"Dibahen i, ndang marnaloja hami; ai lam tu burukna pe hajolmaonnami parduru i, anggo parbagasan i ariari do dipaimbaru.

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari."

2 Korint 4:16

Audiensi Departemen Diakonia, Biro Diakoni Sosial, PK Hepata & HKBP AIDS Ministry (HAM) ke Pemkab Samosir

Selasa 22 Februari 2022, Biro Diakoni Sosial, PK Hepata, dan HKBP AIDS Ministry melakukan audiensi kepada Pemkab Samosir yang diterima oleh Sekda Bapak Drs. Jabiat Sagala, M. Hum bersama dinas terkait.

Tujuan audiensi ini adalah untuk menjalin kerjasama gereja HKBP dan Pemkab untuk pelayanan Diakonia kepada kaum marginal, seperti Difabel, Orang dengan HIV (ODHIV), dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).


Pertemuan ini berjalan dengan baik. Kepala Biro Diakoni Sosial Pdt. Osten Matondang menyampaikan gereja dan masyarakat harus selalu bekerjasama untuk melakukan pelayanan Diakonia, termasuk kepada Difabel dan ODGJ. Beliau juga menginformasikan bahwa Distrik Samosir mempunyai pelayanan Difabel dan ODGJ, sehingga akan lebih mudah berkolaborasi untuk melakukan pelayanan.

Pimpinan PK. Hepata Pdt. Binsar Nababan, juga menyuarakan bahwa HKBP sudah melayani kaum difabel 100 tahun pada tahun 2023 mendatang, masih banyak yang harus dilakukan untuk pemberdayaan kaum difabel untuk menuju kemandirian, perlu dibuat lorong atau desa ramah difabel yang nantinya akan menjadi contoh sebagai daerah wisata ramah difabel, dan untuk mengatur semua hal tersebut sangat perlu dibuat Perda Difabel di Kab. Samosir.

HKBP AIDS Ministry melalui Diak. Berlina Sibagariang juga menyampaikan kepada Pemkab Samosir untuk tetap menjalin kerjasama yang baik antara gereja dan pemerintah dalam edukasi pencegahan HIV AIDS, juga pelayanan kepada ODHIV terkhusus untuk penyediaan obat ARV dilayanan kesehatan dan memperhatikan keberadaan anak-anak House of Love di Nainggolan. Menanggapi hal ini, ibu Kristina Gultom selaku Kabid PRPS Dimsos dari Peksos Anak Kab. Samosir menyarankan supaya House of Love lebih terbuka mengenai pendampingan anak supaya lebih mudah membangun hubungan kerja sama yang erat di waktu mendatang.

Kegiatan ini juga dihadiri beberapa staf dari PK. Hepata, Junpiter Pakpahan sebagai koordinator RBM Hepata, Diak. Elisabeth Sihombing dari House of Love Nainggolan, Rensius Pakpahan (RBM Toba), Hariaty Tampubolon (staf pendamping di PK Hephata), dan seorang difabel dari Samosir yang sudah berdaya. Dan dari Pemkab Samosir juga turut hadir bapak Gomgom Siahaan (staf Dinsos), Ibu Magdawati Arimbi Sinaga (Kabid Pemsosbud Bappeda), Ibu Emma Tambunan (staf bagian umum dan PKP).


Sekda Drs. Jabiat Sagala, M.Hum dan tim merespon baik audensi, disampaikan bahwa selama ini telah dilakuan pelayanan kepada Difabel di Samosir dengan pemberian dukungan dana dan keterampilan, namun belum bisa menjangkau semuanya, hanya difabel yang berat.

Beliau juga mengapresiasi HKBP yang melakukan pelayanan kepada kaum marginal, juga menampung semua usulan program kerjasama yang ditawarkan oleh HKBP bersama Pemkab Samosir, yakni:

1. Akan dilakukan pembuatan Perda Difabel

2. Akan membangun daerah/desa yang inklusi ramah disabilitas

3. Membangun kerja sama antara Pemkab dan Distrik Samosir dalam pelayanan difabel.

4. Akan bekerjasama dalam pelayanan edukasi HIV AIDS dan pendampingan kepada ODHIV secara khusus anak-anak yang ada di House of Love.

Kegiatan ini kemudian ditutup dengan foto bersama.

HKBP menjadi berkat bagi dunia


Pustaka Digital