Doa Pembuka: Ya Allah maha pengasih dan pemurah, syukur kami ucapkan untuk penyertaanmu dalam hidup kami sampai saat ini. Alam dan semua isinya patut memuji namaMu yang kudus. Kini kami hendak bersekutu dengan Engkau melalui FirmanMu, kiranya Roh Kudus menuntun kami menerimanya. Amin.
Ayat Renungan untuk kita hari ini tertulis dalam: 1 Tawarikh 4:10
“Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpahlimpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tanganMu menyertai aku dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku! Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.” Demikian Firman Tuhan.
Bapak ibu yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, saat ini kita hidup di era teknologi yang menawarkan banyak kemudahan dalam berbagai segi. Tetapi dengan berbagai kemudahan tersebut tidak menjadikan kita lepas dari kesulitan-kesulitan dan bahaya dalam hidup ini, termasuk rasa sakit yang kita alami sebagai akibat dari berbagai hal. Inilah gambaran nyata kondisi kita yang rapuh dan membutuhkan pertolongan dari Tuhan.
Dalam renungan ini, kita akan meneladani iman seorang pendoa yang berani yaitu Yabes. Nama “Yabes” berarti “kesedihan” atau “penderitaan” dimana ini menggambarkan keadaanya ketika dia lahir ke dunia ini. Namun kita akan melihat bagaimana ia berani meminta sesuatu yang besar kepada Tuhan yang jauh lebih besar. Ia menekankan bahwa Tuhan akan memberkati orang yang setia berseru kepada-Nya. Tindakan berseru kepada Allah menunjukkan iman yang mendalam dan ketergantungan. Ada empat permintaan Yabes yang disampaikan kepada Tuhan melalui doanya, yang pertama “Kiranya Engkau Memberkati aku berlimpah-limpah”. Ini adalah sebuah seruan iman, seruan kepercayaan dari seorang yang berada dalam kegelapan yang mencekamnya.. Kedua “memperluas daerahku”. Dalam konteks sejarah, tanah merupakan komponen penting dari kekayaan dan keamanan tetapi permintaan ini dapat juga diartikan sebagai permohonan akan campur tangan Tuhan, pemeliharaanNya dan kesetiaanNya. Ketiga, “semoga tanganMu menyertai aku”. Tangan Tuhan adalah metafora untuk kuasa dan perlindungan-Nya. Tangan Tuhan sering dikaitkan dengan pembebasan dan perlindungan. Ini menggambarkan keinginan akan bimbingan Tuhan dalam hidup kita. Keempat, “melindungi dari marabahaya sehingga kesakitan tidak menimpa aku”. Kalimat ini mencerminkan realitas di dunia yang penuh bahaya dan kesulitan sehingga ia memohon untuk keselamatan fisik dan spritual. Ia memohon ini karena ia tahu bahwa ia tidak dapat bertahan tanpa Allah. Yabes seolah ingin mengatakan “ Ya Allah, aku membutuhkan Engkau setiap saat dalam hidupku”.
Bapak ibu jemaat yang dikasihi Tuhan, Allah Israel yang maha pengasih mengabulkan permintaan Yabes. Pengabulan akan doa Yabes ini menyoroti tanggapan Allah terhadap doa dan iman yang tulus. Inilah yang menjadi bukti akan kekuatan doa dan kesediaan Allah untuk memberkati kita yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Jemaat yang dikasihi Yesus Kristus, doa seperti ini sangat kita butuhkan di kehidupan sekarang. Ditengah era digitalisasi ini kita sering sekali lupa memohon penyertaan Tuhan dalam menjalani hidup ini karena kemudahan demi kemudahan yang ditawarkan dunia ini membuat kita seolah “tidak membutuhkan Tuhan” lagi. Padahal sesungguhnya keadaan seperti ini harus membawa kita semakin dekat kepadaNya dan memohon perlindungaNya. Maka, bapak ibu jemaat yang dikasihi Tuhan datanglah kepada Allah dan berserulah padaNya karena Ia adalah Allah yang maha mendengar. Amin.
Doa Penutup: Terima kasih untuk FirmanMu yang telah menyapa kami ya Allah maha pengasih dan pendengar. FirmanMu mengingatkan kami betapa kami tidak berdaya dalam hidup ini tanpa Engkau. Ubahlah hidup kami agar senantiasa menjadi pribadi yang lebih baik dan selalu mendekatkan diri kepadaMu. Kami memohon penyertaanMu ya Allah dalam segala aspek kehidupan yang kami jalani. Didalam nama Anak-Mu Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Bvr. Prince Sitohang, S.Ag – Staf di Kantor Mitra HKBP



