Renungan Harian Sabtu, 14 Februari 2026

Doa pembuka

Kasih karunia dan damai sejahterah dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus Meyertai Kamu. Amin.

Renungan

Nas: Filipi 1: 21

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Bapa ibu dan saudara-saudara sekalian. Masihkah kita mengucap Syukur kepada Tuhan hari ini? Masih mampukah kita mengucapk syukur, meskipun kehidupan kita saat ini sedang terasa Berat? Ok, tenang, simpan dulu jawabannya.

Bapa ibu, saudara yang terkasih di dalam Kristus. Ketika Kehidupan kita terasa berat, memang rasanya hidup ini seakan teraniaya. Jika teraniaya, tentu secara logikanya, kita akan sulit untuk mengucap syukur, bahkan tidak mungkin.

Dikatakan teraniaya, bukan berarti hanya secara fisik, tetapi bisa juga secara mental dan psikis. Seperti: Adanya tekanan ekonomi saat ini, kita sedang lelah secara mental akibat persoalan yang ada di tengah keluarga, pekerjaan dan sebagainya, Cemas soal masa depan, adanya pergumulan pribadi maupun keluarga. Atau kita sedang merasa, bahwa iman kita semakin menipis karena banyaknya pergumulan hidup.

Sehingga  ketika bangun pagi dari tidur sekalipun. Hal yang kita dapatkan, bukanlah nyanyian pujian dan ucapan syukur, melainkan  berbagai Tagihan hidup, target pekerjaan kita, konflik relasi dan ragam persoalan yang menanti.

Ketika sudah berada di Fase ini, tak jarang, di dalam kesunyian dan diamnya kita. Kita mau berucap “ Tuhan, masihkah engkau di dalam Hidupku?”, “Tuhan, apakah engkau sudah meninggalkan aku?” “Tuhan, mengapa aku hidup seperti ini, apakah aku tidak layak hidup dengan baik?”.

Jawabannya, Tentu, Tuhan selalu hadir di hidup kita. Dan Tuhan tidak pernah meninggalkan Kita! Ini adalah hal yang harus kita ingat dan kita yakini!

Lalu bagaimana dengan persoalan hidup kita tadi? Bapa ibu, saudara-saudari yang terkasih. Mari kita belajar dari iman dan cara hidup Paulus. Ketika Paulus mengirimkan suratnya dan berkata kepada jemaat Tuhan yang ada di Filipi “ Hidup adalah Kristus”. Hidup paulus sedang tidak baik-baik saja. Hidupnya sedang terancam dan ia sedang di penjara, akibat imannya. Sehingga ketika Paulus mengatakan “Hidup adalah Kristus” Paulus tidak berkata bahwa hidupnya sedang berhasil, ia juga tidak berkata bahwa hidupnya sedang bahagia.  Tetapi baginya Hidup adalah Kristus.

Dalam artian:

Saat hidup dalam fase lancar dan baik” saja, Kristuslah acuan kita

Saat hidup berantakan, Kristus tetap jadi acuannya

Saat iman kuat, kristus tetap jadi acuan kita

Saat iman goyah, kristus tetap menjadi acuan hidup kita.

Itulah sebabnya Paulus juga berkata, bahwa “Mati adalah keuntungan”. Ini bukan berarti Paulus ingin mengajak kita untuk menyerah akan hidup. Tetapi bagi Paulus, Kristus lebih besar daripada hidup dan mati. Paulus ingin mengajak kita, agar kita berkata “Tuhan, baik aku hidup maupun mati, Engkau tetap milikku”.

Paulus ini mengajak kita, untuk menyadari anugerah terbesar yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Yaitu sebuah kehidupan. Dan kehidupan yang sudah kita terima ini bukanlah kesia-siaan. Dan kematian kita bukanlah akhir dari hidup kita. Sebab bagi orang yang percaya, Hidup bukanlah segalanya, mati bukanlah segalahnya,  tetapi Kristus adalah segalanya.

Ketika kita sudah berada di Fase ini, maka seluruh persoalan hidup dan keruweta hidup yang sedang kita alami saat ini. Tidak akan membuat kita untuk menyerah. Sebab kita akan mampu untuk bekerja keras, tetapi tidak putus asa. Dan jika sekalipun kita mengalami penderitaan, kita tidak akan hancur. Melainkan akan selalu bangkit dan berupaya melakukan yang terbaik yang kita bisa. Sebab inilah cerminan hidup yang mampu mengucap syukur.

Tidak hanya disaat baik-baik saja tetapi juga di dalam keadaan yang pahit dan penuh derita.

Bapa ibu dan saudara-saudari yang terkasih di dalam kristus. Iman Kristen bukanlah janji hidup tanpa luka, tetapi jaminan bahwa luka kita tidak akan sia-sia. Jika hari ini kita masih hidup, ini artinya kita masih memiliki kesempatan untuk berkarya atas anugerah kehidupan yang sudah kita terima dari pada Tuhan. Dan jika suatu saat kita mati, itu artinya kita sudah kembali kepada Dia, yang sudah terlebih dahulu mengasihi kita.

Karena bagi hidup kita, Kristus adalah segalanya. Amin

Doa Penutup

Bapa terima kasih atas segala berkat yang kami terima daripadaMu. Kami boleh hidup dan menikmati segala anugerah yang engkau sediakan bagi kami. Dengan kesadaran kami, kami menyadari bahwa kami sering lemah dan tidak berdaya untuk menghadapi segala tantangan dan pergumulan di dalam hidup Kami. Kami membutuhkan Engkau, disetiap detik hidup kami. Tolong kami dan kasihani kami! Dalam nama Yesus Kristus. Kami berdoa, Amin.

 

Pdt. Febri Setiadi Hutapea, S.Th

Fungsional di Kantor Sekretariat Departemen Koinonia HKBP

Kantor Pusat HKBP, Pearaja-Tarutung

Scroll to Top