Renungan Harian Jumat 27 Februari 2026

 

RATAPAN 2:17 “TUHAN telah menjalankan yang dirancangkan-Nya, Ia melaksanakan yang difirmankan-Nya, yang diperintahkan-Nya dahulu kala; Ia merusak tanpa belas kasihan, Ia menjadikan si seteru senang atas kamu, Ia meninggikan tanduk lawan-lawanmu.”

DOA PEMBUKA : Allah Bapa yang Mahakuasa, kami bersyukur atas pagi hari yang baru ini, nafas kehidupan yang masih dapat kami rasakan. Sebelum kami membuka hati kami mendengarkan Firman-Mu, kami mohon agar Roh Kudus-Mu membimbing kami, membukakan mata hati kami, sehingga kami dapat mengagumi kebesaran-Mu dan firmanMu dapat kami pahami dan kami lakukan dalam kehidupan kami. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin

Syalom selamat pagi buat kita semua,

Yang menjadi renungan kita pada hari ini, tertulis dalam kitab RATAPAN 2:17 beginilah firman Tuhan : “TUHAN telah menjalankan yang dirancangkan-Nya, Ia melaksanakan yang difirmankan-Nya, yang diperintahkan-Nya dahulu kala; Ia merusak tanpa belas kasihan, Ia menjadikan si seteru senang atas kamu, Ia meninggikan tanduk lawan-lawanmu.” Demikianlah firman Tuhan.

Saudara/i yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Ketika kita menghadapi penderitaan atau kegagalan yang besar, pertanyaan pertama yang sering muncul adalah: “Di manakah Tuhan?” atau “Apakah Tuhan sudah kehilangan kendali?”. Kitab Ratapan ditulis di tengah puing-puing kehancuran Yerusalem. Bait Allah runtuh, tembok kota hancur, dan umat Tuhan dibawa ke pembuangan. Dalam kesedihan yang mendalam itu, penulis Ratapan tidak mencari kambing hitam. Sebaliknya, melalui Ratapan 2:17, ia menuntun kita pada satu kebenaran yang tegas namun penting yaitu : Tuhan tetap berdaulat, dan Dia sedang menggenapi firman-Nya.

Saudara/i yang terkasih, Ayat ini mungkin terdengar keras. Dikatakan bahwa “TUHAN telah melakukan apa yang dirancangkan-Nya” dan “Ia merusak tanpa belas kasihan.” Secara sepintas, ini seolah menggambarkan Allah yang kejam. Namun, jika kita menggali lebih dalam, pengakuan ini justru merupakan landasan iman yang sangat kokoh. Ratapan 2:17 mengingatkan kita bahwa Tuhan kita bukanlah Tuhan yang sekadar menggertak. Firman-Nya adalah ketetapan mutlak. Jika Ia setia pada janji berkat-Nya, Ia juga setia pada keadilan dan peringatan-Nya.

Saudara/i yang terkasih, Kejatuhan Yerusalem bukanlah karena musuh (Babel) lebih kuat dari Allah, melainkan karena Allah sedang mendisiplinkan umat-Nya. Jauh pada zaman dahulu, melalui Musa, Tuhan sudah memberikan peringatan yang jelas: akan ada berkat untuk ketaatan dan kutuk untuk ketidaktaatan (Ulangan 28). Apa yang terjadi pada bangsa Israel adalah bukti bahwa firman Tuhan itu hidup dan pasti digenapi, termasuk peringatan-Nya akan akibat dari dosa. Disinilah letak pengharapannya. Jika Tuhan terbukti sangat setia menepati ancaman dan teguran-Nya terhadap dosa, maka Tuhan yang sama juga pasti akan menepati janji pemulihan-Nya. Kesetiaan-Nya pada keadilan menjamin kesetiaan-Nya pada kasih karunia. Allah yang menghajar umat-Nya demi pertobatan adalah Allah yang sama, yang akan merangkul mereka kembali ketika mereka berbalik kepada-Nya.

Menghadapi teguran firman Tuhan ini, ada beberapa hal yang bisa kita aplikasikan secara nyata dalam hidup kita:

Yang pertama:  Evaluasi Sikap Terhadap Dosa: Apakah kita sering meremehkan dosa kecil dengan berlindung di balik “kasih karunia” Tuhan? Ingatlah saudara/i bahwa Tuhan tidak pernah menganggap remeh dosa. Kasih karunia seharusnya membuat kita menjauhi dosa, bukan memanfaatkannya.

Yang kedua: Jika saat ini Tuhan sedang menegur kita—baik melalui situasi yang sulit, firman yang kita baca, atau nasihat orang lain—janganlah kita mengeraskan hati. Bertobatlah sebelum teguran itu berubah menjadi disiplin yang menyakitkan.

Ketiga, Jika kita sedang menanggung konsekuensi akibat kesalahan masa lalu, jangan putus asa. Sadarilah bahwa Tuhan sedang membentuk kita. Terima prosesnya dengan kerendahan hati, karena disiplin adalah tanda bahwa Tuhan peduli pada pembentukan kita. jadi Jika hari ini Anda sedang berada di masa yang berat, jangan lari dari Tuhan. Berlarilah kepada-Nya. Tangan yang mengizinkan Anda melewati proses ini adalah tangan yang sama yang akan membalut dan memulihkan Anda. Amin

DOA PENUTUP “Ya Tuhan Allah Bapa kami yang di surga. Terimakasih buat Firman Mu, Mampukan kami untuk menerima firman mu dan melakukannya dalam hidup kami. Bentuklah kami melalui setiap proses yang harus kami lewati. Bangunlah kembali apa yang runtuh dalam hidup kami di atas dasar kasih karunia Kristus. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

 

C.Pdt. Widora Riaulita Sitorus S.Th

Scroll to Top