Tarutung (1/1) – Mengawali tahun pelayanan 2026, HKBP Pearaja Tarutung menggelar Ibadah Syukur Tahun Baru yang penuh sukacita pada Kamis, 1 Januari 2026. Ibadah ini dipimpin oleh Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST. Ibadah ini juga dihadiri Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Rikson M. Hutahaean, M.Th , dan Kepala Departemen Koinonia Pdt. Dr. Deonal Sinaga, yang turut memberikan ucapan selamat tahun baru kepada seluruh jemaat.
Dalam khotbah Ephorus didasarkan pada Amsal 3:1–6 dengan tema “Allah yang Meluruskan Jalanmu,” Pdt. Dr. Victor Tinambunan menekankan bahwa memasuki tahun 2026 bukanlah sekadar tanda keberlangsungan hidup, melainkan undangan untuk mensyukuri kasih Tuhan yang terus diperbarui. Beliau mengingatkan jemaat untuk melepaskan kecemasan masa depan dan menggantinya dengan hati yang belajar percaya.
Sejalan dengan ketetapan HKBP, tahun 2026 dicanangkan sebagai tahun orientasi pelayanan “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga.” Ephorus menjelaskan bahwa rumah harus menjadi “sekolah iman” pertama tempat karakter ditempa.
“Tahun ini, biarlah keluarga menjadi ruang di mana kasih Tuhan bertumbuh. Orang tua dipanggil untuk mendengarkan anak dengan hati, sementara remaja dan pemuda diajak untuk membangun nilai diri dari kasih yang nyata, bukan sekadar validasi media sosial,” pesan Ompui Ephorus.
Dalam khotbahnya, Ephorus menyampaikan tiga poin mendalam untuk membekali jemaat di tahun yang baru:
- Menjaga Hati sebagai Pusat Relasi: Di tengah hiruk-pikuk dunia digital dan tekanan ekonomi, jemaat diminta memprioritaskan relasi dengan Allah di ruang terdalam batin.
- Allah Hadir di Setiap Kelokan Hidup: Tuhan tidak menjanjikan jalan yang selalu mulus, namun Ia berjanji menjadi sahabat yang berjalan bersama di tengah setiap kesulitan.
- Spiritualitas yang Berbuah pada Sesama: Kehadiran Tuhan dalam hidup seseorang harus tercermin melalui kedamaian relasi di rumah tangga dan tempat kerja.
Ephorus juga kembali menekankan prinsip “Tiga Tinggi Satu Rendah” bagi generasi muda HKBP, yaitu: Tinggi Iman, Tinggi Ilmu Pengetahuan, Tinggi Perbuatan Baik, dan Rendah Hati. “Mari kita jalani tahun 2026 dengan iman. Kita tidak perlu tahu semua jawaban masa depan, cukup tahu bahwa Allah memegang kendali dan menuntun arah kita,” tutupnya.
Ibadah berlangsung khidmat, diakhiri dengan komitmen bersama jemaat untuk menjadikan hidup sebagai berkat dan mewariskan “mata air”, bukan “air mata” bagi generasi mendatang.

















