PEARAJA (24/2) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.S.T. bersama 4 unsur pimpinan HKBP hadir pada kesempatan Rapat MPS HKBP yang berlangsung mulai 23 Februari 2026 – 25 Februari 2026 di Kantor Pusat HKBP, Pearaja, Tarutung.
Pada kesempatan tersebut, Ephorus HKBP mengungkap pencapaian dan kelegaan besar yang dirasakan oleh jemaat HKBP Pondok Kelapa yang akhirnya berhasil meresmikan gedung gerejanya setelah menunggu keluarnya izin pendirian selama 35 tahun. Namun di saat yang sama, Ephorus juga menyatakan keprihatinan atas kendala yang masih dihadapi oleh jemaat HKBP Grand Cikarang Village yang tertahan kendala perizinan gereja akibat adanya penolakan dari kelompok masyarakat yang bersikap intoleran. Oleh sebab itu, pada 22 Desember 2025 yang lalu, Ephorus menerbitkan Surat Pernyataan mengenai kebebasan beribadah dan pendirian rumah ibadah, khususnya terkait hambatan yang dialami HKBP Grand Cikarang Village,Kabupaten Bekasi. Surat ini menegaskan komitmen gereja dalam memperjuangkan hak konstitusional jemaat untuk beribadah secara bebas dan bermartabat.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Rikson M. Hutahaean menjelaskan bahwa sebagai institusi keagamaan berskala besar, HKBP menyadari tingginya risiko penyalahgunaan identitas digital. Untuk melindungi jemaat dari penipuan dan informasi menyesatkan, HKBP bekerja sama dengan Meta (Facebook dan Instagram) mengaktifkan program perlindungan merek (brand protection). Melalui langkah tegas ini, HKBP telah berhasil menghapus 85 akun palsu yang melanggar hak merek, sekaligus melegitimasi lebih dari 100 akun resmi (whitelist) milik distrik hingga lembaga-lembaga di bawah naungannya.
Sementara itu, sebagai wujud pelayanan yang inklusif, HKBP melalui Departemen Marturia Pdt. Bernard Manik, M.Th., memaparkan tentang upaya penginjilan yang dilakukan dengan terus menjalin hubungan sosial dengan komunitas suku asli, salah satunya masyarakat Baduy Dalam dan Luar. Pada bulan November, melalui Pokja Marturia Distrik XXI Banten, HKBP meresmikan fasilitas pengadaan air bersih di Pondok Kang Ijot, yang merupakan salah satu mitra komunitas binaan di wilayah tersebut. Ompui Ephorus HKBP turut memfasilitasi warga komunitas ini dalam sebuah acara distrik, sekaligus memberikan ruang untuk pemberdayaan UMKM lokal milik mereka.
Dari Departemen Diakonia Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min mengungkap bahwa dalam upaya menciptakan lingkungan sosial yang lebih inklusif dan memanusiakan manusia, HKBP memberikan pendampingan khusus kepada Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sebanyak 14 orang pasien didampingi secara rutin setiap harinya melalui dukungan spiritual, emosional, serta asupan makanan bergizi. Langkah konsisten ini terbukti efektif dalam memutus stigma negatif di masyarakat sekaligus membantu proses pemulihan pasien agar dapat kembali berinteraksi secara positif.
Kepala Departemen Koinonia Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Deonal Sinaga terus menunjukkan kiprah nyatanya di berbagai bidang, mulai dari pelayanan jemaat, solidaritas sosial, hingga penguatan jejaring internasional. Dalam informasi yang dipaparkan pada Rapat Majelis Pekerja Sinode (MPS) Februari 2026, Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, menegaskan komitmen gereja untuk terus berinovasi dengan mengusung moto pelayanan “Striving for Excellence”. Pdt. Dr. Deonal mengungkap bahwa kiprah ekumenis HKBP di tingkat global semakin diperhitungkan. Pada 5 hingga 13 Februari 2026, HKBP dipercaya penuh menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asia Regional Assembly (AsRA) 2026 yang diselenggarakan di kota Medan. Perhelatan besar yang dihadiri oleh berbagai pimpinan gereja se-Asia ini ditutup dengan ibadah syukur yang dipimpin langsung oleh Kepala Departemen Koinonia di HKBP Sudirman Medan
Sementara itu, dalam upaya memberdayakan generasi muda, HKBP tidak hanya berfokus pada pembinaan spiritual, tetapi juga membuka akses ke kancah internasional. Bekerja sama dengan United Evangelical Mission (UEM), HKBP kini aktif memberikan bimbingan dan arahan terkait program magang profesional (Ausbildung) serta program pertukaran budaya dan bahasa (Au Pair). Program ini menjadi angin segar bagi kaum muda HKBP untuk meraih pengalaman hidup dan bekerja di luar negeri, khususnya di Jerman.
Ephorus bersama seluruh unsur pimpinan HKBP dan eluruh peserta Rapat MPS mengajak seluruh jemaat dan pelayan HKBP untuk mendoakan kelancaran Rapat MPS sehingga bisa menghasilkan keputusan-keputusan yang baik bagi perjalanan gereja HKBP ke depan.















