HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN

MEDAN (26/1) – HKBP Distrik XXXI Medan Utara menyelenggarakan ibadah Bona Taon 2026 di HKBP Tanjung Mulia sebagai tuan rumah. Mengusung tema Tahun Transformasi 2026: “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga” (Ulangan 6:4-9), kegiatan ini menekankan pentingnya peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai Alkitabiah kepada anak-anak sejak dini sebagai fondasi gereja yang kuat. Ibadah yang berlangsung penuh sukacita ini dihadiri oleh para pelayan dan utusan jemaat se-Distrik XXXI. Melalui momentum Bona Taon ini, HKBP Distrik XXXI berkomitmen memperkuat persekutuan dan mutu pelayanan di seluruh resort, guna mewujudkan transformasi rohani yang dimulai dari lingkup rumah tangga jemaat.

PEMATANG SIANTAR (26/1) – HKBP Distrik V Sumatera Timur menyelenggarakan Ibadah Syukur Awal Tahun 2026 sekaligus peluncuran resmi Orientasi Pelayanan HKBP 2026 di HKBP Sinta Nauli. Kegiatan ini menjadi titik awal bagi seluruh jemaat dan pelayan di Distrik V untuk menyelaraskan gerak pelayanan setahun ke depan dengan fokus pada penguatan iman dan transformasi gereja yang lebih inklusif. Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh utusan berbagai kategorial dan pimpinan jemaat se-Sumatera Timur. Dengan peluncuran orientasi ini, HKBP Distrik V berkomitmen menjalankan program kerja yang kreatif dan berdampak nyata bagi jemaat, serta memastikan visi besar HKBP tahun 2026 dapat terimplementasi hingga ke tingkat akar rumput.

KUTAJAYA (26/1) – HKBP Distrik XXI Banten menyalurkan bantuan sosial bagi warga jemaat yang terdampak musibah banjir di lingkungan HKBP Kutajaya, Resort Kutajaya. Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata dan solidaritas antarjemaat untuk meringankan beban keluarga yang mengalami kerugian materiil akibat luapan air di wilayah tersebut. Melalui aksi kasih ini, diharapkan jemaat yang terdampak tetap kuat dan berpengharapan dalam menghadapi masa pemulihan. Pihak gereja mendoakan agar berkat Tuhan senantiasa melimpah bagi para dermawan yang telah berbagi, serta memohon perlindungan bagi seluruh warga jemaat agar tetap tegar menghadapi tantangan cuaca ekstrem di wilayah Banten.

CIKARANG (25/1) – Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi, Pdt. Henri Napitupulu, M.Th., memimpin ibadah Minggu di HKBP Agape Cikarang. Mengacu pada Hagai 2:1-9, Praeses menekankan pentingnya membangun ecclesia domestica (Gereja rumah tangga) agar damai sejahtera Allah senantiasa dirasakan keluarga jemaat. Ia juga memotivasi 130 KK jemaat dan parhalado untuk tetap sehati dalam menuntaskan pembangunan fisik gereja. Usai ibadah, Praeses memberikan bimbingan pastoral kepada Pdt. Helen Saudur Manurung dan para sintua guna mempersiapkan Rapat Huria pada 1 Februari mendatang. Diharapkan, rapat tersebut menghasilkan program pelayanan yang lebih holistik, kreatif, dan penuh keramahan (hospitality) dalam merangkul seluruh lapisan jemaat.

JAYANTI (25/1) – Praeses HKBP Distrik XXIV Banten, Pdt. Sumihar Sinaga, meninjau langsung 150 warga jemaat Pospel HKBP Jayanti yang terdampak banjir di wilayah Jabodetabek. Pospel tersebut dilayani oleh Biv. Paska Maria Situmorang. Jemaat tetap berkumpul dalam persekutuan doa dan makan malam bersama di kediaman St. Lindung Nainggolan meski gedung gereja terendam air. Kunjungan ini meneguhkan iman jemaat bahwa damai sejahtera sejati bersumber dari hati yang taat (Hagai 2:1-9), bukan dari situasi luar. Kehadiran pimpinan distrik bersama para pelayan setempat menjadi wujud nyata kepedulian gereja dalam mendampingi warga yang sedang menghadapi musibah.

SIPOHOLON (25/1) – Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, memimpin ibadah Minggu III Setelah Epiphanias di HKBP Lumban Baringin, Resort Sipoholon. Mengangkat topik “Allah Memberikan Damai Sejahtera”, ia menekankan bahwa di tengah berbagai pergumulan hidup, jemaat harus tetap bersandar pada janji penyertaan Tuhan yang melampaui segala akal. Pesan pastoral ini mengajak jemaat untuk menjadi pembawa damai dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Melalui penguatan iman ini, diharapkan jemaat HKBP Lumban Baringin semakin kokoh dalam persekutuan dan menjadi berkat yang memancarkan ketenangan Kristus di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.

JAMBI (25/1) – Ephorus HKBP bersama Praeses Distrik XXV Jambi melakukan audiensi hangat dengan Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, Minggu malam (25/1). Dalam pertemuan tersebut, Ephorus mengapresiasi perjalanan hidup inspiratif Gubernur yang meniti karier dari bawah hingga dipercaya memimpin Jambi untuk periode kedua. Ketangguhan masa lalu beliau dinilai menjadi akar kepedulian tulusnya terhadap kesejahteraan rakyat. Ephorus juga memuji stabilitas kerukunan umat beragama di Provinsi Jambi yang terjaga dengan baik di bawah kepemimpinan Al Haris. Pertemuan ini memperkuat sinergi antara HKBP dan Pemerintah Provinsi Jambi dalam merawat kebhinekaan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kolaborasi spiritual dan sosial yang berkelanjutan.

TANJUNG JABUNG BARAT (25/1) – HKBP Simpang Rambutan, Resort Tungkal Ulu, merayakan sukacita ganda dalam ibadah syukur 25 tahun perjalanan iman sekaligus pelaksanaan Mameakhon Batu Ojahan (MBO), Senin (26/1). Ephorus HKBP memimpin prosesi sakral penanaman fondasi iman yang mencakup peletakan Alkitab, Konfesi, hingga Aturan Peraturan HKBP sebagai komitmen menjaga kekudusan jemaat. Perayaan yang dihadiri 1.070 jiwa ini juga menjadi bukti nyata toleransi di Jambi dengan kehadiran unsur pemerintah, TNI, Polri, serta tokoh lintas agama. Di usia perak ini, HKBP Simpang Rambutan meneguhkan diri untuk terus menjadi terang Kristus yang merangkul keberagaman demi kedamaian bangsa.

TARUTUNG (25/1) – Sekitar 800 pemuda memadati Gedung Sopo Partungkoan dalam ibadah Kebaktian Kebangkitan Iman (KKI) yang digelar Departemen Marturia bersama Distrik II Silindung. Mengusung tema “Pemuda Beriman di Tengah Tantangan Zaman”, kegiatan ini bertujuan membakar semangat spiritual generasi muda Tarutung agar tetap teguh menghadapi dinamika era modern melalui penguatan hati dan iman dalam Kristus. Dalam khotbahnya, Pdt. Dr. Deonal Sinaga mengajak pemuda hidup setia dan berani menjadi diri sendiri sesuai panggilan Tuhan. Acara yang didukung Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara ini ditutup dengan semboyan, “Pemuda Tarutung Stay Strong in Faith, Yes I Can”, sebagai komitmen bersama untuk terus bertumbuh dalam iman dan pengharapan di tengah perubahan dunia.

SIPOHOLON (26/1) – Panitia Penerimaan Calon Pelayan HKBP menggelar tahapan verifikasi data di Seminarium Sipoholon. Proses ini diikuti sekitar 800 peserta yang sebelumnya telah mendaftar secara online maupun onsite. ​Kegiatan yang dimulai pukul 11.20 WIB ini mencakup verifikasi berkas bagi calon pendeta, guru huria, diakones, dan bibelvrow. Untuk menjaga ketertiban, meja verifikasi disusun spesifik berdasarkan jenis tohonan dan nomor urut peserta. ​Suasana di lokasi terpantau kondusif dengan ruang ujian yang telah tertata rapi. Tahapan verifikasi ini merupakan persiapan penting sebelum para peserta menghadapi ujian seleksi utama yang dijadwalkan berlangsung pada 27–29 Januari 2026.

PEMATANG SIANTAR (25/1) – HKBP Perumnas Batu Onom menggelar prosesi pemberian ulos dan tongkat bagi jemaat yang memasuki usia 70 tahun, Minggu (25/1). Pendeta Resort, Pdt. Sabar M. Lubis, S.Th, MM, menyerahkan langsung simbol tersebut sebagai bentuk penghormatan dan syukur atas penyertaan Tuhan bagi para lansia. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian pastoral gereja dalam mengapresiasi kesetiaan jemaat lanjut usia. Melalui pemberian tongkat yang melambangkan kekuatan serta ulos sebagai simbol kehangatan berkat, HKBP Perumnas Batu Onom berharap persekutuan antar-generasi semakin erat. Jemaat diajak untuk terus mendoakan para orang tua sebagai bagian berharga dalam tubuh Kristus yang penuh sukacita.

TARUTUNG (24/1) – Pertemuan strategis antara Ephorus HKBP, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Otoritas Dewan Energi Nasional (DEN) menyoroti dampak ekonomi masyarakat pasca-penutupan PT TPL dan bencana alam. Ephorus menekankan bahwa di balik dinamika kebijakan, terdapat ribuan rumah tangga yang kehilangan mata pencaharian. Pertemuan ini mendesak adanya langkah nyata berupa perlindungan keuangan bagi pekerja terdampak dan pemulihan ekonomi lokal yang cepat. HKBP berharap pemerintah tidak mengabaikan dimensi kemanusiaan serta memberikan skema transisi yang adil bagi masyarakat kecil. Suara moral ini ditegaskan agar setiap keputusan besar yang diambil negara tetap berpihak pada rakyat, memastikan tidak ada warga yang dibiarkan sendirian menghadapi ketidakpastian ekonomi di tengah krisis ekologis yang terjadi.

JAMBI (24/1) – Ephorus HKBP melakukan pertemuan hangat dengan Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, guna mempererat tali silaturahmi dan komitmen merawat harmoni sosial. Dalam perjumpaan tersebut, Kapolda menyampaikan bahwa toleransi antarumat beragama di Provinsi Jambi terjaga dengan sangat baik berkat kerja sama seluruh elemen masyarakat. Ephorus mengapresiasi kerukunan tersebut dan mendoakan Kapolda agar senantiasa diberikan hikmat dalam menjaga keamanan wilayah. Setelah pertemuan, Ephorus melanjutkan perjalanan pelayanan selama empat jam menuju HKBP Simpang Rambutan, Resort Tungkal Ulu, didampingi Praeses Distrik XXV Jambi dan Kepala Biro Jemaat HKBP untuk menemui jemaat setempat.

TARUTUNG (24/1) – Ephorus HKBP melalui akun media sosialnya, memberikan pesan pastoral penting mengenai etika bermedia sosial bagi jemaat dan masyarakat luas. Ia menekankan bahwa media sosial seharusnya menjadi anugerah untuk menyebarkan kasih, bukan alat pemecah belah. Ephorus mengingatkan agar setiap kata yang diunggah harus melewati “saringan hati,” karena jejak digital mencerminkan kedewasaan iman dan kejernihan batin seseorang. Sebagai orang percaya, jemaat diajak untuk bijak dalam menyaring konten dan tidak terjebak menyebarkan fitnah yang merusak martabat sesama. Sebelum bertindak di dunia maya, Ephorus mengajak setiap pribadi merenungkan apakah unggahan tersebut membangun dan memuliakan Tuhan demi menjaga persaudaraan yang rukun

SURABAYA (23/1) – Ephorus HKBP memimpin Ibadah Syukuran Tahun Baru 2026 Distrik XVII IBT di HKBP Surabaya. Ibadah ini menjadi momentum peneguhan Orientasi Pelayanan HKBP 2026: “Transformasi: Pengajaran Iman di Tengah Keluarga”. Melalui renungan Ulangan 6:4–7, Ephorus menekankan pentingnya peran keluarga sebagai pusat persemaian iman yang harus diwariskan secara tekun kepada generasi muda. Acara ini dihadiri Kepala Bappisus, Aries Marsudiyanto, dan Ketua Yayasan UHN, Effendi Simbolon. Dalam kesempatan tersebut, Ephorus menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas langkah tegas mencabut izin perusahaan perusak lingkungan di Sumatera Utara, termasuk PT TPL, demi kelestarian alam ciptaan Tuhan.

PEMATANGSIANTAR (22/1) – STT HKBP Pematangsiantar resmi menjalin kolaborasi riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 19 Januari 2026. Kerja sama ini berfokus pada proyek penelitian interdisipliner mengenai pengaruh Injil terhadap dinamika peradaban bangsa di Sumatera Utara, yang melibatkan kolaborasi antara peneliti BRIN dan dosen STT HKBP. Ketua STT HKBP, Pdt. Dr. Sukanto Limbong, menegaskan bahwa sinergi ini membuka ruang akademik untuk membedah Injil sebagai bagian dari pembentuk identitas dan nilai sosial masyarakat. Diharapkan, hasil riset ini mampu memperkaya khazanah keagamaan Nusantara sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan publik di Indonesia.

TANJUNG ANOM (18/1) – Seksi Sekolah Minggu dan Guru Sekolah Minggu (GSM) HKBP Huria Graha menggelar ibadah Bona Taon sekaligus rapat kerja tahunan. Kegiatan diawali dengan ibadah singkat dan evaluasi pelayanan guna menyusun program kerja strategis sepanjang tahun dalam meningkatkan kualitas pembinaan iman anak. Momen ini juga menjadi ajang regenerasi melalui periodisasi Badan Pengurus Harian (BPH) untuk masa bakti dua tahun ke depan sesuai aturan HKBP. Acara yang diakhiri dengan makan bersama ini diharapkan dapat mempererat kekompakan para pelayan dalam mengemban misi bagi generasi muda gereja.

BUKATEJA (23/1) – Memasuki hari keempat, pembangunan pendopo Anak Sekolah Minggu (ASM) HKBP Bukateja menunjukkan kemajuan signifikan dengan selesainya tahap fondasi dan berdirinya struktur tiang penyangga. Proses pembangunan ini dikerjakan secara gotong royong oleh jemaat dan pekerja dengan penuh ketelitian demi menjamin keamanan bangunan. Pendopo ini dirancang sebagai ruang kreatif dan tempat belajar yang nyaman bagi generasi muda untuk mendalami firman Tuhan. Kehadiran fasilitas ini merupakan wujud nyata komitmen HKBP Bukateja dalam menyediakan “rumah” yang layak bagi anak-anak agar dapat bertumbuh dalam iman dan keceriaan di lingkungan gereja.

MEDAN (22/1) – Rapat Huria HKBP Sidorame yang dipimpin oleh Pendeta Resort, Pdt. Manuasa Silalahi, berjalan dengan tertib dan lancar. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan program pelayanan jemaat ke depan demi kemuliaan nama Tuhan.

ONAN GANJANG (21/1) – Praeses HKBP Distrik III Humbang, Pdt. Robinsarhot Lumbangaol, bersama tim tanggap bencana menyalurkan bantuan si pir ni tondi bagi jemaat terdampak bencana ekologis di HKBP Sampe Tua dan HKBP Sitonong. Aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian dan pendampingan gereja untuk menguatkan mental serta spiritual jemaat pascabencana. Melalui dukungan kasih ini, Distrik III Humbang berharap para jemaat di Resort Onan Ganjang dan Resort Sibuluan senantiasa diberikan ketabahan dan pemulihan yang cepat. Kehadiran tim tanggap bencana di lokasi menegaskan komitmen HKBP untuk tetap setia mendampingi jemaat dalam situasi sulit sekalipun.

JAMBI (19/1) – Praeses HKBP Distrik XXV Jambi, Pdt. Kamson Pasaribu, melakukan audiensi dengan Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar. Pertemuan ini bertujuan mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antara gereja dan kepolisian dalam menjaga kerukunan serta keamanan di wilayah Provinsi Jambi.

TARUTUNG (22/1) – Kepala Departemen Koinonia HKBP membagikan kisah inspiratif Venansia Putri Hutabarat, mahasiswi IT Del yang kehilangan orang tua dan harta benda akibat banjir bandang di Huta Nabolon. Meski terpukul hebat oleh tragedi November lalu, Putri menunjukkan keteguhan luar biasa. Melalui pendampingan intensif Pdt. Paten Sidabutar dan koordinasi dengan Rektor IT Del, Prof. Arnaldo Sinaga, masa depan studi Putri kini terjamin berkat dukungan rekanan universitas. Solidaritas keluarga, termasuk abangnya yang kembali dari Afrika, serta perhatian gereja menjadi pilar kekuatan bagi Putri untuk bangkit dan melanjutkan cita-citanya meski di tengah duka mendalam.

TARUTUNG (22/1) – Melalui pesan mendalam bertajuk “Mendengar Jeritan Danau Toba Jilid II”, Ephorus HKBP menyerukan aksi nyata penyelamatan ekosistem Danau Toba dari polusi. Ia menekankan pentingnya perubahan model bisnis bagi perusahaan agar lebih selaras dengan kelestarian alam, sejalan dengan visi lingkungan Presiden Prabowo dan Menteri Maruarar Sirait. Ephorus menegaskan bahwa memulihkan Danau Toba bukan sekadar menjaga estetika, melainkan investasi bagi kesejahteraan masyarakat dan ekonomi nasional melalui wisata kelas dunia. Sebagai langkah strategis, sebuah kajian komprehensif kini tengah dipersiapkan dan akan diterbitkan dalam bentuk buku untuk memberikan panduan ilmiah bagi pemulihan mahakarya Sang Pencipta tersebut.

SIANTAR (22/1) – Departemen Diakonia HKBP resmi menyalurkan beasiswa studi S1 PAUD bagi 18 guru terpilih dari berbagai wilayah, termasuk Toba, Taput, hingga Simalungun. Beasiswa senilai Rp2,5 juta hingga Rp2,8 juta per semester ini bersumber dari dana “Ale-ale Diakonia” dengan prinsip Sintap ni na Tolap Gogo. Kepala Departemen Diakonia menegaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik dan kualitas sekolah PAUD/TK di bawah naungan HKBP. Melalui bantuan yang direncanakan berkelanjutan hingga lulus sarjana ini, gereja berkomitmen mencetak pengajar berkualitas demi masa depan pendidikan anak-anak jemaat yang lebih baik.

TANAH JAWA (20/1) – Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Eldarton Simbolon, menghadiri perayaan Bona Taon Distrik XXIV Tanah Jawa di Gedung Serbaguna HKBP Tanah Jawa, Selasa (20/1). Dalam ibadah yang dilayani Praeses Pdt. Tonggo Sitompul sebagai liturgis, Kadep Diakonia menyampaikan khotbah yang membawa pesan sukacita bagi seluruh jemaat. Aksi nyata pelestarian lingkungan turut mewarnai acara dengan pembagian 250 bibit pohon durian dan alpukat. Bibit tersebut diserahkan untuk ditanam di kompleks gereja se-Distrik Tanah Jawa. Gerakan ini diharapkan memperkuat visi ekologis gereja agar lingkungan rumah ibadah menjadi hijau dan menghasilkan buah pada masa depan.

SIGOMPUL (20/1) – HKBP Distrik XVI Humbang Habinsaran menggelar Ibadah dan Syukuran Tahun Baru 2026 di HKBP Sigompul. Acara yang dihadiri Sekjen HKBP, Pdt. Rikson Hutahaean, dan Praeses Pdt. Wisno Sihombing ini menjadi momentum memperkuat transformasi pembinaan keluarga. Dalam kegiatan tersebut, HKBP menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah melalui program diakonia, marturia, dan koinonia yang berdampak nyata bagi masyarakat. Dukungan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan yang turut hadir dalam acara ini diharapkan semakin memperkokoh sinergi dalam pembangunan mental dan spiritual jemaat di wilayah Humbang Habinsaran sepanjang tahun pelayanan 2026.

TARUTUNG (21/1) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.S.T., menyampaikan rasa syukur mendalam kepada Tuhan atas kebijakan tegas Presiden Prabowo Subianto mencabut izin perusahaan perusak lingkungan, termasuk PT Toba Pulp Lestari (TPL). Kebijakan ini dinilai sebagai langkah berani demi keadilan ekologis dan kelestarian alam Tapanuli. Ephorus mengapresiasi perjuangan panjang para pimpinan gereja, aktivis, masyarakat adat, hingga tokoh nasional yang konsisten menyuarakan penyelamatan lingkungan sejak tahun 2003. Ephorus juga menyatakan keprihatinan pastoral bagi warga yang terdampak penutupan tersebut, sambil mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu dalam agenda besar pemulihan alam. Penegasan ini menggarisbawahi komitmen HKBP untuk terus mengawal transformasi ekologis sebagai wujud iman. Beliau menekankan bahwa bumi adalah titipan bagi generasi mendatang yang harus dijaga bersama dengan sikap kompak dan penuh tanggung jawab di bawah lindungan Allah Pencipta.

TARUTUNG (20/1) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.S.T., menyampaikan apresiasi dan dukungan doa bagi Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Melalui pesan pastoral yang menyentuh, pimpinan tertinggi HKBP ini mendoakan agar Tuhan senantiasa memberkati kepemimpinan Presiden demi kemajuan bangsa. Beliau menekankan harapan agar Indonesia tumbuh menjadi negara yang sejahtera, alamnya tetap lestari, serta seluruh makhluk hidup dapat merayakan kehidupan dalam kedamaian. Ephorus juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi Presiden dalam memimpin negara. Beliau berharap Indonesia semakin maju, disegani di kancah internasional, serta mampu menjadi berkat bagi dunia. Pernyataan ini menegaskan komitmen HKBP untuk terus mendoakan dan mendukung pemerintah dalam mewujudkan keadilan serta kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia di bawah naungan berkat Tuhan Yang Maha Kuasa.

TARUTUNG (20/1) – Praeses HKBP Distrik II Silindung, Pdt. Donald Sianturi, menyalurkan bantuan sosial Tahap II dari Kantor Pusat HKBP kepada jemaat terdampak di enam resort. Penyaluran dipusatkan di dua titik utama, yakni HKBP Pangaloan untuk wilayah Janji Angkola dan Pahae, serta HKBP Onan Hasang untuk wilayah Sibaganding dan Sigompulon. Aksi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata kepedulian jemaat HKBP secara kolektif untuk meringankan beban sesama. Melalui bantuan ini, Distrik II Silindung berharap ikatan persekutuan dan kasih antardalam gereja semakin kuat, terutama bagi para jemaat yang tengah berjuang dalam masa pemulihan.

PEKALONGAN (19/1) – HKBP Distrik XVIII Jabartengdiy menyelenggarakan Ibadah Bona Taon sekaligus meluncurkan Orientasi Pelayanan 2026 “Tahun Transformasi: Pengajaran Iman di Tengah Keluarga” di Aula Istana Hotel, Pekalongan. Meskipun rencana awal di gereja terkendala banjir, panitia dengan sigap memindahkan lokasi demi kelancaran acara. Ibadah dipimpin oleh Kepala Departemen Marturia yang menekankan pentingnya menghidupkan ibadah keluarga sebagai fondasi iman sesuai nas Ulangan 6:4–9. Peluncuran ditandai secara simbolis dengan pemukulan taganing oleh jajaran pimpinan pusat dan distrik. Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi jemaat di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta untuk menyatukan visi pelayanan tahun 2026. Melalui kegiatan ini, HKBP Distrik XVIII berkomitmen memperkuat pengajaran Alkitab di rumah tangga sebagai langkah nyata transformasi gereja di tengah tantangan zaman dan kondisi alam.

PEMATANGSIANTAR (19/1) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.S.T., melakukan pertemuan oikumenis bersama Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap, guna membahas tema “Merawat Ciptaan, Menghidupi Iman.” Dalam refleksinya, Ephorus menegaskan bahwa perubahan iklim merupakan ancaman global yang menuntut pertobatan ekologis. Beliau mengingatkan jemaat untuk menjauhi gaya hidup rakus yang merusak alam, karena menjaga bumi adalah bagian integral dari iman kepada Tuhan. Ephorus mengajak seluruh lapisan masyarakat menerapkan prinsip 5R: Repent (bertobat), Reduce, Reuse, Recycle, dan Replant. Langkah ini bukan sekadar tugas lingkungan, melainkan gerakan iman untuk mewariskan alam yang sehat bagi generasi mendatang. Kolaborasi antara HKBP dan Keuskupan Agung Medan ini menjadi simbol kuat persatuan gereja dalam menghadapi krisis iklim demi kemuliaan Sang Pencipta.

DURI (19/1) – HKBP Distrik XXX Riau Pesisir menyelenggarakan syukuran tahun baru sekaligus meluncurkan Orientasi Pelayanan Tahun 2026 sebagai “Tahun Transformasi” di HKBP Duri PHR. Mengacu pada tema “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga” (Ulangan 6:4-9), kegiatan ini menekankan peran vital keluarga sebagai pusat pendidikan rohani utama bagi jemaat. Acara ini dihadiri oleh para pelayan dan perwakilan jemaat dari seluruh distrik untuk menyatukan visi pelayanan setahun ke depan. Melalui peluncuran ini, HKBP Riau Pesisir berkomitmen mendorong transformasi gereja yang dimulai dari penguatan iman di rumah tangga. Momentum ini diharapkan mampu mempererat persekutuan serta memotivasi keluarga Kristen untuk hidup berdasarkan nilai-nilai Alkitabiah di tengah tantangan zaman.

PURBALINGGA (16/1) – HKBP Bukateja merealisasikan program pelayanan tahun 2026 dengan membangun Pendopo Mini khusus untuk area ibadah Sekolah Minggu. Pembangunan fasilitas ini bertujuan menyediakan ruang yang lebih representatif, sejuk, dan memadai agar anak-anak dapat mempelajari firman Tuhan dengan lebih fokus dan penuh sukacita. Langkah ini merupakan komitmen nyata gereja dalam memprioritaskan kenyamanan regenerasi jemaat. Dalam proses pembangunannya, gereja turut mengapresiasi dukungan jemaat, khususnya keluarga A. Gabe Sidauruk/br. Sinaga yang menyumbangkan material kayu. Inisiatif pembangunan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan fisik, tetapi juga mempererat semangat kebersamaan seluruh elemen jemaat dalam mendukung pertumbuhan iman anak-anak sebagai masa depan gereja.

SAMOSIR (18/1) – Kelompok Naposobulung HKBP (NHKBP) Sibuluan Humbang melaksanakan kunjungan gerejawi ke HKBP Palipi-Mogang, Distrik VII Samosir. Dalam ibadah Minggu tersebut, para pemuda mempersembahkan lagu pujian sebagai wujud kesaksian iman dan talenta mereka di hadapan jemaat. Kunjungan ini merupakan bagian dari program pertukaran pemuda untuk mempererat jejaring persekutuan antarjemaat HKBP. Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang mempertemukan pemuda kedua gereja dengan jemaat setempat. Kehadiran NHKBP Sibuluan Humbang disambut hangat oleh parhalado dan jemaat HKBP Palipi. Melalui kegiatan ini, HKBP terus mendorong generasi muda untuk aktif membangun relasi oikumenis dan menjadi motor penggerak pelayanan yang dinamis di tingkat distrik hingga pusat.

CILEGON (18/1) – Perayaan syukuran tahun baru (Bonataon) HKBP Maranatha Cilegon berlangsung meriah dengan partisipasi aktif anak-anak Sekolah Minggu. Dalam acara tersebut, para generasi muda ini menunjukkan kecintaan mereka terhadap budaya Batak melalui penampilan manortor yang penuh semangat. Sebagai bentuk apresiasi dan kasih, jemaat yang hadir memberikan sumbangan (saweran) sebagai dukungan bagi pelayanan kategorial anak. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya HKBP Maranatha Cilegon dalam menanamkan nilai-nilai iman dan identitas kultural sejak dini. Melalui perayaan Bonataon, gereja berharap anak-anak sekolah minggu semakin bertumbuh dalam persekutuan yang akrab, sekaligus mempererat hubungan kasih antara orang tua, jemaat, dan anak-anak demi keberlanjutan pelayanan gereja di masa depan.

BEKASI (18/1) – Jemaat HKBP Kaliabang Perwira menggelar acara syukuran Tahun Baru (Pesta Taon Baru) dengan penuh sukacita dan keakraban. Salah satu momen berkesan dalam perayaan tersebut adalah saat perwakilan Seksi Anak Sekolah Minggu (ASM) menyampaikan ucapan syukur dan harapan (mandok hata) di depan seluruh jemaat dan pelayan gereja. Kegiatan ini menjadi sarana penting bagi HKBP dalam melestarikan nilai-nilai kultural dan teologis kepada generasi muda sejak dini. Meskipun dalam proses belajar berbahasa Batak, keberanian anak-anak ASM diapresiasi sebagai wujud regenerasi iman dan budaya. Melalui tradisi mandok hata ini, HKBP Kaliabang Perwira terus berkomitmen membina karakter jemaat agar tetap mencintai identitas gerejawi dan persaudaraan dalam Kristus.

PEMATANG SIANTAR (17/1) – Gereja HKBP Resort Sukadame menerima kunjungan Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, dalam rangka dialog penguatan moderasi beragama dan penolakan ujaran kebencian. Kehadiran perwakilan Kemenag ini disambut oleh Pendeta Sitanggang untuk membahas tantangan intoleransi di ruang digital serta peran strategis pemuka agama dalam menjaga kerukunan umat. Dalam pertemuan tersebut, HKBP menegaskan komitmennya untuk membimbing jemaat agar memiliki cara pandang yang moderat dan toleran. Kolaborasi lintas tokoh agama dinilai krusial untuk menangkal dampak negatif media sosial. Dialog ini memperkuat posisi HKBP sebagai mitra strategis pemerintah dalam menanamkan nilai kebangsaan dan menciptakan kedamaian di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia.

JAKARTA (18/1) – Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, mengikuti ibadah Minggu bersama jemaat HKBP Soeprapto yang dipimpin oleh Pendeta Resort, Pdt. Liston Butarbutar. Dalam ibadah yang penuh sukacita tersebut, pesan firman Tuhan berfokus pada nas 1 Korintus 1:4-9 dengan tema sentral “Kita Kaya di dalam Tuhan”. Melalui kehadirannya, Kadep Koinonia memberikan semangat bagi jemaat untuk menyadari kekayaan rohani dan kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah. Momentum ini mempererat persekutuan antara pimpinan pusat dan jemaat lokal, sekaligus meneguhkan komitmen jemaat HKBP Soeprapto untuk terus bertumbuh dalam iman dan kesetiaan melayani di tengah tantangan zaman.

LABUHAN BATU (18/1) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, memimpin ibadah Mameakhon Batu Ojahan (MBO) dan peresmian gedung gereja HKBP Merbau Resort Aek Pamingke. Gereja yang telah berusia 73 tahun ini berdiri di atas lahan hibah dari seorang warga Muslim, sebuah kesaksian indah tentang toleransi dan persaudaraan lintas iman. Acara dihadiri ribuan jemaat dari sepuluh pagaran serta unsur pimpinan daerah Labuhan Batu Raya. Dalam pesan penggembalaannya, Ephorus mengajak jemaat terus menjadi berkat bagi dunia dan merawat kebersamaan dengan masyarakat. Perayaan syukur ini meneguhkan komitmen HKBP untuk menghadirkan dampak positif, harapan, dan kemuliaan Tuhan di tengah kemajemukan bangsa.

TARUTUNG (18/1) – Ephorus HKBP menyoroti keberhasilan Norwegia dalam mengelola hutan berkelanjutan sebagai inspirasi nyata bagi Indonesia. Melalui sistem tebang pilih, kewajiban reboisasi, dan penggunaan riset berbasis data, Norwegia membuktikan bahwa perlindungan hutan primer adalah fondasi kesejahteraan jangka panjang, bukan penghambat pembangunan. Ephorus menekankan pentingnya komitmen politik dan transparansi untuk mengubah cita-cita pelestarian hutan menjadi kenyataan. Hutan harus dipandang sebagai penyerap karbon vital dalam menghadapi krisis iklim global. Pesan ini menjadi seruan bagi seluruh elemen bangsa, termasuk jemaat HKBP, untuk mendukung kebijakan ekologis yang mengutamakan keadilan antargenerasi dan kelestarian bumi di atas kepentingan ekonomi jangka pendek.

JAKARTA (17/1) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan tim produksi film “Antara Mama, Cinta dan Surga – Bahasa Cinta Nommensen” di Kantor HKBP Distrik VIII DKI Jakarta. Hadir juga di dalam acara bersama Kepala Departemen Marturia dan Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta. Film hasil kolaborasi HKBP dengan PT Pariban Indo Media ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 19 Februari 2026. Ephorus menegaskan bahwa karya ini merupakan tontonan edukatif yang mengangkat nilai kasih, pengorbanan, dan iman. Menariknya, sebagian hasil penjualan tiket akan dialokasikan untuk mendukung pelayanan gereja. Jemaat diajak menonton sebagai bentuk partisipasi dalam kesaksian kasih sekaligus mendukung karya seni yang sarat inspirasi bagi keluarga Kristen.

TARUTUNG (17/1) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Lingkungan Hidup atas gugatan perdata senilai Rp4,8 triliun terhadap enam perusahaan di Sumatra Utara, termasuk PT Toba Pulp Lestari (TPL). Gugatan ini merupakan respons atas dampak banjir besar dan kerusakan lingkungan yang melanda wilayah Sumatera. Melalui pernyataan resminya, Ephorus mengajak seluruh jemaat mendoakan agar keadilan ekologis benar-benar terwujud demi pemulihan ruang hidup masyarakat. Penegakan hukum ini dinilai sebagai langkah nyata dalam melindungi alam dari eksploitasi yang merugikan. HKBP berkomitmen terus mengawal isu lingkungan ini agar keseimbangan ekosistem dan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama negara.

DEPOK (16/1) – Praeses HKBP Distrik XXVIII Deboskab, Pdt. Ridoi Batubara, S.Th., M.Pd.K., menyampaikan khotbah pada perayaan Natal PGI Setempat Kota Depok di GBI Kamboja. Dalam pesan rohaninya, Praeses menekankan pentingnya kehadiran Allah untuk menyelamatkan keluarga serta panggilan jemaat HKBP untuk menjadi terang dan membawa damai sejahtera bagi kesejahteraan Kota Depok. Momentum ini juga menjadi aspirasi bagi warga HKBP di Depok. Sintua Binton Nadapdap, yang juga anggota DPRD Kota Depok, menekankan pentingnya ruang pelayanan yang proporsional bagi populasi jemaat HKBP yang besar di wilayah tersebut. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan oikumenis ini, HKBP terus memperkuat peran strategisnya dalam memajukan moderasi beragama dan kerukunan umat di tengah kemajemukan masyarakat.

BALIGE (16/1) – Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Eldarton Simbolon, menggelar jamuan kasih di Balige untuk melepas kepulangan lima delegasi Kaiserswerth Diakonie dan VEM Jerman. Kunjungan ini merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama strategis yang telah ditandatangani Ephorus HKBP mengenai penempatan sepuluh lulusan Akper HKBP Balige setiap tahunnya untuk bekerja di Institut Diakonia Kaiserswerth, Jerman. Para tamu mancanegara tersebut telah meninjau berbagai unit pelayanan HKBP, mulai dari RS HKBP Balige hingga panti asuhan. Program pengiriman tenaga perawat ini diawali dengan kursus bahasa intensif sejak 2025 sebagai syarat utama. Kemitraan internasional ini menjadi langkah nyata HKBP dalam memperluas jangkauan pelayanan diakonia dan meningkatkan kesejahteraan jemaat melalui peluang karier global.

PANCUR BATU (16/1) – Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Eldarton Simbolon, melaksanakan kunjungan pastoral ke HKBP Pancur Batu, Resort Hutaraja Ugan, Distrik II Silindung. Dalam kunjungan ini, beliau menyalurkan satu ton beras dan bantuan dana bagi jemaat dari empat wilayah terpencil, yakni HKBP Torhonas, Siantar Naipospos, Batu Lamak, dan Lobu Haminjon. Momen ini menjadi sangat berkesan bagi Pdt. Eldarton karena merupakan kunjungan kembali setelah 32 tahun, saat beliau masih mahasiswa praktik. Selain mendoakan dan memberikan boras sipir ni tondi, beliau menyempatkan diri bernostalgia dengan keturunan jemaat setempat. Kehadiran ini meneguhkan pelayanan diakonia HKBP yang konsisten menjangkau jemaat di pelosok demi penguatan iman dan pemenuhan kebutuhan pokok.

SIHOMBU (16/1) – Satgas Peduli Kasih HKBP bersama Praeses Distrik III Humbang, Pdt. Robinsarhot Lumban Gaol, melaksanakan pelayanan Traumatic Healing bagi anak-anak terdampak bencana di HKBP Sihombu. Dipimpin oleh Bvr. Marthalena Sinaga, M.Th., kegiatan ini menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan trauma pascabencana 26 November 2025 melalui sesi bercerita, bernyanyi, dan berdoa bersama. Salah satu momen menyentuh terjadi saat Pangeran, seorang peserta, menceritakan kesedihannya kehilangan rumah. Tim Satgas merespons dengan penguatan rohani dan pembagian paket kasih untuk memulihkan keceriaan mereka. Melalui aksi ini, HKBP hadir sebagai pelukan hangat yang memberikan penghiburan spiritual dan psikologis, memastikan anak-anak tidak merasa sendirian dalam menghadapi masa sulit demi pemulihan masa depan mereka.

JAKARTA (16/1) – Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, memimpin Ibadah Syukur, Perayaan Natal, dan Tahun Baru Keluarga Besar KORPRI Persekutuan Umat Kristen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Gedung Mina Bahari 3, Jakarta Pusat. Kehadiran pimpinan HKBP ini memenuhi undangan resmi kementerian untuk memberikan pembinaan rohani bagi para pegawai dan pimpinan di lingkungan KKP. Dalam khotbahnya, Pdt. Deonal menekankan peran krusial keluarga dan nilai-nilai spiritual dalam mendukung profesionalisme kerja. Pelayanan ini merupakan wujud nyata kehadiran HKBP dalam mendampingi warga jemaat yang berkarya di instansi pemerintah. Melalui kolaborasi ini, HKBP terus berkomitmen menyuarakan pesan damai dan penguatan iman di berbagai sektor pembangunan nasional untuk kemuliaan Tuhan.

TARUTUNG (16/1) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, menyerukan agar jemaat bersikap bijak menghadapi ketidakpastian dunia yang diwarnai konflik dan perang. Beliau menekankan tiga poin utama bagi orang beriman: berdoa sungguh-sungguh sebagai pengakuan atas kedaulatan Tuhan, bereaksi secara cerdas di tengah hiruk-pikuk informasi, dan tetap waspada dengan akal sehat tanpa harus terjebak dalam ketakutan. Ephorus mengingatkan bahwa ego dan kebencian sering kali menjadi pemicu kehancuran damai. Oleh karena itu, jemaat dipanggil menjadi penyejuk yang menghadirkan harapan, bukan penyulut narasi kebencian. Di tengah realitas dunia yang rapuh, HKBP diajak berdiri teguh dalam solidaritas dan kepercayaan penuh akan kasih Tuhan yang tidak pernah goyah.

SILANGIT (15/1) – Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Eldarton Simbolon, menyambut hangat kunjungan jemaat dan parhalado HKBP Resort Bonan Dolok di Perkampungan Pemuda Jetun Silangit, Kamis. Jemaat ini merupakan penyintas bencana ekologis tahun lalu yang sempat terisolasi dan harus berjalan kaki sejauh 15 kilometer untuk mendapatkan akses bantuan. Dalam kunjungan tersebut, jemaat diajak berkeliling kawasan Jetun Silangit untuk menikmati suasana pemulihan. Selain itu, Departemen Diakonia memfasilitasi mereka untuk memilih pakaian layak pakai sebagai dukungan nyata bagi kebutuhan keluarga. Pertemuan ini menjadi momen emosional yang menunjukkan komitmen berkelanjutan HKBP dalam mendampingi dan memulihkan martabat jemaat pascabencana.

BATANG TORU (14/1) – Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Eldarton Simbolon, melaksanakan kunjungan pastoral kepada jemaat terdampak bencana ekologis di HKBP Hutagodang, Resort Batang Toru, Distrik I Tapanuli Bagian Selatan. Dalam suasana penuh kekeluargaan, Kadep Diakonia memberikan boras si pir ni tondi sebagai simbol penguatan spiritual dan dukungan moral bagi warga yang tengah menghadapi masa sulit. Kehadiran pimpinan HKBP ini disambut hangat oleh seluruh jemaat, termasuk anak-anak sekolah minggu yang tetap antusias dan bersemangat. Melalui aksi nyata ini, Departemen Diakonia berkomitmen memastikan bahwa jemaat di pelosok tetap merasakan penyertaan gereja. Kunjungan ini diharapkan mampu memulihkan harapan dan meneguhkan iman jemaat dalam proses pemulihan pascabencana.

Renungan Harian HKBP

Renungan Terkini

Renungan Harian Senin 26 Januari 2026

Syalom Selamat pagi bapak / ibu dan saudara / i yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus

Kristus. Marilah kita mempersiapkan diri untuk mendengarkan Firman Tuhan dengan bersaat

teduh sejenak .

Doa pembukaan Kita berdoa:   Terima kasih Tuhan atas penjagaanMu saat ini sehinga kami dapat melakukan segala pekerjaan kami terlebih dahulu kami mau di safah oleh firman Mu  dan kami masih bernafaskan kehidupan. Amin.

Yang menjadi nats renungan kita hari ini Senin 26 Januari 2026. 1 Rajaraja 2:3 Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap Tuhan, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukankanNya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuanNya seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju.

Bapak, ibu, saudara/ i yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Nats ini merupakan pesan terakhir raja Daud kepada Salomo anaknya sebelum meningal, dan semasa hidupnya, sejak mudah sudah belajar untuk hidup setia kepada Tuhan dan memelihara segala hukum Musa. Dan begitu juga dalam kehidupan kita barang siapa meneladani perintah Tuhan, peraturan seperti yang tertulis dalam hukum Musa, engkau beruntung dalam segala pekerjaan  yang kau lakukan  dan dalam segala yang kau tuju . Firman ini mengajarkan dan mengingatkan kita. Nats  1 rajaraja 2:3  ini adalah pesan yang menekankan tentang pentingnya hidup lurus dijalan Tuhan, dan  memelihara ketetapan  perintah Tuhan. Seperti Daud mencontohkan ketatannya kepada Salomo kerajaannya kokoh dan berkat Tuhan turun temurun kepada dia. Di dalam nats ini ada 4 yang di tekankan perkataan yang  pertama lakukanlah kewajbanmu denga setia terhadap Tuhan Allahmu. 2 Hidup menurut jalan yang ditujukannya. 3 Tetap mengikuti segala ketetapan  peraturan dan ketentuaNya. 4 Supaya beruntung dalam  segala yang dituju . Semuanya ini menunjukan pentingnya hidup lurus. Nah amang inang. Lantas bagaimanahkah dengan diri kita? Sudahkah kita berjalan lurus seperti layaknya orang orang yang percaya kepadaNya? Sudahkah kita melakukan kewajiban dengan setia dan menurut yang ditunjukanNya? Sudahkah mengikuti dan melakukan  segala ketetapan dan kekentuanNya? Kalau sudah. Berbahagilah kita yang sudah  yang melakukan kewajiban  dengan setia dan menurut jalan yang ditunjukan Nya segala ketetapan perintah, peraturan  dan ketentuanNya denga setia beribadah, berdoa. Amin.

Doa penutup : Terima kasih Tuhan kami telah selesai mendengarkan firmanMu ingatkan diri kami bahwasannya penting  untuk hidup mentaati peintahMu dan menjalankan segala ketetapan ketetapanMu. Amin.

Anugrah Tuhan Yesus Kristus dan kasih setia dari Allah bapa serta persekutuan Roh Kudus

kiranya menyertai kita sekalia . Amin .

 

Bvr  Cleopatra  Sitorus  – Kantor biro Zending Siantar

Renungan Marturia Jumat, 23 Januari 2026

Doa Pembuka: Terpujilah Engkau Tuhan yang senantiasa memberkati kami pribadi lepas pribadi dalam setiap aktivitas kehidupan kami. Kami akan memulai segala kegiatan kami pada pagi hari ini engkau yang memberkati kami, terlebih firmanMu yang akan menjadi pedoman bagi kehidupan kami, berkati hati dan pikiran kami supaya kami dipenuhkan oleh hanya karna FirmanMu. Di dalam nama anakMu Tuhan Yesus Kristus kami berdoa kepadaMu. Amin.
Firman Tuhan yang menjadi pedoman dalam menjalani hari ini di hari Jumat 23 Januari 2026 tertulis di 2 Samuel 2:6 “Oleh sebab itu, Tuhan kiranya menunjukkan kasih dan setiaNya kepadamu. Aku pun akan berbuat kebaikan yang sama kepadamu, karena kamu telah melakukan hal demikian.” Demikianlah firman Tuhan.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih dalam nama Tuhan.
Latar Belakang Teks: Pasal ini menceritakan awal masa kepemimpinan Daud setelah kematian Saul. Daud baru saja diurapi menjadi raja atas suku Yehuda di Hebron (2 Sam. 2:4). Ketika Daud mendengar bahwa orang-orang dari Yabesh-Gilead telah menunjukkan keberanian dan kesetiaan dengan menguburkan Saul secara terhormat (2 Sam. 2:5), Daud mengirim pesan penghormatan. Daud tidak hanya memuji mereka, tetapi juga mendoakan mereka agar menerima “kasih dan setia” Tuhan (chesed we’emet dalam bahasa Ibrani), istilah yang digunakan untuk menggambarkan karakter perjanjian Allah—kasih yang tidak berubah, setia, dan penuh kebenaran.
Ini menunjukkan karakter Daud sebagai pemimpin:
• Menghargai kesetiaan
• Tidak membalas dendam, meski Saul pernah memburunya
• Memandang relasi melalui kacamata kasih Tuhan, bukan politik atau kekuasaan
Renungan:
Ayat ini mengajak kita melihat sebuah nilai penting: kesetiaan tidak pernah sia-sia.
Orang Yabesh-Gilead berani menghormati Saul meskipun ia telah jatuh dan mati dengan cara yang memalukan. Tindakan itu bukan didasari keuntungan, melainkan penghormatan dan kesetiaan.
Daud melihat hal itu dan menjawab dengan: Doa, Penghargaan, dan Janji kebaikan
Kisah ini mengingatkan kita bahwa:
• Tuhan menghargai orang yang tetap setia, terutama ketika kesetiaan itu tidak menguntungkan.
• Tuhan tidak melupakan tindakan kebaikan, meskipun manusia mungkin mengabaikannya.
• Kesetiaan seseorang menjadi saluran berkat bagi generasi berikutnya.
Daud bisa saja berkata:
• “Saul membenciku, jadi mengapa aku harus menghormati orang yang setia kepadanya?”
Tetapi ia tidak memilih kebencian, melainkan kasih yang memulihkan.
Ketika Daud mengatakan, “Kiranya Tuhan menunjukkan kasih dan setia-Nya kepadamu”, itu bukan hanya ucapan—itu pengakuan bahwa semua kebaikan sejati bersumber dari Allah.
Aplikasi dalam Kehidupan
1. Tetaplah Setia Walau Tidak Dilihat Orang. Kesetiaan yang sejati terlihat bukan ketika mudah, tetapi ketika sulit. Tuhan melihat dan menghargainya.
2. Balaslah Kejahatan dengan Kebaikan. Daud menjadi teladan bahwa luka masa lalu tidak boleh mengalahkan sikap hati yang benar.
3. Tunjukkan kasih dalam tindakan, bukan hanya kata-kata. Kesetiaan bukan sekadar teori, tetapi dibuktikan lewat pengampunan, dukungan, kepedulian, dan pengorbanan.
4. Jangan ragu menghargai kebaikan orang lain. Kata-kata berkat seperti Daud dapat menguatkan, memulihkan, dan menghidupkan relasi.
5. Ingat bahwa sumber kesetiaan kita adalah Tuhan. Kita mampu mengasihi dan setia bukan karena kekuatan kita, tetapi karena Tuhan lebih dulu setia kepada kita (1 Yoh. 4:19).
Penutup
Kesetiaan adalah bahasa kasih Allah. Ketika kita hidup dalam kesetiaan kepada keluarga, gereja, pelayanan, pekerjaan, dan sesama, kita sedang memantulkan karakter Allah sendiri. Kiranya Tuhan menjadikan kita pribadi yang tetap setia—bahkan ketika dunia tidak menghargainya—dan melalui itu, nama-Nya dimuliakan.
Doa Penutup: Terima kasih Tuhan untuk FirmanMu yang memberikan pemahaman dan kekuatan untuk memenangkan hari ini di dalam kemuliaan namaMu. Berkatilah setiap pekerjaan kami, lindungi dan jaga setiap orang tua kami, keluarga kami, jemaatmu, anak-anak kami dalam menjalani kehidupannya dan pendidikannya. Kami serahkan hidup kami hari ini, esok dan untuk selamanya kedalam tangan pengasihanMu. Di dalam Yesus Kristus kami berdoa dan mengucap syukur. Amin.

Pdt. Pangihutan Hasibuan

Renungan Harian di Aplikasi Marturia HKBP Kamis, 22 Januari 2026

Bapak, ibu dan saudara/i yang terkasih dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus, sebelum kita memulai seluruh aktivitas kita satu hari ini, marilah kita terlebih dahulu mempersiapkan diri kita untuk mendengarkan firman Tuhan. Kita berdoa.

1. Doa Pembuka
Allah Bapa yang bertakhta di dalam Kerajaan Surga, kami mengucap syukur atas cinta kasih, dan berkat-Mu yang memelihara kehidupan kami. Kami akan mendengarkan firmanMu, pimpinlah hati dan pikiran kami dengan terang Roh Kudus-Mu, agar kami dapat menerima dan memahami firmanMu. Dalam nama Kristus Yesus kami berdoa. Amin.

2. Renungan
Firman Tuhan yang menjadi renungan bagi kita, tertulis dalam 2 Korintus 1:3-4 “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.”

Dalam surat 2 Korintus 1, penulis memulainya dengan berkat dari Allah; dan bahkan bersyukur kepada Allah atas iman dan kasih para pembacanya, ia mengundang mereka untuk mengucap doa syukur atas nama-Nya (ay. 11). Allah dipuji bukan karena Ia kekurangan sesuatu pada diri-Nya sendiri. Tetapi Ia memang menginginkan pujian dari makhluk ciptaan-Nya. Memuji Allah berarti memuji Dia sebagai sumber segala berkat. “Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah kami…” adalah sebuah rumusan doa Yahudi kuno, yang masih dipergunakan oleh orang-orang Yahudi masa kini. Mereka mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan yang dimuliakan (Rm. 10:9; 1 Kor. 12:3; Flp. 2:11).

Penggambaran tentang Allah sebagai Bapa yang penuh belas-kasihan juga mencerminkan bahasa doa Yahudi kuno. Belas-kasihan Allah bagi mereka yang menderita itu terus-menerus dan selalu baru; itulah sebuah tema yang konsisten dalam tulisan-tulisan mazmur (40:11). Semua itu tidak pernah diperoleh karena kerja keras manusia, melainkan diberikan secara cuma-cuma, karena sukacita Allah yang terbesar adalah memperlihatkan belas-kasih. Dari hakikat dan perbuatan-Nya, Ia adalah Allah segala penghiburan (bnd. Mzm. 51:1). Setiap penghiburan sejati bagi mereka yang resah haruslah datang dari Allah.

Dalam teks 2 Korintus 1:3-10, kita menemukan ada penghiburan bagi pengikut Yesus Kristus yang sedang menghadapi berbagai penderitaan dalam mengikut-Nya. Kita menemukan ada 9 kali kata “penghiburan” di sebutkan dalam teks tersebut.

Paulus bersaksi bahwa mereka yang telah mengalami penghiburan dari Allah yang akan mampu menolong orang lain yang menderita. Ibarat pelari estafet, Paulus melanjutkan penghiburan dari Tuhan kepada jemaat. Paulus belajar melalui banyak kesukaran yang ia alami sendiri. Penahanan di penjara disebutkan sebagai salah satu penderitaan Paulus di dalam 2 Korintus 11:23-27. Di sini ia ingin menggarisbawahi bahwa ia merasa hukuman mati itu sudah dijatuhkan kepadanya, sehingga rasa putus asanya sedemikian hebat. Akan tetapi, pengalaman ini mempunyai maksud yang bermanfaat. Ini adalah suatu pelajaran lagi baginya untuk tidak mengharapkan jaminan-jaminan duniawi (lih. 11:22; Flp. 3:4) dan untuk bersandar kepada Allah (Flp. 4:7-10). Mereka yang mengenal kasih Allah di dalam Kristus dapat melihat maksud yang baik bahkan di dalam penderitaan (Rm. 8:28-39). Tuhan bekerja dalam segala sesuatu yang dialami setiap orang, termasuk melalui tangisan, keluhan, dan kekecewaan. Kelemahan manusia memberikan Allah kesempatan untuk menunjukkan kuasa-Nya.

Penderitaan karena iman kepada Kristus adalah cara Tuhan memurnikan umat, membangun jiwa, membina iman, mengolah karakter, sekaligus mempersiapkan umat untuk tugas besarnya: melayani Tuhan. Bersekutu dengan Kristus pun harus mau mengambil penderitaan Kristus. Penderitaan Kristus juga memiliki kemuliaan, penghiburan yang melimpah. Sebab penghiburan sejati dari Tuhan tidak hanya berguna bagi diri sendiri. Tuhan pun rindu kita menghibur sesama yang tengah menderita. Melalui penderitaan yang pernah kita alami dan penghiburan dari Tuhan yang boleh kita rasakan, tentu kita dapat lebih mudah memahami, berempati, dan menguatkan sesama. Sehingga sebagai sesama anggota keluarga kerajaan Allah kita saling menopang dan mendukung di dalam iman.

Lalu, bagaimana kita dapat menerima penghiburan dalam penderitaan?
1. Harus siap menerima penderitaan sebagai pengikut Tuhan Yesus.
2. Harus beriman sungguh-sungguh kepada Yesus Kristus.
3. Harus berdoa sungguh-sungguh untuk diri sendiri dan juga untuk orang lain.

Dengan melakukan 3 keharusan ini maka penghiburan dalam menghadapi penderitaan adalah pasti, Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

3. Doa Penutup
Ya Tuhan Allah Bapa kami yang penuh belas kasih, terima kasih atas sapaan firmanMu hari ini, yang telah mengingatkan kami untuk selalu mengucap syukur atas segala berkatMu yang tak berkesudahan, Engkau juga adalah Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, dan mengingatkan kami untuk mampu berempati, menguatkan, dan menghibur sesama kami yang menderita. Ajarlah kami Bapa untuk melihat maksud baik dari setiap penderitaan yang kami alami. Secara khusus kami berdoa buat saudara/i kami yang terkena dampak bencana ekologis, kiranya Engkau yang selalu membersamai dan menolong mereka serta mencukupkan segala kebutuhan hidup mereka. Dalam Kristus Yesus, kami berdoa. Amin.

Pdt. Senada Siallagan, M.Th – Pendeta Fungsional Biro Ibadah dan Musik HKBP

Renungan Harian Marturia HKBP Rabu, 21 Januari 2026

Doa pembuka
Ya Tuhan Allah yang Mahakuasa, Mahapengasih, Bapa kami di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kami mengucap syukur dengan segenap hati kami, karena Engkau memelihara hidup kami sampai saat ini. BerkatMu menenteramkan hidup kami untuk merenung sejenak, dan mendengarkan suara-Mu yang penuh kasih. Kiranya melalui renungan ini, Engkau berbicara kepada kami dan membuka mata hati kami untuk melihat kebenaran-Mu. Biarlah setiap kata yang terdengar mengarahkan kami lebih dekat kepada-Mu, dan membawa perubahan dalam hidup kami yang memuliakan nama-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, Tuhan kami, kami berdoa. Amin.
Renungan
1 SAMUEL 3 : 10
“Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.”
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Dalam dunia yang semakin bising, kemampuan manusia untuk mendengar justru semakin menipis. Kita hidup di tengah suara notifikasi, tuntutan pekerjaan, target hidup, opini publik, dan hiruk-pikuk media sosial. Ironisnya, kita tahu banyak hal, tetapi jarang benar-benar mendengar. Kita sering berbicara, berpendapat, dan bereaksi, tetapi semakin jarang berhenti, diam, dan membuka hati.
Di tengah realitas seperti itulah Firman Tuhan hari ini berbicara kepada kita. 1 Samuel 3:10 membawa kita pada sebuah malam yang sunyi, ketika seorang anak bernama Samuel terbangun bukan oleh suara dunia, melainkan oleh panggilan Tuhan. Firman mengatakan, “Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil: ‘Samuel! Samuel!’” Ini bukan Allah yang berteriak dari jauh, melainkan Allah yang datang, berdiri dekat, dan memanggil dengan penuh kasih. Yang menarik, Samuel menjawab bukan dengan banyak kata, bukan dengan tuntutan, bukan pula dengan rasa takut. Ia berkata sederhana namun mendalam: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Dalam bahasa iman Israel, “mendengar” bukan hanya soal telinga, tetapi tentang hati yang siap taat. Samuel menyerahkan kendali hidupnya sepenuhnya kepada Allah.
Firman ini lahir pada masa ketika suara Tuhan jarang terdengar, bukan karena Tuhan diam, tetapi karena manusia tidak lagi mau mendengar. Para pemimpin rohani sibuk dengan kepentingan sendiri. Namun Tuhan memilih berbicara kepada seorang anak yang bersedia diam dan membuka diri. Dari sinilah kita belajar: Tuhan tidak terutama mencari orang yang paling hebat, tetapi yang paling siap mendengar. Jika kita jujur, banyak orang Kristen hari ini rajin berdoa, tetapi jarang memberi ruang bagi Tuhan untuk berbicara. Kita datang kepada Tuhan dengan daftar permintaan, tetapi lupa berkata, “Tuhan, apa kehendak-Mu?” Kita ingin Tuhan mengikuti rencana kita, bukan kita yang taat pada suara-Nya.
Firman ini mengajak kita bercermin: di tengah kesibukan, ambisi, dan tekanan hidup, masihkah kita menyediakan ruang sunyi untuk Tuhan? Masihkah kita mau mendengar, meski suara Tuhan mungkin menegur, mengoreksi, atau mengubah arah hidup kita? Renungan ini mengajak kita memulihkan satu doa yang sederhana namun radikal:
“Berbicaralah, Tuhan, hamba-Mu mendengar.” Doa ini bukan doa orang yang tahu segalanya, tetapi doa orang yang mau dibentuk. Dan di sanalah hidup mulai diubah, bukan oleh kebisingan dunia, tetapi oleh suara Tuhan yang lembut dan berkuasa. Amin.
Doa Penutup
Ya Tuhan Allah Bapa kami di sorga, kami mengucap syukur atas Firman-Mu yang hidup dan berkuasa, yang telah Engkau sampaikan kepada kami. Seperti Samuel hamba-Mu, ajarlah kami memiliki hati yang rendah, telinga yang terbuka, dan hidup yang siap taat kepada kehendak-Mu. Jauhkanlah kami dari kebisingan dunia yang membuat kami lalai mendengar suara-Mu. Pimpinlah kami oleh Roh Kudus-Mu, agar Firman yang kami dengar hari ini nyata dalam perkataan, sikap, dan perbuatan kami sehari-hari. Hanya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat kami, kami berdoa dan berserah. Amin.

CPdt. Johanes Sibarani

Renungan Harian Selasa, 20 Januari 2026

Doa pembuka: Marilah kita berdoa! Terpujilah engkau Tuhan kami Yesus Kristus yang masih memelihara hidup kami hingga saat ini sehingga kami masih bisa merasakan hari-hari kami dengan baik, dan biarlah Engkau yang selalu menuntun kami melalui Firman-Mu yang menjadi dasar dalam hidup kami. Amin

Bapa/Ibu, yang menjadi ayat renungan kita hari ini tertulis di dalam 2 Korintus 12:9. Beginilah Firman Tuhan,

“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukupkanlah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus Yesus, tentu kita menyadari sebagai manusia kita adalah ciptaan yang lemah yang setiap saat membutuhkan pertolongan terlebih dalam menjalani kehidupan yang Tuhan berikan untuk kita. Di dalam menjalani kehidupan ini banyak hal, tantangan, pergumulan yang membuat kita lemah, tidak berdaya, atau mengarah kepada keputus-asaan. Pergumulan itu sering datang dari kehidupan dimana kita bekerja, masalah ekonomi, keluarga, pengangguran atau bahkan penyakit. Tetapi saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus Yesus firman Tuhan hari ini mengingatkan kita, memberi harapan baru dan kekuatan baru bagi kita, ternyata Tuhan Yesus hadir dalam hidup kita ditengah kelemahan kita, Yesus datang menolong kita dan memberi kekuatan, dan harapan yang membuat kita bangkit dari keterpurukan. Yesus mengatakan cukup kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. Yang artinya kasih karunia Tuhan Yesus Kristus mampu mengatasi segala pergumulan/permasalahan yang kita hadapi apabila kita selalu berseru kepada Tuhan Yesus. Jangan pernah andalkan pikiranmu, kekuatanmu, jabatanmu dalam menghadapi pergumulanmu, akan tetapi serukanlah, jalinlah komunikasi yang intens dengan Tuhan supaya kita kuat dan beriman yang teguh. Amin.

Doa penutup: sungguh besar kasih karuniaMu di dalam hidup kami ya Yesus, karna kasihMu kami bisa kuat dalam kelemahan kami, kami kuat dalam menghadapi setiap pergumulan hidup, kami yakin dan percaya kasih setia Tuhan selalu hadir dalam hidup kami pribadi lepas pribadi. Biarlah Engkau yang bekerja dalam hidup kami, tuntun kami Tuhan untuk tetap setia mengikut Engkau ditengah-tengah hiruk-pikuk duniawi yang terkadang membuat kami cemas dan khawatir. Lindungilah kami ya Tuhan, Amin.

 

Pdt. Hana Sihombing

Renungan Harian Senin, 19 Januari 2026

“Allahmulah Allahku”

Salam sejahtera bagi kita semuanya….

Kita Berdoa:

Bapa di surga! Kami bersyukur atas kasihMu yang menyertai kehidupan kami hingga saat ini.  Sebentar kami akan mendengarkan FirmanMu; Tuntunlah kami untuk memahami dan Melakukan Firman-Mu dalam kehidupan kami. Hanya di dalam Nama Yesus Kristus kami berdoa, Amin!

 

Bapak, Ibu, saudara sekalian yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus…

Firman Tuhan hari ini tertulis di kitab Rut 1:16  ”Tetapi kata Rut: Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam; bangsamulah bangsaku, dan Allahmulah Allahku.”

              

Jemaat yang dikasihi Kristus

Kitab Rut sangat menarik dan disukai oleh kaum ibu pada umumnya. Kenapa? Karena kitab Rut mengisahkan hubungan kekeluargaan yang luar biasa antara seorang menantu terhadap mertuanya perempuan, yaitu Rut dan Naomi. Hubungan kekeluargaan ini mengajarkan tentang pemulihan hubungan, komitmen dan kesetiaan iman.

Naomi adalah seorang Yahudi dari suku Yehuda, sedangkan Rut adalah orang Moab, yang secara sosial politik kedua suku ini sering terlibat konflik dan permusuhan, padahal kedua suku ini masih memiliki hubungan keluarga, yaitu dari Lot dan Abraham. Akibat dari permusuhan itu menyebabkan adanya larangan kawin campur di antara kedua suku. Namun, anak-anak Naomi justru menikah dengan perempuan Moab, Orpa dan Rut (Rut 1:4).

Dari sini kita lihat, sejak awal Kitab Rut mengajarkan adanya upaya pemulihan hubungan kekeluargaan. Akan tetapi, sangat disayangkan karena kedua anak Naomi pun mati, yang menyebabkan Naomi harus berpisah dengan kedua menantunya. Naomi akan kembali ke Betlehem dan kedua menantunya akan kembali kepada orangtuanya masing-masing seperti adat istiadat yang berlaku.

Namun, apa yang terjadi selanjutnya? Di sinilah poin penting dari Firman Tuhan hari ini. Memang, si Orpa dengan berat hati, dia berpisah dengan Naomi, sedangkan Rut membuat keputusan spektakuler: dia setia kepada Naomi, tapi bukan sekedar setia pada ibu mertua, lebih dari itu dia setia pada Allah Israel. Dengan tegas dia berkata: “ke mana engkau pergi, ke situ juga aku pergi; di mana engkau bermalam di situ juga aku bermalam, bangsamulah bangsaku, Allahmulah Allahku”. Perkataan Rut ini adalah komitmen iman yang luar biasa, melampaui batas-batas budaya, sosial, dan nilai-nilai politik yang sedang terjadi pada saat itu.

 

Jemaat yang dikasihi Kristus….

Keputusan Rut ini pantas untuk kita renungkan dan teladani di masa kini. Bukan sekadar soal pindah adat, budaya, sosial dan agama; sebab secara materi tidak ada keuntungan yang didapatkan oleh Rut, bukankah lebih baik baginya kembali pada keluarganya dan menikah lagi dengan laki-laki lain orang Moab demi masa depannya? Namun, dia tulus untuk mengabdi pada Naomi dan Allah Naomi. Rut telah melakukan pemulihan hubungan kekeluargaan, perdamaian dan kesetiaan iman, sehingga dia memperoleh lebih dari segala materi. Pada akhirnya, Rut menikah dengan Boas, dan dari merekalah keturunan Daud sampai kepada Yesus Kristus.

Tanpa menepikan faktor Naomi, tentulah Allah yang berperan dalam hidup Rut untuk mengambil keputusan dalam hidupnya. Dan Allah juga yang berperan dalam hidup Naomi untuk turut membawa Rut ke Betlehem. Artinya: Mereka dipakai Tuhan untuk mewujudkan rancangan pemulihan, perdamaian dan keselamatan-Nya.

Dari kisah ini, kita patut merenungan bahwa Tuhan mempunyai rancangan-Nya dalam hidup setiap orang percaya dan setia imannya kepada Tuhan. Sebab itu, nyatakanlah komitmen imanmu di hadapan Tuhan dan setialah pada-Nya. AMIN

 

Mari kita Berdoa.

Bapa disorga… Trimakasih untuk firman-Mu yang menguatkan hati kami dan meneguhkan iman kami. Kiranya firman-Mu hari ini dapat menginpirasi dan memotivasi iman kami agar tetap setia kepada-Mu. Ajarlah  kami untuk tetap percaya, setia dan berharap hanya kepada-Mu saja, agar kami dimampukan dan dikuatkan untuk menjalani kehidupan ini. Karena itu, kami serahkan  hidup kami hanya kepada Tuhan. Dengarlah Doa kami ini Hanya didalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin

Anugerah Tuhan kita Yesus Kristus. Kasih setia dari Allah Bapa dan Persekutuan Roh Kudus, kiranya menyertai kita sekalian hari ini dan selamanya. Amin.

Bvr. Sulastri Sitompul – Kantor Biro Zending HKBP

HKBP Channel

Video Terkait Lainnya

7 Videos
Scroll to Top