Renungan Harian Marturia HKBP: Kamis, 9 April 2026

 

Doa Pembuka: Bapa kami yang di Surga, Bapa yang Maha Kasih di dalam Tuhan Yesus Kristus, kami datang ke hadirat-Mu dengan hati yang penuh syukur. Kami percaya bahwa setiap nafas yang kami hirup adalah anugerah dari-Mu. Saat ini, ketika kami merenungkan firman-Mu, biarlah Roh Kudus bekerja di dalam hati kami, sehingga kami mengerti, merasakan, dan mengalami kebenaran-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.

 

Renungan

KELUARAN 6 : 6

“Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu,

supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN,

Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir.”

 

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,

Sering kali kita menjalani hidup dengan perasaan lelah. Banyak hal yang harus dipikirkan, banyak tanggung jawab yang harus diselesaikan. Tanpa sadar, kekhawatiran pun datang dan kita simpan sendiri. Dari luar, kita mungkin terlihat kuat dan baik-baik saja. Kita tetap tersenyum, tetap menjalani aktivitas seperti biasa. Namun di dalam hati, ada beban yang tidak selalu bisa kita ceritakan. Tekanan pekerjaan, persoalan keluarga, ketakutan akan masa depan, semuanya perlahan membuat hati terasa berat. Bahkan, tidak jarang kita menjadi gelisah dan bingung harus berbuat apa. Tanpa kita sadari, kita bisa hidup seperti orang yang terikat. Bukan karena kita tidak bebas secara fisik, tetapi karena hati kita dipenuhi rasa takut, tekanan, dan kelelahan.

Di tengah keadaan seperti itu, Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita:

“Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu… Aku yang membebaskan kamu.”

Firman ini pertama kali diberikan kepada bangsa Israel saat mereka hidup dalam penderitaan di Mesir. Hidup mereka penuh tekanan dan kerja paksa. Mereka lelah, bahkan hampir kehilangan harapan. Namun, Tuhan tidak langsung berbicara tentang perubahan keadaan mereka. Tuhan terlebih dahulu mengingatkan identitas mereka: “Kamu adalah umat-Ku, dan Aku adalah Allahmu.”

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,

Sering kali kita terlalu fokus pada masalah, sampai lupa siapa kita dihadapan Tuhan. Kita merasa harus kuat sendiri. Kita merasa semua bergantung pada usaha kita. Kita merasa berjalan sendirian. Padahal Tuhan berkata: “Kamu adalah umat-Ku.” Artinya, kita ini milik Tuhan dan Tuhan tidak pernah meninggalkan milik-Nya. Lalu Tuhan juga berkata: “Aku yang membebaskan kamu.” Artinya, Tuhan tidak diam melihat pergumulan kita. Dia bekerja, bahkan saat kita tidak menyadarinya. Dia sanggup melepaskan kita, bukan hanya dari masalah di luar, tetapi juga dari beban di dalam hati kita, dari kecemasan, luka, dan ketakutan akan masa depan.

Firman ini mengingatkan kita: Bahwa kita tidak berjalan sendirian, kita adalah umat Tuhan. Saat kita menyadari hal itu, hati kita mulai berubah. Kita tidak lagi dikuasai ketakutan. Kita belajar percaya, walaupun keadaan belum berubah. Kita bisa melangkah dengan lebih tenang, karena kita tahu: Tuhan adalah Allah kita, dan kita adalah umat-Nya. Amin.

 

Doa Penutup: Ya Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu hari ini. Di tengah beban dan kekhawatiran kami, ingatkan kami bahwa kami adalah milik-Mu. Tolong kami untuk tetap percaya kepada-Mu, dan merasakan bahwa Engkau selalu menolong dan membebaskan kami. Kuatkan hati kami untuk menjalani hidup bersama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.

 

C.Pdt. Johannes Sibarani, S.Th- LPP III di Biro Ibadah Musik HKBP

 

Scroll to Top