Jambi (25/1) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, memimpin acara Pesta Perak 25 Tahun sekaligus prosesi sakral Mameakhon Batu Ojahan (MBO) di HKBP Simpang Rambutan, Resort Tungkal Ulu, Distrik XXV Jambi, pada Minggu (25/1). Momen bersejarah yang berlangsung di Desa Suban ini menjadi peneguhan fondasi bagi 1.070 jiwa jemaat yang tetap tekun bersaksi di pelosok Kabupaten Tanjung Jabung Barat, meski harus menempuh tantangan geografis dengan jarak empat jam perjalanan dari Kota Jambi.
Ibadah ini tidak hanya merayakan usia seperempat abad gereja, tetapi juga melaksanakan MBO sebagai pengakuan iman bahwa seluruh persekutuan, pelayanan, dan pendidikan iman lintas generasi. Dalam prosesi khidmat tersebut, dokumen dasar gereja seperti Alkitab, Buku Konfesi, Katekismus, hingga Surat Parpadanan yang menegaskan pengakuan hukum HKBP oleh negara, ditempatkan ke dalam batu ojahan sebagai simbol kesetiaan pada ajaran dan tata gereja. Ephorus menegaskan bahwa MBO bukan sekadar prosesi simbolik, melainkan pengakuan iman yang hidup dan bertanggung jawab. Seluruh kehidupan gereja, baik itu ibadah, persekutuan, pendidikan, dan kesaksian harus berdiri di atas firman Allah. “Kesetiaan Tuhan nyata dalam perjalanan 25 tahun HKBP Simpang Rambutan. Apa yang dimulai dalam kesederhanaan telah dipelihara dan ditumbuhkan oleh kasih karunia-Nya,” ujar Ephorus.
Suasana perayaan yang dihadiri sekitar 1.000 orang ini menjadi kesaksian hidup akan indahnya toleransi. Kehadiran unsur Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, TNI, Polri, serta perwakilan saudara-saudari Muslim dan Katolik membuktikan bahwa persekutuan HKBP Simpang Rambutan tumbuh di tengah semangat kebhinekaan Jambi. Kehadiran lintas agama tersebut menegaskan bahwa perbedaan bukanlah sekat, melainkan ruang perjumpaan yang harmonis. Kapolda Jambi melalui Irwasda Kombes Pol. Jannus P. Siregar turut menyatakan bahwa kehadiran Polri merupakan bentuk dukungan terhadap perjalanan iman jemaat dalam menjaga kerukunan umat beragama dan menciptakan harmoni sosial.
Ephorus menekankan bahwa kesetiaan Tuhan nyata dalam perjalanan 25 tahun jemaat yang bermula dari kesederhanaan hingga mampu melayani lebih dari seribu jiwa. Sebagai wujud komitmen pengembangan pelayanan di masa depan, acara ini juga dirangkai dengan penanaman pohon, penandatanganan prasasti Pesta Perak, serta peletakan batu pertama pembangunan gedung pertemuan (Sopo Godang) dan gedung sekolah minggu. Memasuki usia peraknya, HKBP Simpang Rambutan diharapkan terus bertransformasi menjadi sumber damai sejahtera dan terang bagi sesama serta bangsa Indonesia










