"Diri nama di jolongku tumpal hatigoran silehonon ni Tuhan paruhum na tigor i di ari sogot i tu ahu; alai ndada hoalan tu ahu, tu saluhut na do tahe angka namanghaholongi hapataronNa i.

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya padaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya."

2 Timoteus 4: 8

BPIP Menjalin Sinergi Dengan HKBP Dalam Pembinaan Ideologi Pancasila


Selasa (27/8), Ephorus Pdt Dr Darwin Lumbantobing sambut kunjungan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Iendonesia (BPIP RI) di ruang kerjanya. Kehadiran BPIP RI ke Kantor Pusat HKBP adalah untuk menjalin sinergi dengan HKBP dalam pembinaan ideologi Pancasila. “Kehadiran kami disini adalah untuk memulai kerjasama dengan institusi organisasi kemasyarakatan atau agama di Taput. Kenapa HKBP? Karena HKBP adalah organisasi Kristen Protestan terbesar di Asia Tenggara. Ini menjadi awal yang baik supaya kedepan bisa kita kembangkan kerjasama”. Demikian kata pengantar yang disampaikan oleh Elfrida Herawati Siregar (Direktur Hubungan Antara Lembaga dan Kerjasama BPIP).


Dalam sambutannya di Ruang Oval Kantor Pusat HKBP, Ephorus menyampaikan sangat senang dikunjungi oleh BPIP. “Atas kehadiran Bapak dan Ibu, kami atas nama Pimpinan HKBP mengucapkan selamat datang dan kami merasa senang atas kehadiran BPIP di Kantor Pusat ini”, ungkap Ephorus dalam membuka sambutannya. Ephorus menambahkan bahwa yang sedang ditekuni dan dikerjakan BPIP adalah untuk kepentingan bersama dan bangsa, supaya idiologi Pancasila menjadi bagian yang terintegrasi dalam pikiran dan tingkah laku dan dalam kehidipan seharihari. Sehingga tidak sekedar dicantolkan tapi merupakan bagian aktivitas. Ephorus juga menjelaskan bahwa HKBP terdiri dari beberapa jemaat yang berada di 31 distrik di semua Provinsi yang ada di Indonesia, juga ada di Malasya, Singapura, Amerika dan Jerman. Kemanapun orang Batak pergi selalu membawa budaya dan agamanya. HKBP boleh dikatakan gereja suku, tapi persekutuannya memiliki hubungan yang terintegeral dengan semua gereja dalam dan luar negeri.

 

Ephorus dalam pemaparannya juga menyampaikan bahwa kita sama-sama memahami, mengaktualisasikan dan menerapkan serta mengaplikasikan ideologi Pancasila agar jangan sekedar selogan tapi dipraktekkan, dihayati dalam kehidupan. Ephorus menambahkan bahwa dalam konteks masyarakat di Tapanuli Raya tidak ada maasalah idiologi. Dalam setiap kesempatan berkunjung ke jemaat, kami selalu menyampaikan cita-cita Founding Fathers (pendiri bangsa) kita, sehingga jemaat dapat merumuskan nilai-nilai yang sudah ada dalam budaya kita, dalam kepribadian masyarakat Indonesia dan dapat merumuskannya dalam Pancasila. HKBP tidak hanya di Tapanuli tapi juga di berbagai dareah, Provinsi dan luar negeri. Jadi satu-satunya yang dapat kita promosikan adalah bagaimana menerapkan menghayati dan memberlakukan ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa, bernegara, bermasyarakat dan bernegara karna kita sangat sadar tidak ada lagi daerah yang homogen. Kami sangat sadar itulah tujuan kita, satu nusa satu bangsa. Selalu kita ungkapkan bahwa menjadi orang kristen taat kepada Kristus tapi juga harus terbuka. Beriman kepada Tuhan tetapi masyarakat harus inklusif yang dipahami jemaat terbuka kepada masyarakat, suku dan agama lain untuk saling memahami bersama benar ada perbedaan tapi ada persamaan. Perbedaan dipahami bersama untuk tidak terjadi ketersinggungan. Perbedaan itu keniscayaan tapi tidak berbahaya. Perbedaan untuk saling membantu, menolong dan mengisi. Perbedaan itu menjadi perakit persamaan. Itu diakomodir dari makna pancasila. Lebih lanjut Ephorus menambahkan, kalau kita melihat gambar Burung Garuda Pancasila, pergatian saya bukan kepada sayap, leher dan kepala tapi pada kaki yang mencekram erat pita. Bagi saya kaki yang mencekram erat pita sangat berarti. Itu berarti di jalin, di ikat jangan lepas. Dengan ini, kami sangat senang menerima berkah atas kedatangan BPIP, kami juga mengulurkan tangan untuk kerjasma, apa yang dapat kami perbuat akan kami perbuat. Program-program BPIP ke daerah-daerah dapat berjalan dengan baik dan kami turut bahagia agar bangsa dan negara kita bersatu, ber-idiologi Pancasila dan menjamin elemen-elemen yang berbeda.

 

Dr Lia Kian (Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah) dalam sambutannya mengapresiasi sambutan Pimpinan HKBP atas kunjungan BPIP. Mengawal ideologi Pancasila adalah kerja kita semua. Ini momen besar bisa bertemu dengan pimpinan HKBP pusat. Hasil diskusi dengan HKBP akan ditindaklanjuti termasuk saran dan masukan agar penerapan ideologi Pancasila diaplikasi oleh ragam stakeholder. Berdirinya BPIB mengalami proses yg panjang. Sebelum menjadi Badan ada proses yang sangat banyak dan panjang, butuh dukungan dari Komisi 2 DPR RI. Harus kita akui, Pancasila mulai luntur pasca reformasi. Untuk itu, seluruh stakeholder baik ASN, TNI, Polri dan masyarakat akan dibekali penguatan ideologi Pancasila," kata Lia. Dia mengakui bahwa pemahaman dan penerapan ideologi Pancasila belum dapat dimaknai secara solid oleh segenap rakyat NKRI. Fakta-fakta yang muncul lewat survei terkait adanya aparatur sipil negara (ASN) hingga aparat hukum dan keamanan yang lebih peracaya ideologi selain Pancasila, membuktikan kerja BPIP tidaklah mudah.


Brigjen TNI Ardiansyah Triono (Kapok Sahli Kasad Bidang Ideologi) mengatakan, salah satu tugas TNI AD adalah pemberdayaan wilayah pertahanan darat, yakni membantu pemerintah daerah. "Babinsa punya tugas yang sangat berat harus bergandeng tangan dengan semua kementerian. Pembinaan teritorial dengan kerja sama BPIP adalah dengan sosialisasi penguatan nilai ideologi Pancasila," kata Ardiansyah.


Usai kunjungan ke Kantor Pusat HKBP, Rombongan BPIP dan Ephorus HKBP menuju Aula Kantor Bupati Tapanuli Utara. Ephorus Pdt Dr Darwin Lumbantobing dalam kesempatan Sosialisasi Gali Mutiara Pancasila dan Tumbuh Kembang Semangat Gotong Royong bersama Umat Lintas Agama/Dedominasi Kota Tarutung, memberi Sambutan sekaligus sebagai Panel Session. Acar dibuka oleh Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan MSi. Turut memberi sambutan Elfrida Herawati Siregar Direktur Hubungan Antara Lembaga dan Kerjasama, BPIP. Kegiatan mengambil Tema: "Menjalin Kerjasama Dalam Rangka Revitalisasi dan Reaktualisasi Nilai-nilai Pancasila di Sumatera Utara". Juga turut memberi Panel Session “Membumikan Pancasila, Merawat Keberagaman antara lain:Dr Lia Kian (Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah), Brigjen TNI Ardiansyah Triono (Kapok Sahli Kasad Bidang Ideologi), Yana (Komunitas Cirendeu peraih Prestasi Pancasila 2019), Hendrik Surbakti (Kepala Kesbangpol Kabupaten Tapanuli Utara).


Ephorus dalam sambutannya menyampaikan bahwa kita menghargai apa yang sudah dilakukan pemerintah dalam menjaga dan menggali muatan-muatan Pancasila. Ideologi Pancasila tidak hanya berhenti dalam hal hapalan tapi kiranya dapat mempengaruhi motorik kita dalam arti prilaku, tindakan dan perbuatan. Tidak hanya dalam memori tapi mempengaruhi kehidupan sehari-hari. "Sukses kepada BPIP dan kepada kita semuanya".


Undangan yang hadir pada kegiatan ini dari FKUB, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), BKAG, Lembaga Adat Dalihan Natolu, MUI, Utusan Denominasi Gereja dan Jajaran Pimpinan Bupati dan Kesbangpol Taput. Sebagai moderator dalam kegiatan ini adalah Pdt Demak Simanjuntak MTh. 


BPIP adalah salah satu lembaga yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden memiliki tugas membantu presiden merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan. 

 BPIP juga melaksanakan penyusunan standardisasi pendidikan dan pelatihan, menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, serta memberikan rekomendasi berdasarkan hasil kajian terhadap kebijakan atau regulasi yang bertentangan dengan Pancasila kepada lembaga tinggi negara, kementerian/lembaga, pemerintahan daerah, organisasi sosial politik, dan komponen masyarakat lainnya.

 



comments

Leave a Reply