Renungan Harian Rabu, 11 Februari 2026

 

Syalom Selamat pagi bapak / ibu dan saudara / i yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Marilah kita mempersiapkan diri untuk mendengarkan Firman Tuhan dengan bersaat teduh sejenak .

Doa pembukaan

Kita berdoa: Tuhan Yesus, terimakasih atas kasih anugrahMu kepada kami hingga saat ini, sehingga kami dalam keadaan sehat dan bernafas kehidupan. Berikanlah kepada kami ya Tuhan, roh pengertian untuk memahami firmanMu ini dan dapat kami jalankan sesuai dengan firmanMu. Amin.

Yang menjadi nats renungan kita hari ini .Rabu 11 Pebuari 2026 tertulis. Ayub 1:21. Katanya Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku,dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan

Bapak, ibu, saudara/ i yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.Ayub adalah seorang lakilaki dari tanah Us terbilang seorang yang saleh dan jujur, tekun berTuhan menjauhi kejahatan.Nats ini adalah ungkapan Ayub waktu ia mengalami musibah dalam hidupnya.Benar benar suatu penderitaan yang sangat memilukan didalam dirinya. Dalam kurun waktu dalam satu hari semua yang ia punya, mulai dari harta benda, anak , bahkan istrinya sendiri meninggalkan dia seorang diri.dan Ayub juga mengalami sakit penyakit kulit atau kusta/lepra, benar benar memilukan ujian yang datang pada dirinya karena Tuhan sedang menguji dia. Nah, amang, inang seandainya hal ini terjadi pada hidup kita apa kah kita mengutuki Tuhan? Apakah kita tetap mengasihi dan setia kepadaNya sekalipun berat penderitaan kita? Apakah kita bersungutsungut kepadaNya? . Kita harus yakin dibalik penderitaan kesengsaran yang kita alami ada maksud Tuhan yang baik. Semua penderitaan yang kita alami tidak melebihi kekuatan kita, Tuhan sedang menguji kita apakah kita mau tetap percaya serta mencintai Dia sekalipun dalam penderitaan ? Nats ini mengingatkan diri kita, dan memberikan contoh iman sejatih yang tidak bergantung pada berkat materi.Bahkan saat kehilangan segalanya ia tetap memuji nama Tuhan, untuk tetap setia, beribadah dan tidak menyalahkan Tuhan saat menghadapi situasi terpuruk. Amin.

Doa penutup : Terima kasih Tuhan atas firmanmu ini, yang mengingatkan kami selalu untuk setia kepadaMu dikala kami dalam penderitaan dan penderitaan yang kami alami tidak melebihi kekuatan kami . Amin.
Anugrah Tuhan Yesus Kristus dan kasih setia dari Allah bapa serta persekutuan Roh Kudus kiranya menyertai kita sekalia . Ami

Bvr. Cleopatra Sitorus – Kantor biro Zending Siantar

Scroll to Top