Doa Pembuka: Kita berdoa, Allah Bapa kami yang bertahta tinggi dalam kerajaan Surga, terima kasih atas berkat yang Tuhan berikan kepada kami, sebentar kami akan mendengarkan firman Tuhan berkati hati dan pikiran kami. Amin.
Firman Tuhan yang menjadi landasan kita beraktivitas pada hari ini Senin, 30 Maret 2026 tertulis dari Zakaria 1:3 “Sebab itu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Kembalilah kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN semesta alam, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam.” Demikian firman Tuhan.
Syalom, Bapak/Ibu Saudara/i yang Kekasih, Ayat ini adalah seruan pertobatan yang sangat jujur dan sangat kuat disampaikan oleh Zakaria kepada Bangsa Israel. Mengapa ini terjadi? Dalam konteks zaman itu Bangsa Israel baru kembali pulang dari tanah pembuangan di Babel, namun perilaku mereka masih sangat jauh dari apa yang Tuhan inginkan. Secara fisik, mereka sudah pulang ke tanah perjanjian. Tetapi secara rohani, mereka masih jauh. Mereka membangun kembali kehidupan mereka, tetapi bukan Tuhan yang menjadi pusatnya. Bait Allah terbengkalai. Iman menjadi rutinitas. Relasi dengan Tuhan berubah menjadi formalitas tanpa adanya iman yang teguh.
Adanya kata “perintah: Kembalilah kepada-Ku” demikianlah Firman Tuhan semesta alam, jika dalam bahasa aslinya ialah berbalik arah sepenuhnya. Kalimat ini bukan hanya sekedar memperbaiki perilaku saja, melainkan perubahan arah hidup (yang awalnya dari menjauh – ke yang sekarang menjadi kembali kepada Tuhan sebagai pusat kehidupannya). Artinya Bapak/Ibu, Saudara/i yang kekasih, hal yang kita hadapi saat ini bukanlah perkara dosa kita dihadapan Tuhan, akan tetapi hal tersebut adalah Arah hati kita.
Dan kalau kita mau jujur, kita merasakan apa yang Firman Tuhan katakan bukan?
Kita boleh saja datang ke gereja, namun hati kita tidak bersama Kristus
Kita bisa saja berdoa, namun doa itu hanya sekedar ucapan tanpa adanya hubungan yang dekat denganNya
Kita bisa saja melayani, tapi kita mengharapkan sesuatu yang menguntungkan
Kita bisa saja terlihat sebagai orang Kristen, namun sejujurnya kita tidak mengenal Siapa Juruselamat itu.
Apa yang sebenarnya kita cari wahai umat Tuhan? Sebegitu banyaknyakah hal yang perlu kita gapai dahulu baru kita bisa kembali kepadaNya?
Bapak/Ibu, Saudara/i yang kekasih. Firman Tuhan pada hari ini juga mengatakan bahwa Tuhan tidak berhenti pada tuntutan kepada manusia, Ia juga memberikan Janji Keselamatan. Maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam, ini bukan layaknya perkataan kita terhadap sesama kita. Ini adalah Kabar Baik yang Tuhan berikan kepada UmatNya, artinya adalah ketika manusia mengambil Langkah untuk Kembali kepada Tuhan, maka Tuhan merespon dengan pengampunan kepada umatNya. Hal ini terjadi bukan karena kita layak, bukan karena usaha kita, namun karena Tuhan Allah selalu ada untuk memulihkan dan menerima kita kembali.
Bapak/Ibu, Saudara/i yang kekasih. Saat kita berbicara tentang Kembali kepada Tuhan, ada saja diantar kita yang berfikir ulang lagi karena dosa dan kesalahan yang menjadi tembok penghalang. Padahal kita tahu, pengampunan dan kelayakan kita, dan semuanya itu hanya karena Tuhan sendiri. Tuhan juga tidak menuntut kita harus ini dan itu. Tuhan hanya berkata “Kembalilah – Maka aku akan kembali kepadamu.” Kembalinya kita kepada Tuhan dimulai dari keputusan Langkah kita, tidak ada yang dapat menghalangi kepulangan kita kepada Tuhan.
Saat ini ada diantara kita yang ibaratnya masuk dalam ruangan gelap dan tertutup jendela. Menyalahkan dan mengatakan tempat ini sangat gelap! Tidak ada cahaya. Padahal saat itu matahari sangatlah terang, namun masalahnya ada pada posisi kita, kita hanya terdiam dan tidak mau keluar kembali pada cahaya.
Oleh karena itu Bapak,Ibu/Saudara/i yang kekasih
Kembalilah Kepada Yesus Kristus
Kembalilah pada hubungan yang erat bersamaNya
Kembalilah pada Iman yang tulus meneladani Kristus
Kembalilah dalam pelayanan seperti apa yang telah Yesus nyatakan kepada dunia ini.
Maka Janji Tuhan akan selalu ada dan akan tetap sama. Tidak dapat diubah oleh siapapun, akan selalu menyertai kita sampai selama-lamanya.
Doa Penutup: Kita berdoa! Bapa yang kami kenal di dalam Yesus Kristus terima kasih atas Firman Tuhan pada hari ini yang telah mengajarkan mengingatkan dan memulihkan. Kiranya kami akan semakin sadar untuk Kembali kepadaMu ya Tuhan. Berikanlah kepada kami hati yang mau mendengar dan melaksanakan FirmanMu Tuhan, Iman yang selalu teguh dan memuji memuliakan namaMu, sertai setiap pekerjaan kami Ya Tuhan. Di dalam Yesus Kristus, kami telah berdoa. Amin.
C.Pdt. Josua Hutabarat, S.Th- LPP III di Biro Ama dan Lansia HKBP



