Minggu (17/3), Kepala Departemen Marturia HKBP mengunjungi HKBP Sitamiang Ressort Onanrunggu Distrik VII Samosir. HKBP Sitamiang ini dilayani oleh Bvr. Romauli Sitorus dan 4 orang parhalado dengan jumlah jemaat 64 kepala keluarga. HKBP Sitamiang tertelak di pinggir danau toba, jika ditempuh dari Pangururan kurang lebih akan menggunakan waktu 60-70 menit menggunakan mobil, kondisi jalan sudah baik dan dapat dilalui oleh mobil. Beberapa minggu yang lalu, HKBP Sitamiang berduka, sebab rumah dinas pelayan penuh waktu lenyap diserang oleh sijago merah. Akibat dari kebakaran itu tidak ada barang-barang yang ditinggalkan selain dari debu saja, puji Tuhan korban jiwa tidak ada pada peristiwa itu. Saat ini Bvr. Romauli dan keluarga tinggal di gedung perpusatakaan SD yang ada disamping gereja yang kondisinya saat ini tidak dipakai lagi. Dalam kunjungan kali ini, ibu kadep tidak hanya memberikan penguatan dan penghiburan kepada jemaat dan secara khusus penguatan kepada Bvr. Romauli Sitorus, tetapi juga memberikan sumbangan alat music (keyboard) satu unit ke HKBP Sitamiang ini sebagai jalan untuk menuntun jemaat agar lebih rajin lagi dan fokus pada ibadah minggu dalam hal bernyanyi.

Ada beberapa gereja yang menerima keyboard ini secara hari dan tempat yang bersamaan di HKBP  Sitamiang, yaitu: HKBP Sitamiang Ressort Onanrunggu, HKBP Limbong Sagala Ressort Limbong, HKBP Janji Marrapot Ressort Nainggolan, HKBP Huta Ginjang Ressort Simbolon. Pada minggu ini, beberapa pendeta dan parhalado sebagai utusan yang menerima keyboard ikut ambil bagian dalam ibadah minggu ini sekaligus yang langsung menerima keyboard tersebut. Di dalam ibadah minggu jemaat HKBP Sitamiang juga menyampaiakan persembahan lagu pujian kepada Tuhan dari persekutuan remaja naposo, persekutan kaum ibu kamis dan ibu rabu. Semua lagu yang dipersembahkan menunjukkan bahwa hanya Tuhanlah sumber kekuatan di dalam hidup kita orang percaya. Ibadah minggu di HKBP Sitamiang juga masih dipandu oleh songleader sebab belum ada keyboard yang dapat dipakai, meskipun Depatemen Marturia membanwa keyboard tetapi masih belum bisa dipakai karena pada waktu kebakaran itu terjalin koneksi listrik dari rumah ke gereja yang mengakibatkan putus total. Sehingga sampai hari ini, gereja tidak mempunyai aliran listrik yang dapat digunakan untuk kelangsungan ibadah. Maka saat ibadah berlangsung, semua lagu dipimpin oleh song leader secara khusus pada saat pengumpulan ibadah disini tidak ada hanya music atau berhenti setelah menyanyikan dua ayat dari lagu buku ende HKBP, tetapi lagu tetap dinyanyikan sampai persembahan terkumpul kedepan dengan kondisi hanya ada satu parhalado yang melayani persembahan untuk 86 jemaat yang mengikuti ibadah pada minggu ini.

Dalam khotbah ibu kadep seperti biasa sebelum masuk pada penjelasan khotbah menjelesakan sedikit mengenai apa itu pelayanan Marturia HKBP? Secara singkat ibu kadep menjelaskan bahwa ibadah di gereja ada pelayanan Marturia yang dilihat dari sudut music, song leader, lagu persembahan dari setiap persekutuan yang ada di gereja ini, dan yang terakhir adalah khotbah. Puji Tuhan, meskipun dengan keadaan tidak diiringi oleh music masih ada song leader kita yang boleh menuntun kita bernyanyi di ibadah minggu ini. Mengenai pelayanan zending ditingkat jemaat adalah penginjilan ke dalam dan keluar. Penginjilan ke dalam ini tentu sudah berlangsung di dalam gereja ini, tetapi kita harus benar-benar paham bahwa penginjilan ke dalam harus dilakukan terus menerus agar yang masih belum beibadah sampai saat ini kembali beribadah lagi, yang malas beribadah pada hari ini kembali rajin beribadah dihari berikutnya. Penginjilan keluar bagaimana kita menyaksikan kasih Kristus kepada lingkungan kita sekitar, baik kepada umat lain maupun kepada seluruh ciptaan Tuhan sebab itulah penginjilan keluar dimana mereka boleh merasakan kasih Kristus melalui perkataan dan perbuatan kita.

Setelah penjelasan pelayanan Marturia, dalam khotbah ibu kadep menjelaskan Ibrani 4:14-16, teks ini mengajak kita untuk menyaksikan Yesus Kristus meskipun kita mengalami kesusahan, saat ini, mengapa? Pertama, Yesus Kristus adalah Tuhan yang berkuasa disetiap tempat (omni present), Dialah yang memberikan kehidupan dan keselamatan kepada orang percaya. Oleh karena itu, kita harus teguh dan semakin tangguh akan apa yang kita yakini akan Yesus Kristus di dalam hidup kita, bukan materi, kemajuan jaman, bahkan kemajuan teknologi saat ini.

Kedua, Yesus Kristus ialah gembala yang mengetahui kelemahan kita sebagai umatNya, kita telah tahu bahwa Yesus disalibkan hanya untuk menebus dosa kita untuk memperoleh keselamatan. Hal ini juga perlu diberitakan atau disaksikan di dalam hidup kita.

Ketiga, orang yang percaya kepada Yesus adalah orang yang berani untuk meminta kekuatan kepada Tuhan Yesus agar dimampukan untuk melakukan perkejaannya setiap hari ini.

Oleh karena itu, apakah yang boleh kita renungkan dari peristiwa bencana, kesusahan, penderitaan secara khusus yang baru saja terjadi di gereja kita ini (kebakaran rumah dinas bibelvrouw)? Di minggu Reminiscere ini kita diingatkan kembali bahwa “Sai ingot ma angka denggan ni basam”, komitmen ini mengajak kita untuk selalu bersekutu dengan Tuhan dan meminta hanya kepada Tuhan di dalam kondisi dan situasi kita saat ini. Hidup dalam persekutuan bersama Tuhan saja sebagai bukti bahwa kita hidup dalam terang TUHAN. Bagaimana caranya? Pertama, menyakini akan berkat Tuhan setiap hari di dalam hidup kita melalui keluarga dan perkerjaan kita saat ini. Kedua, melalui peristiwa yang terjadi saat ini kita yakini bahwa itu semua dalam kerangka meneguhkan iman kita kepada Tuhan Yesus.

Setelah pulang gereja, rombongan ibu kadep dan beberapa pendeta yang hadir ada minggu ini dijamu makan bersama oleh jemaat Sitamiang di rumah dinas biblevoruw sementara. Di dalam jamuan makan tersebut, ibu kadep dan beberapa pendeta juga memberikan semangat dan peneguhan kepada jemaat HKBP Sitamiang agar bersatu menghadapi yang terjadi ini, begitu juga kepada Bibelvrouw yang melayani di gereja ini untuk tetap semangat dan kuat pasca kebakaran  ini. Acara ini ditutup dengan doa yang dibawakan oleh Pdt. John Wesly Siregar.

Perjalanan rombongan ibu kadep masih berlanjut menuju gereja HKBP Sihusapi Ressort Simarmata, dimana gereja ini adalah gereja yang sudah cukup tua, tetapi pada hari ini setelah dua jam perjalanan dari Sitamiang menuju Sihusapi dengan kondisi jalan setelah jalan lingkar danau toba masih cukup parah sampai ke HKBP Sihusapi. HKBP Sihusapi ini baru saja dibangun kembali oleh swadaya jemaat dan dukungan dari para donatur. Pada minggu ini, dilaksanakan ibadah bersama para donatur yang datang dari Jakarta dan juga dari Sopo Toba. Secara tolong menolong, bangunan fisik, kursi, lonceng dan ditambah keyboard dari Departemen Marturia yang langsung disampaikan Ibu Kadep, memberikan sukacita kepada jemaat Sihusapi. Menurut informsinya, ompung I.L. Nommensen dulu pernah melayani di Sihusapi ini, tetapi tidak dibangunan yang baru ini, tetapi dari bangunan baru ini masih naik lagi ke bukit yang berada di depan gereja ini, tetapi pada tahun 1978 gedung gereja yang pernah dilayani Ompung Nommnesen tersebut terbakar, dan kemudian diperbaiki. Bangunan tersebut saat ini dihuni oleh alah seorang parhalado untuk menjaga tanah tersebut. Pada kesempata ini juga, beberap donatur diulosi oleh bapak praeses sebagai tanda terima kasih jemaat Sihusapi atas bantuan dan dukungan yang diberikan. Begitu juga ibu kadep dan bapak diulosi oleh jemaat, sebagai tanda ungkapan terima kasih atas kunjungan dan sumbangan yang diberikan saat ini. Semua jemaat bersukacita diminggu ini atas kunjungan dari pelayan, donatur dan sumbangan yang diberikan untuk kelengkapan peribadahan di gereja HKBP Sihusapi ini. Kiranya ibadah yang dilakukan di HKBP Sitamiang, Sihusapi, Huta Ginjang, Janji Marrapot, dan Limbong Sagala di HKBP Distrik VII Samosir ini semakin hikmat dan memberikat semangat baru untuk mengikuti ibadah setiap minggunya. //JLS