Doa Pembuka:
Damai sejahterah Allah yang melampaui segala akal itu lah yang memberkati hati dan pikiran saudara di dalam Kristus Yesus. Amin.
Khotbah Epistel:
Bapak, Ibu, serta Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.
Saudara-saudari yang dikasihi Kristus, hari ini kita berdiri dalam terang kebangkitan. Kristus, yang telah menderita dan mati di atas kayu salib, kini hidup! Kubur-Nya kosong, dan maut telah dikalahkan. Namun, kisah kebangkitan dalam Injil Markus pasal 16 tidak hanya berhenti pada sorak-sorai kemenangan, melainkan membawa kita pada realitas kedegilan hati manusia dan kuasa firman Tuhan yang membangkitkan iman.
Ketika Maria Magdalena berlari membawa kabar sukacita bahwa Yesus hidup, murid-murid-Nya justru sedang berkabung dan menangis. Dan apa yang terjadi ketika mereka mendengar kabar itu? “Mereka tidak percaya” (ay. 11). Bahkan ketika dua murid lain kembali dari perjalanan ke luar kota dan menceritakan perjumpaan mereka dengan Kristus yang bangkit, lagi-lagi, “kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya” (ay. 13).
Murid-murid ini adalah orang-orang yang hidup bersama Yesus, mendengarkan ajaran-Nya, dan melihat mukjizat-Nya. Namun, ketika berhadapan dengan realitas kebangkitan, akal dan hati mereka menolak. Mengapa? Karena keberdosaan manusia telah mematikan kita secara rohani. Di dalam diri kita sendiri, menurut kehendak daging kita, kita tidak mampu untuk percaya. Kita tidak bisa dengan kekuatan akal kita sendiri membangkitkan iman kepada Kristus.
Di sinilah kita melihat kasih Allah yang luar biasa. Yesus akhirnya menampakkan diri-Nya sendiri kepada kesebelas murid itu. Ia menegur mereka, namun teguran itu bukanlah akhir dari segalanya, melainkan titik tolak kasih-Nya. Ia tidak membuang mereka karena ketidakpercayaan mereka; sebaliknya, Ia membangkitkan iman mereka yang mati itu dengan firman-Nya sendiri.
Dan setelah Ia membangkitkan mereka dari kematian rohani dan keputusasaan, Ia memberikan sebuah amanat yang agung: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum” (ay. 15-16).
Saudara-saudara, perhatikan urutan yang sangat penting ini. Keselamatan adalah anugerah murni dari Allah. Dalam pemahaman teologi kita, kita diselamatkan hanya karena kasih karunia (sola gratia) dan hanya melalui iman (sola fide). Namun, bagaimana iman itu bisa muncul di dalam hati kita yang mati karena dosa? Iman itu dikaruniakan Allah melalui pemberitaan Injil dan Sakramen.
Yesus menggabungkan “percaya” dan “dibaptis”. Baptisan bukanlah sekadar ritual keanggotaan gereja atau perbuatan baik manusia untuk memenangkan hati Tuhan. Baptisan adalah sarana kasih karunia di mana Allah sendiri yang bekerja. Melalui air dan firman-Nya, Allah membasuh dosa kita, mematikan manusia lama kita, dan membangkitkan manusia baru di dalam Kristus.
Tuhan tidak memanggil kita untuk mengubah-ubah urutan firman-Nya menurut pemikiran atau teologi buatan kita sendiri. Ia tidak berkata, “Berbuat baiklah maka kamu akan diselamatkan”. Ia berkata, “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan”. Keselamatan adalah karya-Nya seratus persen, bukan hasil kehendak daging atau kehendak manusia, melainkan kelahiran kembali dari Allah (bdk. Yohanes 1:13).
Karena itu, ketika Tuhan Yesus menjanjikan tanda-tanda yang menyertai orang percaya dalam ayat-ayat selanjutnya, mengusir setan, berbicara dalam bahasa baru, memegang ular, atau kebal terhadap racun, hal itu bukanlah perintah untuk mencari-cari keajaiban atau mencobai Tuhan demi membuktikan kehebatan iman kita. Sebaliknya, hal itu adalah bukti bahwa Injil yang diberitakan oleh para rasul berkuasa penuh untuk mendobrak kuasa Iblis dan maut, sebuah peneguhan bagi gereja mula-mula.
Bagi kita saat ini, mukjizat terbesar yang harus kita syukuri setiap hari adalah mukjizat pertobatan dan pengampunan dosa. Mukjizat bahwa Tuhan telah membangkitkan kita dari kematian rohani melalui firman-Nya, dan memelihara kita di dalam anugerah Baptisan Kudus.
Jemaat terkasih, Kristus telah bangkit. Ia mengampuni keraguan kita, Ia mencela kedegilan kita untuk menyadarkan kita, dan Ia mengutus kita ke dunia. Beritakanlah Injil-Nya, peliharalah iman yang telah Ia anugerahkan, dan biarlah terang kebangkitan-Nya selalu menuntun jalan kita menuju kehidupan kekal. Terpujilah Kristus. Amin.
Doa Penutup:
Ya Allah Bapa yang mahakasih, kami mengucap syukur atas anugerah kebangkitan Putra-Mu, Yesus Kristus, yang telah mengalahkan maut dan menebus segala dosa kami. Ampunilah kami jika sering kali hati kami degil dan diliputi keraguan, serta tolonglah kami agar melalui kuasa Roh Kudus dan firman yang telah ditaburkan hari ini, iman kami terus dibangkitkan dari kematian rohani. Peliharalah kami senantiasa di dalam kasih karunia Baptisan Kudus yang telah menyatukan kami dengan kematian dan kebangkitan Kristus, serta mampukanlah kami menjadi saksi-saksi-Mu yang setia memberitakan Injil keselamatan di tengah dunia ini. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus dengarkanlah doa kami. Amin.
Pdt. Mika Simanjuntak



