Doa Pembuka.. Damai sejahtera dari Allah Bapa, yang melampaui akal dan pengertianmu, itulah kiranya yang memelihara hati dan pikiranmu. Di dalam Yesus Kristus Tuhan. Amin…
Bapak Ibu , sauadara/i sekalian yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus Firman Tuhan di minggu tanggal 08 Pebruari 2026, di minggu yang Sexagesima diambil dari Kejadian 12 : 1-5. Saya akan bacakan, Demikian Firman Tuhan,
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”
4 Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.
5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.
Bapak/Ibu, saudara/i sekalian yang terkasih Dalam Nama Tuhan, Manusia pada umumnya menyukai kepastian. Dalam mengambil keputusan, kita ingin mengetahui arah, tujuan, dan hasil akhirnya. Namun, kehidupan iman sering kali justru dimulai ketika kepastian itu belum kita miliki sepenuhnya. Allah memanggil umat-Nya bukan hanya untuk memahami rencana-Nya, tetapi untuk mempercayai-Nya. Kejadian 12:1–5 menggambarkan dengan jelas bagaimana Allah memulai karya besar-Nya melalui ketaatan seorang Abram. Panggilan ini menjadi dasar perjalanan iman yang bukan hanya mengubah hidup Abram, tetapi juga membawa dampak besar bagi sejarah keselamatan manusia.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, Dalam Kejadian 12:1, Tuhan memerintahkan Abram untuk meninggalkan negerinya, sanak saudara, dan rumah bapanya menuju suatu negeri yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya. Perintah ini menuntut pengorbanan yang besar. Bagi Abram, tanah kelahiran dan keluarga adalah sumber identitas, keamanan, dan penghidupan. Namun Tuhan memanggil Abram untuk melepaskan semua itu demi mengikuti kehendak-Nya. Yang menarik, Tuhan tidak memberikan penjelasan detail mengenai negeri tujuan Abram. Ia hanya memberikan janji. Tuhan berjanji menjadikan Abram bangsa yang besar, memberkati namanya, serta menjadikannya berkat bagi bangsa-bangsa lain. Ini menunjukkan bahwa rencana Tuhan selalu melampaui pemahaman manusia. Abram dipanggil bukan hanya untuk menerima berkat, tetapi juga untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Respon Abram sangat sederhana namun penuh makna. Ayat 4 mencatat bahwa Abram pergi seperti yang difirmankan Tuhan. Tidak ada catatan tentang keraguan atau penolakan. Ketaatan Abram lahir dari iman kepada Tuhan yang setia. Ia percaya bahwa Tuhan yang memanggilnya juga akan menyertai setiap langkah hidupnya. Abram tidak berjalan sendirian. Ia membawa Sarai, Lot, serta segala miliknya. Ini mengajarkan bahwa perjalanan iman sering kali melibatkan keluarga dan orang-orang di sekitar kita. Meski perjalanan itu panjang dan penuh tantangan, Tuhan tetap menyertai Abram hingga ia tiba di tanah yang dijanjikan.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, Melalui kisah Abram, Kejadian 12:1–5 mengajarkan bahwa iman sejati diwujudkan melalui ketaatan. Tuhan masih memanggil umat-Nya hingga hari ini untuk melangkah keluar dari zona nyaman dan mempercayakan hidup sepenuhnya kepada-Nya. Mungkin kita tidak selalu memahami rencana Tuhan secara utuh, tetapi kita dapat percaya pada kesetiaan-Nya. Ketika kita memilih taat seperti Abram, Tuhan sanggup memakai hidup kita menjadi berkat bagi banyak orang dan menggenapi rencana-Nya yang indah. Kiranya renungan ini mendorong kita untuk berani melangkah dalam iman, taat pada panggilan Tuhan, dan setia dalam setiap proses yang Ia izinkan dalam hidup kita.
Doa Penutup : Terimakasih Ya Tuhan Allah, untuk FirmanMu yang telah kami dengar. Ajari kami untuk selalu bersyukur memiliki Engkau, ajarkan kami bahwa betapa bahagianya kami karena Engkau begitu mengasihi kami. Dengan bimbingan rohMu, kami akan melakukan FirmanMu untuk kemuliaan namaMu. Kami serahkan hidup kami hari ini, esok dan selamanya hanya kedalam tangan pengasihanmu. Di dalam Yesus Kristus Kami Berdoa. Amin.
-Pdt. Andar Panuturi Sitompul



