Renungan Harian Kamis, 26 Februari 2026

Shalom dan salam setia para pendengar renungan harian HKBP. Firman Tuhan pada hari ini didasarkan pada.

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. (2 Timotius 1: 7)

Bapak/ibu saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, begitu banyak bentuk roh ketakutan yang disediakan dunia ini. Ketakutan akan kemiskinan, penyakit, ketakutan akan hari esok atau bahkan kematian. Timotius juga mengalami ketakutan dalam hidup pelayanannya. Di bawah penganiayaan  berat Nero, rasul Paulus sedang di penjara dan menjadi martir. Timotius dan orang-orang kudus lainnya merasa takut dan menahan diri untuk tidak memberitakan Kristus, menahan diri untuk tidak bersuara demi Kristus. Roh ketakutan juga kita alami saat-saat ini, bahkan seringkali kita takut dengan alasan yang lebih ringan.

Di balik ancaman dan ketakutan itu, Paulus mengajak Timotius dan kita pada saat-saat ini, untuk mengikuti teladannya dalam keberanian menghadapi penderitaan dan kesetiaan dalam pelayanan. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, firman ini menguatkan kita. Roh ketakutan bukan berasal dari Allah. Fokus tertuju pada diri sendiri, mengandalkan kekuatan dan pikiran diri sendiri, tidak bersandar pada kuasa Allah, tidak mengandalkan kasih Allah – sering mendekatkan kita pada ketakutan dan kekhawatiran.

Untuk bertahan pada saat-saat ketakutan, kebimbangan dan masa-masa menyakitkan, kita membutuhkan kekuatan, kasih dan ketertiban/ penguasaan diri. Ketiga hal ini dikarunia oleh Tuhan, bersal dari Tuhan. Roh Kudus membangkitkan kekuatan untuk iman yang lemah, kasih untuk iman yang takut, dan pengendalian diri untuk jiwa pengecut, yang berpikir dan bertindak dengan sembarangan. Sedikitnya ada tiga bekal rohani kita ketika membaca firman Tuhan dalam 2 Timotius 1:7 ini:

  1. Alih-alih takut, Roh Kudus memberi kita keberanian

Roh Kudus juga bekerja di dalam hidup kita. Meskipun Paulus di dalam kurungan dan akan segera menghadapi hukuman mati, alih-alih takut – Paulus menunjukan keberanian dan kekuatan melalui tulisannya kepada Timotius, Roh ini berasal dari Roh Kudus. Demikian juga kita orang yang percaya kepada penebusan Kristus. 5 tahun lalu kita khawatir dengan Covid yang melanda, saat ini kita khawatir dengan peperangan dan perselisihan di mana-mana, 5 tahun ke depan kita juga menghadapi ketakutan dan kekhawatiran yang berbeda. Andalkan Roh Kudus yang memberi kekuatan dan keberanian. Bersama Dia kita sanggap dan mampu.

  1. Kasih yang melampaui ketakutan

Para nabi masa Perjanjian Lama melihat Terang yang akan digenapi dalam Yesus Kristus. Yohanes menuliskan „Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,..“ kasih jauh lebih besar dari ketakutan dan kekhawatiran kita. Bapak/ibu, saudara/i, firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk berpaling dari ketakutan dan kekhawatiran kita kepada besarnya kasih Allah. Fokus pada kasihNya bukan pada pergumulan, fokus pada besarnya kuasaNya bukan pada tantangan yang kita hadapi, fokus pada karuniaNya bukan pada kekhawatiran kita. Jauh lebih besar kasihNya daripada ketakutan yang disediakan dunia ini.

  1. Ketertiban atau Pengendalian Diri mengajak berserah penuh pada KaruniaNya

Zaman dan dunia ini menyediakan banyak hal instan untuk mengatasi ketakutan kita. Kita banyak melihat, orang sakit buru-buru memohon pertolongan dari dukun, orang miskin jatuh pada khayalan kekayaan yang semu, orang khawatir buru-buru memabukan dirinya. Ketertiban dan pengendalian diri adalah karunia Roh Kudus, agar kita meminta dalam doa kepadaNya dengan tidak jemu-jemu, berharap pada karuniaNya dengan disiplin dan kesabaran. Firman Tuhan mengajak kita untuk senantiasa tertib dan taat pada FirmanNya, mengendalikan hawa nafsu untuk kuasa Tuhan yang terus-menerus.

Kiranya Tuhan sumber kekuatan, kasih dan ketertiban senantiasa menyertai hidup kita. Ketakutan bukan roh Allah, roh Allah bekerja di dalam kita menghadapi tantangan dan pergumulan hidup kita. Amin.

Pdt. Tri Joel Manullang

Scroll to Top