HKBP Tuan Rumah UEM AsRA 2026, Ephorus Suarakan Persatuan dalam Missio Dei dan Inklusivitas Gereja

Dokumentasi Foto

Medan (12/2) – Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) sukses menggelar dan menjadi tuan rumah (host) pelaksanaan United Evangelical Mission (UEM) Asia Regional Assembly (AsRA) 2026 yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara. Rangkaian kegiatan yang mempertemukan pimpinan gereja dari berbagai negara di Asia ini resmi ditutup pada Rabu (11/2/2026) di HKBP Sudirman, setelah sebelumnya dibuka secara resmi di HKBP Pardamean (8/2/2026).

Dalam sambutannya sebagai tuan rumah, Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, menekankan poin teologis mendasar mengenai Missio Dei atau Misi Allah. Beliau menegaskan bahwa gereja dan seluruh pelayanannya adalah milik Allah, bukan milik manusia untuk dikuasai.

“Gereja bukanlah milik kita untuk kita kuasai, melainkan milik-Nya untuk Ia pelihara. Kita bukan pemilik misi itu; kita hanyalah yang dengan kasih karunia diikutsertakan di dalamnya,” ujar Ephorus HKBP di hadapan para delegasi internasional.

Lebih lanjut, Ephorus menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam tubuh gereja. Beliau menegaskan bahwa pemuda bukan sekadar masa depan gereja, melainkan gereja hari ini yang menjadi rekan sekerja dalam misi Allah. Ia juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan UEM menjadikan HKBP sebagai tuan dan nyonya rumah, sembari membanggakan Kota Medan dan Sumatera Utara sebagai salah satu wilayah paling toleran yang memungkinkan acara internasional ini berjalan dengan aman dan penuh sukacita.

Lawan Diskriminasi dan Perkuat Diakonia

Agenda AsRA 2026 ini mengusung tema krusial “The Beam in Our Eyes: Discrimination in Grace and Diakonia”. Isu diskriminasi dan inklusivitas menjadi sorotan utama sejak ibadah pembukaan pada Minggu (8/2/2026) di HKBP Pardamean. Kepala Departemen Marturia HKBP, Pdt. Bernard Manik, M.Th, dalam khotbah pembukaannya menyerukan agar gereja menjadi ruang inklusif yang merangkul perbedaan dan membebaskan kaum marginal.

Semangat inklusivitas ini telah ditunjukkan oleh HKBP selaku tuan rumah sejak malam penyambutan di hari sebelumnya (7/2/2026). Kepala Departemen Koinonia, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, dan Kepala Departemen Diakonia, Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min, secara simbolis menyematkan stola bertema Ulos Batak kepada seluruh peserta sebagai tanda penerimaan yang tulus bahwa delegasi adalah “bagian dari keluarga” dan saudara dalam Kristus.

Strategi Misi di Tengah Geopolitik Global

Selain aspek spiritual, persidangan juga membahas langkah strategis gereja di tengah tantangan geopolitik dan finansial global. Dalam sesi Study Day, forum menyoroti tantangan finansial. Sebagai respons, sidang memperkenalkan inisiatif pendirian “Yayasan Pijar Misi Indonesia” yang dipaparkan oleh Sekretaris Eksekutif UEM, Pdt. Dyah Ayu Krismawati. Yayasan ini dirancang untuk mendukung kemandirian dana (financial sustainability) bagi keberlanjutan program UEM di Asia.

Diskusi teologis juga diperkuat oleh pemaparan Rev. Ferdinand Anno mengenai “Cruciform Missiology”, yang mengajak gereja untuk berani menyuarakan kebenaran moral melawan ketidakadilan dan menunjukkan solidaritas penuh kepada komunitas yang termarginalkan, baik dalam konteks konflik global maupun lokal.

Apresiasi Atas Suksesnya Penyelenggaraan

Rangkaian sidang ditutup dengan Ibadah dan Perjamuan Kudus di HKBP Sudirman yang dilayani oleh Pdt. Dr. Deonal Sinaga. Vice-Moderator UEM sekaligus Ketua Asian Regional Board (ARB), Ephorus (Em.) Pdt. Dr. Robinson Butarbutar, menilai pelaksanaan AsRA kali ini sangat istimewa dan memuji persiapan matang yang dilakukan HKBP.

Ketua Panitia Pelaksana, Kombes (Purn) Dr. Maruli Siahaan, bersama seluruh panitia lokal mendapat apresiasi tinggi atas kerja keras dalam memfasilitasi delegasi yang hadir dari Hong Kong, Sri Lanka, Filipina, serta pimpinan sinode gereja anggota UEM di Indonesia seperti GKPI, GKPS, BNKP, GBKP, dan lainnya.

Momen penting lainnya dalam persidangan ini adalah pelantikan Rev. Jurcelyn B. Astudillo, pada saat acara pembukaan, sebagai Deputy Executive Secretary for Asia yang baru, serta penetapan GKPS sebagai tuan rumah perayaan 30 tahun Internasionalisasi UEM pada Juni 2026 mendatang. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan doa bersama agar seluruh delegasi kembali ke negara masing-masing dengan membawa semangat baru untuk melayani Tuhan.

Scroll to Top