"Jadi dapothonon ni angka bangso parbegu ma panondangmu dohot angka raja mandapothon sinondang naung binsar di ho.

Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu."

Jesaya 60 : 3

Cari dan Temukan yang Hilang dengan Perjumpaan

Serpong, 17 Juli 2022

Didiskriminasi karena kekurangan fisik dan dibenci karena pekerjaan yang digeluti, inilah tantangan yang harus dihadapi Zakheus dalam kehidupan kesehariannya. Tubuhnya yang pendek tentu saja menghambat pergaulannya dengan orang-orang di sekitarnya. Tidak hanya itu, Zakheus menghadapi pandangan miring masyarakat karena dia bekerja sebagai pemungut cukai yang dipandang sebagai pengkhianat dan pemeras.

Pemungut cukai dipandang sebagai kaki tangan pemerintah Romawi yang tengah menjajah bangsa Yahudi. Mereka dianggap "musuh dalam selimut". Mereka dipandang pemeras karena tidak sedikit para pemungut cukai menarik cukai lebih dari yang seharusnya.

Fisik yang tidak sempurna dan stigma negatif, inilah pergumulan ganda yang ada di pundak Zakheus. Tapi justru Yesus datang melawat dan berkunjung ke rumah Zakheus karena Yesus melihat kesungguhan Zakheus yang rindu berjumpa dengan Yesus.

Kesediaan Yesus melawat Zakheus membuahkan perubahan dan pertobatan dalam diri Zakheus. Dia berjanji akan memberikan hartanya dan berjanji mengembalikan empat kali lipat dari apa yang pernah diambilnya.

Pernyataan ini menunjukkan bagaimana perjumpaan ini mengubah kehidupan Zakheus. Zakheus yang tadinya tidak peduli dan sama seperti pemungut cukai yang lain, kini menjadi orang yang mau berbagi. Tidak hanya berbagi, dia berjanji mengembalikan kerugian yang besar yang dialami orang yang dirugikannya.

Perjumpaan itu membuahkan kembalinya nilai kemanusiaan Zakheus. Perjumpaan itu mengembalikan rasa empati Zakheus dan Zakheus menjadi manusia baru.


Perjumpaan yang mengubahkan orang-orang terhilang, inilah suara khotbah yang berangkat dari Lukas 19:1-10. Perjumpaan yang mengubahkan orang-orang terhilang ini jugalah yang ditekankan oleh Kepala Departemen Diakonia HKBP, Ibu Pdt. Debora Sinaga, MTh dalam khotbahnya dalam Ibadah Minggu di HKBP Serpong Distrik Banten.

"Yesus menunjukkan bagaimana orang-orang terhilang membutuhkan sentuhan dan jamahan lewat perjumpaan atau penerimaan," pungkas Ibu Kadep menambahkan. Itu ditujunjukkan jemaat HKBP Serpong yang ambil bagian dalam pembangunan ruang audio visual untuk sesama kita yang tidak beruntung yang ada di Hephata Laguboti.

Sikap inilah yang perlu kita lestarikan dalam hidup kita agar orang-orang terhilang dapat kita temukan dan mereka menjadi manusia yang baru, yang memiliki masa depan yang lebih baik dalam hidup mereka. Dan mereka juga dapat menerima keselamatan dari Tuhan sebagaimana yang kita nikmati.

HKBP menjadi berkat bagi dunia