RENUNGAN HARIAN MARTURIA: Kamis, 15 Januari 2026

Doa Pembuka

Tuhan Allah Bapa Kami yang penuh kasih, kami bersyukur atas kasih setia dan pemeliharaan-Mu yang tidak pernah berkesudahan dalam hidup kami hingga saat ini. Kami datang kehadapan-Mu dengan hati yang rindu akan Firman-Mu. Curahkanlah Roh Kudus-Mu untuk membuka hati dan pikiran kami. Kiranya kami tidak hanya menjadi pembaca atau pendengar saja, tetapi sungguh-sungguh menjadi pelaku Firman-Mu sesuai dengan kehendak dan kebenaran-Mu. Tuntunlah kami ya Tuhan, agar Firman-Mu menjadi kekuatan, penghiburan dan pedoman dalam langkah hidup kami. Terimalah doa kami ini ya Tuhan, dan biarlah segala yang kami lakukan hanya untuk kemuliaan nama-Mu. Amin.

Renungan

Roma 3:23 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.

Saudara saudara yang terkasih dalam Kristus Yesus, pernahkah kita berpikir sejenak dalam kehidupan kita, mengapa Tuhan sangat mengasihi kita ? apakah karena perbuatan kita? Apakah karena pekerjaan kita? Atau karena apa yang kita lakukan kepada Allah? Sering kali kita merasa bahwa kasih Tuhan harus “dibayar” dengan kebaikan, kesalehan atau keberhasilan. Namun firman Tuhan ini membawa kita pada satu kebenaran tentang diri manusia.

Surat Roma ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma yang hidup dalam keberagaman latar belakang, baik orang Yahudi maupun non-Yahudi. Dalam kehidupan beriman mereka, muncul kecenderungan untuk merasa lebih benar dari yang lain: ada yang mengandalkan hukum Taurat, ada pula yang merasa cukup dengan moral dan kebijaksanaan manusia. Melalui surat ini Paulus menegaskan kebenaran yaitu: keselamatan tidak pernah lahir dari usaha manusia, melainkan semata-mata anugerah dari Allah.

Rasul Paulus berkata dalam Roma 3:23 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”. Firman ini menegaskan bahwa tidak ada satupun manusia yang tidak berbuat dosa, baik dari status sosial, pekerjaan, karakter dan yang lainnya. Dosa bukan hanya soal perbuatan yang terlihat besar di mata manusia, tetapi juga tentang hati, pikiran, dan sikap hidup yang sering kali jauh dari kehendak Allah. Tanpa kita sadari, ego, kesombongan, iri hati, dan ketidaktaatan menjadi bagian dari keseharian kita. Inilah realitas manusia: kita telah kehilangan kemuliaan Allah.  Meskipun kita berdosa namun kenyataannya bahwa kasih Alah tidak berhenti karena dosa manusia. Justru ditengah keberdosaan itulah kasih Tuhan dinyatakan. Tuhan mengasihi kita bukan karena kita layak, bukan karena kita setia dan bukan karena kita telah melakukan banyak hal baik. Tuhan mengasihi kita karena kita berharga dimata-Nya. Kasih Allah lahir dari siapa Dia, bukan dari siapa kita.

Allah tidak membiarkan manusia tinggal dalam kondisi tersebut. Dalam Roma 3:25, Paulus menegaskan bahwa Allah tidak membiarkan manusia tinggal dalam keberdosaan dan keterpisahan. Allah sendirilah yang memulihkan hubungan kepada manusia dengan menetapkan Yesus Kristus sebagai jalan keselamatan melalui darah-Nya. Keselamatan bukan hasil usaha manusia, melainkan anugerah Allah yang diterima melalui iman. Kasih Tuhan dinyatakan bukan karena kita layak, tetapi karena Allah setia mengasihi kita. Darah Kristus menjadi tanda bahwa dosa tidak lagi menjadi akhir dari cerita hidup manusia.

Kita menyadari bahwa kita adalah manusia berdosa,tetapi kita juga percaya bahwa kita adalah manusia yang dikasihi dan ditebus. Dengan demikian marilah memandang diri dengan penuh pengharapan, tumbuhkan rasa kerendahan hati, rasa syukur dan kerinduan untuk hidup dalam ketaatan, bukan karena takut dihukum, melainkan karena telah lebih dahulu dikasihi. Amin

Doa Penutup

Tuhan yang setia dan penuh anugerah, kami mengucap syukur atas Firman-Mu yang telah kami renungkan. Kami diingatkan bahwa kami adalah manusia berdosa yang hidup bukan oleh kebaikan kami sendiri, melainkan oleh kasih dan pengorbanan Kristus. Tuhan tolong kami, agar kami dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ajari kami hidup dengan hati yang rendah, penuh bersyukur dan setia berjalan didalam kehendak-Mu. Kiranya anugerah-Mu senantiasa menyertai langkah hidup kami, menguatkan iman kami, dan menuntun kami untuk hidup sebagai terang di dunia ini. Amin

CBiv. Septi Napitupulu

Scroll to Top