1 Tesalonika 1:3
“Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.”
Doa Pembuka
Puji serta syukur kami ucapkan kepadamu ya Tuhan Allah kami, Tuhan yang penuh kasih dan kuasa, yang kami kenal dalam Nama AnakMu Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat kami, kami bersyukur atas segala penyertaanmu Tuhan dalam kehidupan kami sepanjang malam ini hingga pada pagi hari kami masih merasakan kebaikan Tuhan dalam kehidupan ini. Pada saat ini kami hendak merenungkan firman-Mu. Kiranya Engkau membuka hati dan pikiran kami, supaya firman yang kami renungkan dapat kami mengerti, hayati, dan lakukan dalam kehidupan kami sehari-hari.Biarlah melalui perenungan ini iman kami diteguhkan, pengharapan kami diperbaharui, dan kasih kami semakin nyata dalam setiap tindakan. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan,
Sering kali kita berpikir bahwa pertumbuhan itu identik dengan sesuatu yang besar dan terlihat. Jika gereja ramai, jika kegiatan banyak, jika pelayanan berjalan, kita merasa semuanya baik-baik saja. Tetapi firman Tuhan hari ini mengajak kita melihat pertumbuhan dari sudut yang berbeda. Pertumbuhan yang sejati bukan pertama-tama soal apa yang terlihat di luar, melainkan apa yang terjadi di dalam.
Rasul Paulus mengawali suratnya dengan ucapan syukur kepada Allah. Surat ini ditujukan kepada jemaat di Tesalonika, sebuah jemaat yang masih muda dan hidup di tengah tekanan. Mereka bukan jemaat yang hidup nyaman. Mereka menghadapi tantangan, penolakan, bahkan penderitaan. Namun justru di situlah pertumbuhan mereka terlihat.
Paulus dalam suratnya mengingat bahwa iman mereka bekerja. yang artinya, iman mereka tidak hanya menjadi pengakuan di bibir, tetapi nyata dalam tindakan. Hal ini sejalan dengan Surat Yakobus 2:17 yang menegaskan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. jika iman itu hidup dan bertumbuh maka iman itu akan bekerja dan terlihat dalam cara kita bekerja, cara kita berbicara, cara kita mengambil keputusan. Jika tidak ada perubahan, apakah itu benar-benar pertumbuhan?
Paulus juga mengingat usaha kasih mereka. Kasih ternyata membutuhkan usaha. Ada pengorbanan di dalamnya. Ada kelelahan. Ada kesabaran. Di zaman sekarang, ketika orang cenderung hidup untuk dirinya sendiri, kasih sering kali menjadi sesuatu yang bersyarat. Kita mengasihi jika dihargai. Kita peduli jika diuntungkan. Tetapi jemaat yang bertumbuh adalah jemaat yang tetap mengasihi sekalipun tidak selalu dimengerti.
Lalu Paulus menyebut ketekunan pengharapan. Pengharapan kepada Kristus membuat mereka tidak mudah menyerah. Saudara-saudara, bukankah hari-hari ini banyak orang mudah putus asa? Masalah ekonomi, persoalan keluarga, tekanan pekerjaan, bahkan tantangan iman di era digital membuat banyak orang goyah. Tetapi jemaat yang bertumbuh adalah jemaat yang tetap bertahan, bukan karena kuatnya diri sendiri, melainkan karena kuatnya pengharapan di dalam Tuhan. Seperti yang tertulis dalam Surat Roma 12:12, orang percaya dipanggil untuk bersukacita dalam pengharapan, sabar dalam kesesakan, dan bertekun dalam doa. Pengharapan kepada Kristus memberi kekuatan untuk tetap setia sekalipun keadaan tidak mudah.
Firman ini mengajak kita bercermin. Apakah kita benar-benar bertumbuh? Apakah iman kita semakin nyata dalam tindakan? Apakah kasih kita semakin dalam dan tidak mudah luntur? Apakah pengharapan kita tetap teguh ketika keadaan tidak sesuai dengan keinginan kita?
Saudara-saudara, Tuhan tidak mencari kesempurnaan, tetapi pertumbuhan. Tuhan rindu melihat kita semakin hari semakin serupa dengan Kristus. Dunia hari ini tidak hanya membutuhkan gereja yang sibuk, tetapi jemaat yang dewasa. Jemaat yang imannya hidup, kasihnya nyata, dan pengharapannya teguh. Amin.
Doa Penutup
Tuhan Allah yang setia, Kami mengucap syukur atas firman yang telah kami renungkan. Terima kasih karena Engkau berkenan menyapa dan menuntun kami melalui kebenaran-Mu. Tolonglah kami agar tidak hanya menjadi pendengar firman, tetapi juga pelaku yang setia. Mampukan kami untuk hidup sesuai dengan kehendak-Mu, menjadi terang dan berkat bagi sesama di mana pun kami berada. Sertai setiap langkah kehidupan kami, lindungi dan pimpin kami dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang Engkau percayakan. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami berdoa dan mengucap syukur. Amin.
C.Bvr. Septyana Napitupulu



