Doa pembuka
Bapa kami yang di Surga, Bapa yang Maha Kasih di dalam Tuhan Yesus Kristus, kami datang ke hadirat-Mu dengan hati yang penuh syukur. Kami percaya bahwa setiap nafas yang kami hirup adalah anugerah dari-Mu. Saat ini, ketika kami merenungkan firman-Mu, biarlah Roh Kudus bekerja di dalam hati kami, sehingga kami mengerti, merasakan, dan mengalami kebenaran-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.
Renungan
ESTER 4 : 14
“Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja,
bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain,
dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa.
Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini
engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.”.”
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Pernahkah kita merasa hidup kita berjalan biasa saja? Kita bekerja, berkeluarga, beribadah, menjalani hari demi hari sebagai rutinitas. Tidak ada yang terasa istimewa. Namun sering kali, justru di dalam hidup yang terlihat biasa itulah, Tuhan sedang menempatkan kita pada waktu yang penting.
Ester juga berada dalam keadaan seperti itu. Ia sudah menjadi ratu. Hidupnya aman. Masa depannya terjamin. Tetapi di luar istana, bangsanya sedang terancam binasa. Lalu Mordekhai berkata kepadanya: “Sekalipun engkau berdiam diri, pertolongan akan datang dari pihak lain.” Artinya, Tuhan tidak pernah kehabisan cara untuk menolong umat-Nya.
Namun Mordekhai melanjutkan dengan kalimat yang lebih dalam: “Siapa tahu, mungkin justru untuk saat seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.”
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan.
Kalimat ini mengingatkan kita bahwa hidup, posisi, dan waktu kita sekarang bukanlah kebetulan. Firman Tuhan ini mengajarkan bahwa iman bukan hanya soal percaya kepada Tuhan, tetapi juga soal berani bertanggung jawab ketika Tuhan memanggil. Diam di saat kita seharusnya bertindak bukanlah sikap netral.
Hari ini, kita hidup di tengah dunia yang sering membuat kita memilih aman. Kita melihat ketidakadilan, tetapi diam. Kita tahu yang benar, tetapi ragu untuk bersuara. Bukan karena kita tidak tahu kehendak Tuhan, tetapi karena kita takut kehilangan kenyamanan.
Melalui Ester 4:14, Tuhan mengingatkan kita: Mungkin engkau berada di tempatmu sekarang, di pekerjaanmu, di keluargamu, di gerejamu, bukan hanya untuk menikmati posisi itu, tetapi untuk memakai hidupmu sebagai alat-Nya, dengan berani memilih taat dan melakukan yang benar, meskipun tidak selalu mudah.
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan.
Iman sejati tidak selalu membawa kita ke tempat yang nyaman, tetapi selalu membawa kita untuk melakukan yang benar. Kiranya kita tidak memilih diam, tetapi berani melangkah dan taat, sebab bisa jadi saat inilah waktu Tuhan memakai hidup kita. Amin.
Doa Penutup
Ya Tuhan Allah Bapa di surga, kami bersyukur atas Firman-Mu yang telah kami dengar. Engkau mengingatkan kami bahwa hidup, waktu, dan posisi kami bukanlah kebetulan, melainkan ada dalam rencana-Mu. Tolong kami, ya Tuhan, agar kami tidak memilih diam, tetapi berani taat dan melakukan yang benar sesuai kehendak-Mu. Pakailah hidup kami menjadi berkat bagi sesama, untuk kemuliaan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
-CPdt. Johanes Sibarani



