Ephorus HKBP Serukan Transformasi Pelayanan dan Panggilan Ekologis pada Ibadah Syukur Distrik I Tabagsel-Sumbar

Dokumentasi Foto

Aek Badak (1/3) – Memasuki tahun pelayanan 2026 di Distrik I Tabagsel-Sumbar, Ephorus HKBP memimpin Ibadah Syukur Awal Tahun HKBP Distrik I yang dipusatkan di HKBP Aek Badak. Kehadiran Pimpinan Tertinggi HKBP ini tidak hanya untuk mensyukuri penyertaan Tuhan sepanjang tahun 2025, tetapi secara khusus menanamkan pesan penggembalaan yang tajam mengenai transformasi karakter pelayan dan respons tegas gereja terhadap krisis lingkungan.

Dalam arahannya di hadapan seluruh pelayan penuh waktu se-Distrik I beserta keluarga yang berkumpul seusai ibadah, Ephorus menjadikan konsep “teachable servant” atau pelayan yang mau diajar sebagai fokus utama pembinaan. Secara mendalam, Ephorus mengingatkan bahwa hakikat pelayanan Kristiani pantang diwarnai oleh kesombongan rohani atau rasa puas diri karena merasa sudah tahu segalanya.

“Pelayan yang sejati harus memiliki hati yang teachable—ia harus senantiasa mengosongkan diri agar terus dibentuk, bahkan siap ditegur dan diperbarui oleh Firman Tuhan serta tuntunan Roh Kudus,” tegas Ephorus. Beliau memaparkan bahwa dialog dan evaluasi pelayanan harus membuahkan hasil nyata pada diri para pelayan: semakin rendah hati dalam membentuk karakter, semakin bertumbuh dewasa dalam spiritualitas, serta semakin tangkas dan profesional dalam mengemban tanggung jawab pastoral.

Lebih lanjut, ibadah syukur ini Ephorus juga menyuarakan sikap profetis gereja terkait rentetan bencana ekologis yang baru-baru ini melanda wilayah Tapanuli Raya dan berdampak langsung pada warga jemaat HKBP Distrik I. Ephorus mengajak seluruh jemaat dan pelayan untuk tidak menutup mata terhadap realitas kerusakan alam dan menjadikan momen ini sebagai titik balik pertobatan ekologis.

“Duka jemaat yang menjadi korban bencana adalah duka gereja secara utuh. Doa-doa kita naikkan agar Tuhan menjauhkan kita dari bencana serupa, namun doa harus berjalan berdampingan dengan aksi nyata,” pesan Ephorus dengan lugas. Ia menekankan bahwa merawat alam bukanlah sekadar program sosial, melainkan wujud konkret dari iman yang bertanggung jawab. “Bumi ini seutuhnya adalah milik Tuhan. Kita manusia hanya diberi mandat untuk mengusahakan dan memeliharanya. Oleh karena itu, HKBP terpanggil untuk bersinergi penuh dengan pemerintah dalam ikhtiar memulihkan alam Tapanuli Raya,” tambahnya.

Pertemuan yang difasilitasi oleh Praeses HKBP Distrik I Tabagsel-Sumbar ini berlangsung dalam suasana kehangatan dan keterbukaan dari hati ke hati. Menutup rangkaian pengajarannya, Ephorus meneguhkan iman jemaat bahwa ibadah syukur awal tahun ini jauh melampaui seremoni pergantian kalender.

“Ini adalah deklarasi iman kita bersama. Sejarah gereja dan dunia ini mutlak berada dalam kedaulatan Allah yang hidup dan terus bekerja di tengah umat-Nya. Tuhan yang setia menuntun kita melewati badai di tahun 2025, adalah Tuhan yang sama yang akan menyertai langkah gereja-Nya menapaki tahun 2026,” tutup Ephorus, memberikan rasa optimisme bagi seluruh pelayan dan jemaat yang hadir.

Scroll to Top