Minggu III Dung Epiphanias
Ep: Roma 15: 7-13
Topik: Jahowa Mangalehon Hadameon (Allah Memberikan Damai Sejahtera)
Shalom!
Firman Tuhan yang menjadi Nats Epsitel bagi kita pada Minggu ini, tertulis pada Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma pasal 15 ayat 7 sampai dengan 13. Firman Tuhan berkata:
7Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. 8Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Allah Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang kita, 9dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa, supaya mereka memuliakan Allah karena rahmat-Nya, seperti ada tertulis: “Sebab itu aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.” 10Dan selanjutnya: “Bersukacitalah, hai bangsa-bangsa, dengan umat-Nya.” 11Dan lagi: “Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia.” 12Dan selanjutnya kata Yesaya: “Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan.” 13Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
Dalam bagian suratnya ini, Rasul Paulus menguatkan jemaat di Roma yang akan segera ditinggalkannya menuju tempat pelayanan dan penginjilan yang lain. Rasul Paulus melihat bahwa keteguhan hati jemaat di Roma masih sangat rentan oleh perpecahan, baik dari dalam komunitas jemaat maupun luar komunitas jemaat. Salah satu pemicu konflik adalah adanya kesenjangan antar anggota jemaat. Kesenjangan tersebut dapat disebabkan oleh keberagaman atau perbedaan latar belakang sosial, perbedaan kekayaan, dan lain sebagainya. Sebagaimana diketahui bersama bahwa Roma adalah pusat kota, yang memiliki tingkat arus keluar masuk orang-orang dari berbagai daerah sangat tinggi. Oleh karena itu, Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Roma untuk tetap bersatu dalam komunitasnya dan mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya dengan sukacita demi kemuliaan nama Tuhan.
Dalam suratnya ini, Rasul Paulus menegaskan bahwa setiap anggota jemaat telah menerima kemuliaan Allah melalui Kristus Yesus. Oleh karenanya, hendaklah dalam kehidupan dan pelayanannya ditujukan untuk memuliakan Allah. Jemaat di Roma diingatkan untuk tidak merasa paling benar, paling berjasa dan paling lelah di dalam persekutuannya. Jemaat di Roma pun dikuatkan untuk tidak merasa rendah diri atau kurang percaya diri dalam pelayanan di tengah-tengah persekutuan. Semuanya telah menerima anugerah yang sama di hadapan Allah melalui Kristus Yesus. Hal inilah yang perlu dimaknai, disyukuri dan dipuji oleh jemaat di Roma sehingga dalam setiap hal yang diupayakan adalah untuk kemuliaan Allah.
Firman Tuhan yang menjadi nats epistel pada minggu ini, menguatkan kita juga di tengah keberimanan kita. Seringkali kita kehilangan sukacita, semangat, dan pengharapan ketika melakukan berbagai hal yang menjadi bagian dari kehendak Allah. Kita merasa kurang layak dan tidak mampu ketika mengerjakan berbagai hal yang Allah kehendaki dari dalam diri kita. Kita juga sering dicobai oleh orang-orang di sekitar untuk menggoyahkan kita bertahan melakukan yang sesuai dengan kehendak Allah. Kita pun sering gagal karenanya. Melalui Firman Tuhan pada hari ini, kita diajak untuk mengingat bahwa kita semua telah menerima anugerah yang sama, yakni penebusan di dalam Kristus Yesus. Allah akan memberikan penguatan, sukacita dan pengharapan yang baru sehingga kita dimampukan untuk melakukan sesuai Kehendak Allah. Allah memberikan damai sejahteranya kepada setiap orang yang mau percaya, setia dan taat di dalam melakukan yang sesuai dengan perintahNya. Tugas dan tanggung jawab orang percaya hanyalah tetap bekerja seturut kehendak Allah. Percayalah bahwa Allah akan menyertai dan memampukan kita semua. Amin.
Pdt serly Tampubolon


