Telah berlangsung Asia Regional Assembly of United Evangelical Mission atau Sidang UEM Regional Asia diadakan di Gunungsitoli, Nias, tanggal 08 s/d 15 Februari 2019. Kegiatan ini diikuti oleh gereja-gereja yang tergabung dalam UEM. Tema yang diangkat dalam sidang ini adalah “Being Salt to the World” (menjadi garam bagi dunia).  Sidang yang berlangsung selama hampir satu minggu ini membahas isu-isu yang relevan di gereja-gereja Asia, terutama tentang evangelisasi, advokasi, kemitraan dan pelayanan kasih di dalam masyarakat majemuk dunia.

Saat penyambutan oleh masyarakat Nias di Desa Bawomataluo, Nias Selatan

Kegiatan ini di tuanrumahi oleh Gereja BNKP (Banua Niha Keriso Protestan) dan diketuai oleh Bapak Bupati Nias, Drs Sokhiatulo Laoli MM. Keramahtamahan dan sambutan yang sangat hangat terpancar dari tuan rumah dari awal hingga akhir acara. Mereka memersiapkan segala sesuatunya dengan perencanaan yang matang.

Dalam kata sambutannya, Sokhiatulo Laoli mengatakan, seluruh jajaran pemerintahan Nias sangat mendukung kegiatan ini dan sambutan awal dibuktikan dengan penjemputan tamu dan delegasi di bandara serta spanduk yang bertuliskan Selamat Mengadakan Sidang UEM AsRA di sepanjang jalan.

Dalam sidang ini, Woman Pre Assembly dan Youth Pre Assembly yakni pra sidang perempuan dan pemuda, membahas tema-tema penting yang terjadi di kalangan perempuan dan pemuda di gereja regional Asia. Pembahasan itu seputar kekerasan terhadap perempuan, LGBTIQ, pelanggaran hak asasi manusia, ekonomi, sulitnya perempuan maju dalam kepemimpinan, dan sesuai tema utama, bagaimana perempuan melalui UEM bisa menjadi garam bagi dunia yang sedang rusak ini.

Panitia lokal UEM AsRA 2019 di Gereja BNKP Gunungsitoli yang terhimpun dari mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Sundermann

Dalam pra sidang pemuda, tema-tema membahas seputar kepemimpinan pemuda, bagaimana gereja menjadi tempat yang hangat dan ramah bagi pemuda, bunuh diri, lapangan pekerjaan, okultisme, dampak gadget, dan yang lain sebagainya. Tema-tema ini dibahas dengan begitu antusias dan perhatian.

Secara umum, gereja-gereja di Asia mengalami hal yang sama untuk setiap masalah ini. Karena itu dalam sidang raya ini, diharapkan agar semua gereja-gereja di Asia untuk lebih berjaga-jaga dan memberi perhatian khusus dalam menanggapi setiap permasalahan yang terjadi di gereja.

Delegasi Pemuda di Asia dan panitia saat makan siang

Setiap hari sebelum sidang dimulai, diadakan Bible Study. Setiap peserta akan masuk dalam kelompok masing-masing untuk berdiskusi tentang teks Alkitab harian yang sudah dipilih. Sidang ini diadakan dengan paperless (tanpa kertas). Semua bahan disediakan via website (uemcloud.vermission.org).

Dalam sidang raya UEM AsRA ini, HKBP juga turut memberikan partisipasinya dengan kehadiran Kepala Departemen Koinonia Pdt Dr Martongo Sitinjak, utusan perempuan Christina Clara Rajagukguk, utusan pemuda CPdt Grace Metaria Sihombing STh. Turut hadir
Moderator UEM Pdt Willem TP Simarmata MA

Dalam pemilihan sidang oleh AsRA 2019, CPdt Grace Metaria Sihombing dari HKBP terpilih menjadi salah satu utusan delegasi pemuda UEM Regional Asia untuk mengikuti Sidang Raya UEM di Jerman 2021 berikut dengan utusan pemuda dari UCCP Filipina: Ephraim Mark Chicay dan dua orang lain sebagai substitute yaitu Windvy Kwan Ching Yu dari CRC Hongkong dan Andhita Ayu dari GKJTU. Selain itu, terpilih juga Sekretaris Eksekutif UEM Asia yang baru yaitu Pdt Dr Diah Ayu Krismawati menggantikan Sonia Parera Hummel.

Sehari sebelum kegiatan ini ditutup, diadakan malam kebudayaan di Taman Ya’ahowu, Kota Gunungsitoli, yang dihadiri oleh seluruh peserta AsRA dan jajaran pemerintahan kota Nias juga para warga yang hadir. Mereka menampilkan tarian-tarian daerah Nias dengan sangat terampil. Dalam kesempatan ini, tim UEM Asia, Sri Lanka, Hongkong, WPA dan YPA juga menampilkan tarian yang membuat malam kebudayaan itu menjadi sangat akrab. Sebagai tambahan dari panitia (exposure), seluruh peserta yang masih tinggal beserta dengan tim mengikuti exposure ke Teluk Dalam Nias Selatan. Di sana peserta disambut hangat oleh jemaat BNKP Yohannes dengan makan siang khas Nias, dan mengunjungi pantai Sorake di Nias Selatan. Seluruh peserta bersukacita. Pada Jumat (15/2) seluruh peserta diantar pulang ke bandara oleh tim. Penulis CPdt. Grace Metaria Sihombing, S.Th – Edt: DM