Sekretaris Jenderal dalam sessinya memaparkan bahwa HKBP berusaha Meningkatkan Mutu segenap warga masyarakat, terutama warga HKBP, melalui pelayanan-pelayanan gereja yang bermutu agar mampu malaksanakan amanat Tuhan Yesus, (Pendidikan dan Pemberdayaan). Misi itu harus nyata dalam segenap perilaku  kehidupan pribadi, kehidupan keluarga, maupun kehidupan bersama segenap masyarakat manusia di tingkat lokal dan nasional, di tingkat regional dan global dalam menghadapi Ancaman Tantangan Masalah Masa kini.

Misi Pekabaran Injil itu dapat berlangsung melalui perilaku setiap Pribadi, Keluarga, Kehidupan Bersama/Gereja, Masyarakat dalam tingkat Lokal (Gereja Lokal/Setempat), Nasional; Lembaga lain, Regional/Wilayah, Global/Dunia.Untuk melaksanakan Misi menuju visi dan Misi tersebut di atas, HKBP berpegang teguh Pada Bagaimana Gereja: Melayani Bukan dilayani (Mrk.10: 45), Menjadi Garam dan Terang (Mat. 5: 13-14), Menegakkan Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan ciptaan (Mrk. 16: 15; Luk. 4: 18-19). Alkitab mengatakan bahwa Gereja diutus (Marturia) “Sama seperti Engkau telah mengutus Aku kedalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia.” (Yoh 17:18). Tugas dan kewajiban kita  sebagai orang Percaya (Kristen): Misi Gereja (orang percaya):‘Kegiatan menyebarkan Kabar Baik (Injil) dan mendirikan jemaat-jemaat setempat,  yang dilakukan atas dasar pengutusan sebagai kelanjutan Misi Kristus’. Dasar Alkitab tentang MISI yaitu ‘Amanat Agung’ (The Great Commision) Mat. 28:19-20: “Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Pelayanan Marturia kita tidak dapat terlepas dari Hukum Agung’ (The Great Commandment) dari Mat.22: 37-39: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Dunia ini harus merupakan keprihatinan orang Kristen bukan saja karena ia hidup di dalamnya, melainkan juga karena orang Kristen adalah mitra kerja Allah dalam memulihkan dan memperbaharui dunia ini. Orang Kristen mempunyai MISI di dalam dunia ini.

Pekabarn Injil juga berhubungan dengan Tugas Pastoral. Tugas Pastoral (penggembalaan) jemaat secara tradisional mencakup lima fungsi yaitu: 1. Membimbing/memimpin (guiding). 2. Memelihara/Mengasah, memberi makan (nurturing), 3. Menyembuhkan (healing), 4. Mendamaikan/Memulihkan (reconciling). 5. Menopang, Menguatkan (sustaining). Praktek penggembalaan lebih ditujukan supaya yang digembalakan memahami imannya, tanggung jawabnya sebagai anggota gereja, supaya tidak melanggar hukum-hukum Allah, dalam segala  bidang kehidupan; tentang masalah-masalah pribadi, keluarga, kelompok, yaitu; pergumulan, penghiburan dalam suka dan duka.

Apa Peranan Gereja HKBP dalam Pergumulan Jemaatnya, Masyarakat, Sekitar Lingkungan kita dan dunia di mana kita berada saat ini. Dimulai dari Sekolah Minggu, Remaja dan Pemuda adalah Harapan Gereja di Masa Kini dan Masa Depan.

John Stott mengatakan:If we truly love our neighbor we shall not stop with evangelism. Our neighbor is neither a bodiless soul that we should love only his soul, nor a soulless body that we should care for it’s welfare alone”. (Jikalau kita sungguh-sungguh mengasihi sesama kita, kita tidak akan menginjili mereka saja. ‘Sesama kita’ bukan roh tanpa tubuh, sehingga kita hanya mengasihi rohnya, atau tubuh tanpa roh, sehingga kita hanya memelihara tubuhnya). //Arth/Biro Informasi.