Tarutung (6/1) – Jajaran pimpinan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) bersama Satuan Tugas (Satgas) Peduli Kasih HKBP menggelar rapat koordinasi krusial di Gedung Oval, Kantor Pusat HKBP, Pearaja Tarutung, pada Selasa, 6 Januari 2026. Pertemuan strategis ini menghasilkan keputusan penting terkait percepatan pemulihan pascabencana, yakni penyaluran sisa dana donasi kemanusiaan dengan total sebesar Rp. 6,3 miliar. Langkah ini diambil sebagai wujud tanggung jawab teologis dan kepedulian nyata gereja HKBP dalam mendampingi jemaat serta masyarakat yang tengah mengalami penderitaan akibat bencana ekologis pada akhir tahun 2025 lalu.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung oleh lima Pimpinan HKBP, yaitu Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, Sekretaris Jenderal Pdt. Rikson M. Hutahaean, M.Th, Kepala Departemen Koinonia Pdt. Dr. Deonal Sinaga, Kepala Departemen Marturia Pdt. Bernard Manik, M.Th, dan Kepala Departemen Diakonia Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min. Pertemuan yang dimoderasi oleh Ketua Satgas Peduli Kasih, Pdt. Rein Justin Gultom, fokus pada evaluasi pelayanan dan teknis penyaluran bantuan tahap lanjutan agar tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Ephorus HKBP dalam arahannya menekankan bahwa sisa dana donasi akan dibagi ke dalam dua peruntukan utama. Sebesar Rp. 4 miliar akan dikhususkan bagi lima kategori prioritas korban terdampak, sementara sisa Rp. 2,3 miliar dialokasikan untuk program pemulihan jangka panjang (recovery). Kelima kategori prioritas tersebut mencakup: (1) bantuan renovasi rumah, (2) rumah yang rusak total atau tidak dapat digunakan, (3) lahan sawah yang tertimbun, (4) gabungan ladang dan rumah yang tertimbun, serta (5) santunan bagi keluarga korban meninggal dunia (tercatat sebanyak 73 warga HKBP). Selain itu, dana ini juga mencakup bantuan lintas agama ke wilayah Tamiang dan program trauma healing bagi para penyintas.
“Seluruh proses penyaluran bantuan tahap ini harus diselesaikan paling lambat pada Minggu, 11 Januari 2026. Kita ingin memastikan bahwa kehadiran HKBP dirasakan langsung secara fisik dan rohani oleh jemaat, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau oleh kunjungan pimpinan maupun Praeses,” tegas Ephorus. Untuk menjamin akuntabilitas, seluruh pengelolaan dana bantuan yang mencapai total sekitar Rp. 11 miliar (termasuk Rp. 5 miliar yang telah disalurkan sebelumnya) akan diaudit oleh Badan Audit HKBP atau auditor eksternal.
Sekretaris Jenderal HKBP menambahkan bahwa tertib administrasi sangat krusial. Seluruh laporan penyaluran ditargetkan rampung pada 26 Januari 2026 untuk kemudian diunggah ke situs resmi HKBP. Hal ini selaras dengan arahan Kepala Departemen Koinonia dan Marturia yang menyoroti tingginya kepercayaan donatur dan jemaat saat ini, sehingga transparansi informasi melalui website menjadi kewajiban mutlak.
Dalam rapat tersebut, dilaporkan pula kondisi terkini dari empat distrik terdampak. Praeses Silindung melaporkan terjadinya longsor susulan di Sitangka. Di sisi lain, sebuah teladan iman ditunjukkan oleh Distrik Medan Utara yang mengembalikan dana sebesar Rp. 170.350.000 ke kas pusat agar dapat dialokasikan bagi saudara-saudara di wilayah lain yang tingkat kerusakannya jauh lebih parah. Melalui pertemuan ini, HKBP meneguhkan tekad untuk melakukan aksi peduli kasih demi memastikan kasih Kristus menyentuh setiap jemaat yang berduka dan kehilangan tempat tinggal, sekaligus memberikan harapan baru di masa pemulihan pascabencana.








