan Otorita Danau Toba, ujar Kepala Departemen Diakonia Pendeta Debora Sinaga MTh kepada seluruh peserta kegiatan Pelatihan dan Pembentukan Komunitas Petani HKBP Distrik VII Samosir yang diadakan di Gedung Serbaguna Distrik di Pangururan pada Senin (20/2), usai membuka resmi kegiatan itu.

Ia memperdalam kembali pergumulan bersama jemaat dan masyarakat secara umum di Samosir, yang menjadi kebutuhan bersama. Sontak peserta menjawabnya dengan menjelaskan singkat perlunya meningkatkan kualitas produksi pertanian.

Mata pencaharian warga jemaat sebagian besar bertani dan beternak. Praeses HKBP Distrik VII Samosir Pendeta Mangido Tua Pandiangan STh MM menajamkan beberapa sasaran dan tujuan yang akan dicapai oleh peserta demi mengembangkan perekonomian jemaat.

Jelas pengembangan pertama pada kesadaran dan spiritualitas petani dengan memaknai kehadirannya sebagai pembawa damai. Peserta juga diajak untuk menggali nilai-nilai budaya lokal, dan memahami tantangan peluang serta memanfaatkan peluang BODT yang bergerak dalam pengembangan ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh 71 orang, 46 petani se distrik yang telah diseleksi dengan komitmen yang begitu baik untuk mengembangkan dan turut menjadi subyek atas program ini, 23 pendeta ressort dan 2 pekerja distrik.

Pendeta Samuel Sihombing dijadwalkan memberikan sesi Peluang Potensi dalam Peningkatan Kesejahteraan di tengah Kehadiran BODT, Reinjustin Gultom STh MA memberikan sesi Pentingnya Pengorganisasian dan Membangun Komunitas Petani, Pertanian Organik, Sustainable Agriculture dan Dampak GMO, Panel diskusi oleh Saurlin, Mangaliat Simarmata dan Pendeta Darwin Sihombing memberikan sesi Implementasi Iman Pelayan di tengah BODT. dm / biro informasi