Audiensi HKBP AIDS Ministry dengan GBI Rumah Persembahan Medan untuk Ending AIDS 2030

Rabu pagi (24/11/2021), HKBP AIDS Ministry (HAM) melaksanakan audiensi untuk program pencegahan dan pengendalian HIV AIDS di Gereja GBI Rumah Persembahan Medan. Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan konselor HIV yang diikuti oleh Pdt. Jenri Emor dan Pdt. Tommy Tobing, dari Gereja GBI Rumah Persembahan Medan beberapa waktu lalu. Dalam rencana tindak lanjut tersebut, GBI berkomitmen untuk melakukan pelayanan pencegahan HIV AIDS mengingat bahwa ending AIDS adalah tanggung jawab seluruh masyarakat.

Pertemuan selama kurang lebih dua setengah jam ini dihadiri oleh Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Debora Sinaga, M. Th., tim HKBP AIDS Ministry dan seorang ODHIV. Pertemuan ini berlangsung di Aula Pertemuan Gereja GBI Rumah Persembahan.


Audiensi diawali dengan perkenalan secara resmi tim pelayanan GBI Rumah Persembahan yang dibuka oleh Pdt. Dr. Yosua Ginting (associate internal Pastor). Adapun tim pelayanan GBI yang hadir ialah Kepala Departemen Missi dan PI, Pdt. Dr. Darsono Ambarita, Kepala Departemen Next Gen (Anak, Remaja dan Pemuda), Ibu Reni Anggraeni, dan drg. Anita (Ketua Yayasan Surya Kebenaran Internasional).

Selanjutnya, Kepala Departemen Diakonia HKBP, mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh GBI Rumah Persembahan dan beliau juga menjelaskan bahwa sejak lama GBI dan HKBP telah melakukan kerja sama pelayanan diakonia. Pada kesempatan itu, Pdt. Debora memperkenalkan seluruh tim HKBP AIDS Ministry yang hadir.

Audiensi dilanjutkan oleh Diakones Berlina Sibagariang, Sekretaris Eksekutif HKBP AIDS Ministry. Beliau memaparkan permasalah HIV AIDS di wilayah Sumatera Utara, dan pelayanan yang telah dilakukan oleh HKBP AIDS Ministry. Sejak tahun 2003, HKBP AIDS Ministry telah melakukan pelayanan dan menemukan banyaknya kelompok usia produktif yang terinfeksi HIV. Beliau mengungkapkan bahwa GBI memiliki potensi yang besar untuk menjangkau pemuda untuk memberi edukasi. Selain itu, program pencegahan HIV AIDS yang dapat dilakukan oleh GBI adalah dengan membentuk pendidik sebaya di berbagai kelompok, seperti kelompok remaja, pemuda, ibu, bapak dan lain-lain.

Pdt. Debora Sinaga menambahkan, bahwa GBI dapat ikut dalam pelayanan kepada anak dengan HIV yang berasal dari kelompok ekonomi ke bawah dan yatim piatu. Selain itu, beliau juga mengusulkan agar GBI dapat memberikan surat pastoral pada hari AIDS se-Dunia 2021, dan membuat program donor darah dengan tujuan screening HIV.


Menyambung penuturan tersebut, Diak. Adha Pratiwi Sianturi (Divisi Komunikasi Informasi, dan Edukasi HAM), mengusulkan agar GBI menggunakan media sosial yang ada untuk menyebarkan informasi dengan flyer atau video edukasi.

Sebelum pertemuan berakhir, Diak. Berlina Sibagariang mendorong agar GBI aktif dalam melakukan pelayanan pencegahan HIV AIDS.

Menyambut pemaparan dari Tim HKBP AIDS Ministry, seluruh tim pelayanan GBI yang hadir mendukung dan siap untuk berkoordinasi. Pdt. Dr. Yosua Ginting (associate internal Pastor) mengatakan bahwa tim GBI, khususnya bagian YSKI dan Next Generasi bersama Pdt. Tommy, Pdt. Jenry dan tim akan segera menindak lanjuti program ini.

HKBP AIDS Ministry menyerahkan buku “ODHA Bukan Akhir Segalanya” dan brosur sebagai dukungan HKBP AIDS Ministry untuk pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian HIV AIDS. Kita berharap, semangat pelayanan ini dapat menular ke gereja-gereja yang lain, karena dengan demikian, seluruh warga gereja dapat lebih memahami HIV AIDS dan mampu mencegah dirinya dari infeksi HIV.




HKBP menjadi berkat