Kasih Karunia, dan Damai Sejahtera dari Allah Bapa dan dari AnakNya Yesus Kristus menyertai kamu sekalian, Amin.
2 Yohanes 1 : 5 Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu — bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya — supaya kita saling mengasihi.
“Ketika Kasih Harus Mengakar Pada Kebenaran”
Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan, Nats kita pada hari ini mengajak kita kembali kepada hal mendasar orang percaya yaitu hidup dalam kebenaran dan mengasihi satu sama lain. Ayat singkat ini memanggil kita untuk melihat kasih sebagai tindakan yang berakar pada kebenaran Kristus.
Kita dapat membayangkan sebuah rumah di akhir abad pertama dimana jemaat kecil berkumpul, ajaran-ajaran baru datang mengganggu yang memunculkan ketakutan jemaat menjadi terpecah belah. Sehingga tulisan pun dituliskan kepada seorang “Ibu terpilih”, mungkin pemimpin rumah itu, menyerukan satu hal sederhana namun radikal: saling mengasihi. Bukan kasih yang lemah, melainkan kasih yang diuji oleh kebenaran. Ketika iman diuji oleh ajaran palsu, kasih yang tidak berakar pada kebenaran akan mudah hancur. Tetapi kasih yang tumbuh dari pengenalan akan Kristus, yang mengasihi hingga rela untuk mengorbankan dirinya, inilah yang akan mampu bertahan.
Ini menjadi refleksi bagi kita saat ini, apakah kasih kita di gereja saat ini hanya terasa hangat pada permukaan saja, ataukah ia sudah berakar pada pengakuan yang benar tentang Kristus? Ketika ada perbedaan pendapat, apakah kita memilih kebenaran yang memerdekakan atau kedamaian yang memadamkan kebenaran? Nats ini menuntun kita untuk menjawab bahwa kasih sejati itu harus mempertahankan kebenaran yang juga memelihara kesatuan.
Maka, praktikkanlah kasih yang berakar pada kebenaran dalam Kristus, suarakanlah kebenaran dengan penuh kedamaian, waspadalah terhadap ajaran yang menyesatkan, rawat mereka yang lemah dengan kesetiaan, bukan kompromi. Jadikanlah rumah, keluarga, gereja menjadi tempat di mana kebenaran dan kasih dapat dijumpai dan dihidupi. Jangan takut! Sebab, sebagaimana yang tertulis di ayat 3, Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih. Amin
Kita berdoa, Ya Allah, Sumber kebenaran dan kasih, kami sungguh bersyukur atas kebenaran firmanMu yang meneguhkan kami mengawali hari satu hari ini, Engkau mengingatkan kami bahwa kami harus hidup saling mengasihi. Tidak cukup hanya mengasihi yang menghasilkan kedamaian, tetapi tindakan kasih yang mengakar pada kebenaran di dalam iman kepada Yesus Kristus. Oleh karena itu, ajar kami untuk mampu hidup dalam kasih yang mengakar dalam kebenaranMu, setia pada kebenaranMu, sehingga kami mampu menjadi saksiMu di tengah-tengah lingkungan kami. Senantiasa sertai kami dalam menjalani aktifitas satu hari ini. Di dalam nama Yesus. Amin.
Pdt. Hasiholan Nababan



