"Di ari uju na jongjong ho di adopan ni Jahowa, Debatam, di Horeb, uju na nidok ni Jahowa tu ho; paluhut ma bangso i di Ahu, asa Ahu patubegehon tu nasida hatangKu, angka siparateatehononnasida, asa marhabiaran nasida mida Ahu saleleng mangolu nasida di tano on, asa diajarhon huhut tu angka anakhonnasida.

Yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan Tuhan, Allahmu, di Horeb, waktu Tuhan berfirman kepadaku: suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka."

5 Musa 4:10

Berbeda Dogma, Namun Satu Misi Kemanusiaan Dalam Kasih Kristus

Medan, 02 Desember 2021

GBI Rumah Persembahan dan HKBP (melalui Departemen Diakonia HKBP) kembali memperkokoh jalinan kerjasama untuk misi kemanusiaan dalam kasih Kristus. Kepala Departemen Diakonia menghunjuk perwakilan untuk menghadiri kegiatan tersebut, yakni Kepala Biro Charitas Emergency (CE), Bapak Pdt. Osten Matondang, yang turut memberi kepedulian terhadap saudara saudari kita kaum difabel.

Aksi kemanusiaan atau kepeduliaan terhadap kaum difabel, merupakan bagian dari peringatan Hari Disabilitas Internasional. Dalam aksi tersebut, tidak hanya memberikan bantuan pangan kepada saudara saudari kaum difabel, namun juga pemberian beragam alat yang dibutuhkan. Alat-alat tersebut antara lain: kaki dan tangan alternatif, hearing aid, tongkat bagi tuna netra, dan alat-alat bantu lainnya.


Dalam kegiatan, turut hadir para donateur, mitra kerja, dan Bapak RE Nainggolan sebagai penasehat YSKI. Yayasan YSKI merupakan yayasan yang menginisiasi gerakan kemanusiaan. Selain itu, turut hadir drg. Anita sebagai perwakilan kaum Ibu dari GBI Rumah Persembahan. Perbedaan dogma yang selama ini membedakan latar belakang gereja, khususnya HKBP dengan GBI, ternyata tidak dapat menghambat kesatuan missi kemanusiaan dalam kasih Yesus Kristus.

HKBP menjadi berkat


Pustaka Digital