Pearaja (17/3) – Sebanyak 500 Anak Sekolah Minggu (ASM) dari seluruh distrik HKBP di Pulau Sumatera ditargetkan akan meramaikan perhelatan Jambore Nasional Anak Sekolah Minggu (JNASM) Tahun 2026. Konsep pelaksanaan kegiatan ini menjadi fokus utama dalam pelantikan dan rapat perdana Panitia JNASM 2026 yang dipimpin langsung oleh Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, di Gedung Raja Pontas Lumbantobing, Selasa (17/3/2026).
Ajang pembinaan iman berskala nasional ini rencananya akan dipusatkan di Seminarium Sipoholon pada 24–27 Juni 2026. Mengusung tema “Pelita Pancarkan Iman di Tengah Keluarga” (Ulangan 6:4-9), jambore ini tidak hanya melibatkan ratusan anak, tetapi juga akan didampingi secara intensif oleh 50 “Sahabat Anak” (dengan rasio satu pendamping untuk 10 anak). Selain itu, kegiatan ini juga dirangkai dengan sesi pembekalan khusus bagi para Guru Sekolah Minggu (GSM).
Dalam arahannya usai melantik panitia secara hybrid (luring dan daring), Pdt. Dr. Deonal Sinaga menekankan bahwa mengelola acara dengan ratusan anak adalah sebuah panggilan pelayanan yang mulia. Ia mengapresiasi kesediaan panitia menyukseskan program yang telah berjalan konsisten sejak 2021 ini. “Anak Sekolah Minggu diharapkan memahami nilai-nilai HKBP dan merasakan bahwa mereka memiliki saudara seiman di seluruh penjuru Nusantara. Gunakan kesempatan melayani di kepanitiaan ini sebagai perwujudan ketaatan kepada Tuhan Yesus,” pesan Pdt. Deonal seraya menyerukan yel-yel JNASM 2026: “Melangkah dengan iman, melayani dengan hati.” Selain itu, Ketua Umum Panitia, Ibu Desi Nainggolan turut menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter anak yang berani, mandiri, bertanggung jawab, dan mencintai Tuhan.
Usai pelantikan, Ketua Pelaksana JNASM 2026, Bvr. Marthalena Sinaga, langsung memimpin rapat perdana guna mematangkan berbagai kesiapan teknis. Beberapa keputusan faktual dan strategis yang disepakati untuk menyukseskan acara ini meliputi:
- Rekrutmen Sahabat Anak: Pendaftaran segera dibuka bagi mahasiswa teologi dan GSM melalui formulir daring, dilanjutkan dengan tahap wawancara. Peserta terpilih wajib mengikuti Pra-Jambore pada 21–23 Juni 2026.
- Penguatan Kepanitiaan: Untuk mengimbangi besarnya skala acara, rapat menyetujui penambahan personel pada Seksi Notulensi, Seksi Tempat dan Kebersihan, serta Seksi Perlengkapan.
- Aturan Konsumsi dan Ketertiban: Guna menjaga kesehatan peserta, panitia melarang anak-anak jajan sembarangan dan akan menertibkan area dari pedagang keliling. Anak-anak juga diwajibkan membawa tumbler (botol minum) pribadi.
- Kesiapan Logistik dan Infrastruktur: Seluruh seksi diinstruksikan segera merampungkan rincian anggaran dan mendata kebutuhan peralatan untuk diajukan peminjamannya kepada Biro Umum HKBP. Panitia juga akan menyurati PLN untuk memastikan pasokan arus listrik aman dan tidak ada pemadaman di area Seminarium Sipoholon selama kegiatan berlangsung.
Rangkaian acara yang diawali dengan ibadah pimpinan Pdt. Ayu Ade Simorangkir ini berjalan lancar dan penuh antusiasme. Sebagai tindak lanjut kesiapan acara, panitia tingkat Badan Pengurus Harian (BPH) dan Koordinator Seksi dijadwalkan akan kembali menggelar rapat pada 7 April 2026 mendatang.










