Pemilihan umum 17 April 2019 merupakan pesta Demokrasi masyarakat untuk menentukan aras dan langkah perjalanan Pemerintahan Indonesia kedepannya. Semua kalangan masyarakat harus turut andil dalam pesta demokrasi ini.

Mengingat hal itu, HKBP melalui Departemen Koinonia HKBP memfasilitasi kaum muda Kristen untuk berdiskusi dalam seminar  Pemuda Gereja “Pemilu Damai 2019 dan Demokrasi Bermartabat” yang bertempat di Asrama Putri HKBP-Medan (30/3/2019).

Sebanyak 92 orang pemuda hadir untuk mengikuti kegiatan ini. Pemuda yang hadir adalah dari denominasi Gereja, antara lain Pemuda dari Gereja BNKP, GKPI, HKI, GPKB, dan HKBP, juga hadir Pemuda dari GMKI dan KN-LWF, serta HKBP juga mengirim Calon Pelayan HKBP dan ketua Konfrensi Pemuda HKBP.

Demi menyukseskan Pemilu Damai 2019 dan Diskusi ini, Biro Oikumene yang merupakan pelaksana kegiatan ini mengundang narasumber yang berhubungan langsung dengan Pemilu. Narasumber kegiatan di antaranya: Kadep Koinonia HKBP Pdt. Dr. Martongo Sitinjak, Kapolda Sumut yang diwakilkan oleh Kapoltabes Medan Kombes Pol. Dr. Dadang Hadrianto, SH SIK MSi, Mewakili KPUD- Sumut Benget Silitonga.

Acara ini di awali dengan ibadah pembukaan oleh Pdt. Luspida Simanjuntak sebagai liturgis, CPdt. Chintya Situmeang sebagai pendoa syafaat dan Bapak Pdt. Sunggul Sirait, M.Th (Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh) sebagai pengkhotbah.

Dalam Khotbahnya, Pdt. Sunggul menyuarakan Firman Tuhan dari Yeremia 29:7. Ia menyampaikan bahwasanya Pemuda harus mau mendoakan dan hadir ke TPS dan mengajak sanak saudara untuk memilih sesuai dengan hati nuraninya di TPS, sebab Yeremia juga berdoa untuk kesejahteraan bangsanya, ucap pengkhotbah.

Atas nama Ompui Ephorus HKBP, Bapak Kadep Koinonia membuka Seminar & Diskusi ini di dalam Nama Allah Bapa, AnakNya Yesus Kristus dan Roh Kudus. Dalam pembukaan juga dikumandangkan lagu “Indonesia Raya” dan semua mengheningkan cipta.

Kadep Koinonia menyampaikan terimakasih atas partisipasi pemuda yang aktif dalam menciptakan Pemilu damai di hari yang akan datang dengan kehadiran para kaula muda di kegiatan ini dari segala penjuru daerah yang ada di Sumatera Utara ini, terangnya dalam kata sambutan.

Mari kita doakan pemerintahan agar membangun kebaikan dalam pemerintahannya dan mampu melawan kejahatannya, serta mendukung pesta demokrasi dengan hadir dan menggunakan hak pilih di TPS. Ingat : jangan memilih siapapun hanya karena uang, karena kita harus memberantas korupsi dan money politik, lugas Pdt. Dr. Martongo Sitinjak.

KUPD-Sumut memaparkan langkah-langkah yang harus di perhatikan dalam pemilihan, antara lain cara membuka lipatan kertas suara agar tidak sobek, mencoblos kertas suara, hingga memasukkan kertas suara sesuai dengan kotak masing-masing suara. Bapak Benget Silitonga juga menerangkan tentang lima suara yang harus dipilih dan hak suara yang diterima jika pemilih pindah wilayah /tidak sesuai dengan asal domisilinya.

Sedangkan dari Kapolda Sumut yang diwakilkan oleh bapak Kombes Pol Dadang Hartanto (kapoltabes Medan) menghimbau agar kita sama-sama mengantisipasi berita hoax, Ujaran kebencian dan isu sara agar tercipta pemilu damai dan kedamaian negara kita tetap berlangsung.

Diskusi ini berjalan dengan baik, hubungan interaktif antar kaum muda dengan narasumber sangat kondusif, hingga akhirnya pemuda dapat menuai hasil dan mendeklarasikannya, yaitu: Pemuda gereja berkomitmen menghadirkan pemilu yang damai, menggembirakan serta bermartabat; Pemuda gereja bertangggjawab untuk mengedepankan para peminpin yang takut akan Tuhan dan mensejahterakan masyarakat; Pemuda gereja wajib datang ke TPS  menunaikan hak pilihnya.

Atas partisipasi dari pihak Keamanan Pemilu dan KPUD dalam kegiatan ini, Kadep Koinonia HKBP mengucapkan terima kasih dan memberikan “Ulos” kepada bapak Kompes Pol Dadang Hartanto dan bapak Benget Silitonga. Kiranya semua yang bekerja dan mengabdi untuk kesejahteraan umat disertai Tuhan dan Firman Bekerja atas hidupnya, ucap Pdt. Dr. Martongo Sitinjak. // RH