Doa Pembuka
Allah Bapa yang kami kenal di dalam Anak-Mu, Tuhan Yesus Kristus, kami mengucap syukur atas anugerah kehidupan yang masih Engkau berikan kepada kami. Biarlah Engkau tetap membimbing langkah kehidupan kami, lewat terang Firman-Mu. Amin.
Bapak Ibu, saudara/i terkasih dalam Kristus Yesus,
Firman Tuhan yang menjadi renungan kita hari ini, Sabtu 4 April 2026 diambil dari Yohanes 8:12, demikian:
Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: ”Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
Pernahkah kita salah dalam mengambil sebuah keputusan? Atau, pernahkah kita ambil satu langkah yang belum kita pahami sepenuhnya, tetapi tetap kita jalani karena merasa itu sudah benar? Sering kali kita baru menyadari kesalahan itu setelah semuanya berjalan. Seperti pernyataan, “penyesalan datang terlambat.” Kita sering mengira diri kita sudah benar, sudah kuat, atau sudah layak. Padahal, di tengah situasi dunia yang semakin rumit dan berkembang saat ini, kita justru semakin kehilangan arah, seolah-olah berjalan di tengah keramaian, tapi tidak tahu kemana melangkah.
Tapi hari ini, Yesus berkata pada kita,
“Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
Pernyataan ini muncul di tengah perdebatan Yesus dengan orang Farisi pada Hari Raya Pondok Daun. Dalam perayaan ini, ada tindakan liturgis, di mana lampu-lampu besar di Bait Allah dinyalakan sebagai simbol bahwa Allah adalah terang bagi umat-Nya. Di tengah situasi itulah, Yesus berkata bahwa Dialah terang itu sendiri, yang disimbolkan di dalam perayaan itu. Artinya, Ia tidak hanya menunjuk simbol itu, tetapi berkata bahwa “Terang itu sudah datang, sudah hadir, dan kini berada di tengah-tengah kita.” Dialah yang selama ini disimbolkan oleh terang di perayaan tersebut. Terang itu berasal dari Allah, dan sekarang hadir dalam diri Yesus.
Bapak Ibu, saudara/i terkasih dalam Kristus Yesus,
Kita telah melewati Jumat Agung, dan akan memasuki Minggu Paskah, di mana Yesus bangkit mengalahkan kematian. Minggu Paskah mengajarkan bahwa keselamatan tidak lahir dari kelayakan dan kekuatan kita. Manusia tidak mampu menyelamatkan dirinya dari dosa dan kegelapan. Keselamatan itu hanya dari Allah melalui Yesus Kristus. Dia hadir sebagai terang dunia. Terang itu masuk ke dalam kegelapan dunia bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menyelamatkan kita dari kegelapan. Dan terang itulah yang menjadi sumber dan penuntun hidup kita saat ini.
Marilah kita terus hidup dalam terang Kristus. Tantangan, kesulitan, dan penderitaan dalam dunia ini tidak dapat kita hadapi hanya dengan kekuatan sendiri, tetapi hanya di dalam terang-Nya. Terang itulah yang menuntun kita melewati jalan hidup yang tidak mudah dan sering kali gelap. Karena keselamatan kita pasti di dalam Dia, kita memiliki kekuatan untuk tetap berjalan, bukan karena kita kuat, melainkan karena Dia yang menopang. Seperti yang Yesus katakan, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Terang Kristus tidak pernah meninggalkan kita dalam kegelapan, terang itu tidak pernah padam dalam kegelapan. Terang itulah yang terus menuntun dan menerangi kita, langkah demi langkah, bahkan ketika kita tidak melihat seluruh jalan di depan kehidupan kita. Amin.
Doa Penutup
Tuhan, terima kasih atas kebaikan-Mu, terlebih Firman hari ini. Bantu kami hidup dalam Firman-Mu setiap hari dan menjawab panggilan-Mu dengan iman dan ketaatan. Amin.
CPdt. Daniel Purba



