Doa Pembuka:
Ya Allah maha pengasih dan pemurah, syukur kami ucapkan untuk penyertaanmu dalam hidup kami sampai saat ini. Alam dan semua isinya patut memuji namaMu yang kudus. Kini kami hendak bersekutu dengan Engkau melalui FirmanMu, kiranya Roh Kudus menuntun kami menerimanya. Amin
Ayat Renungan untuk kita hari ini tertulis dalam: Mazmur 46:2
“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan dan sangat terbukti.” Demikian Firman Tuhan.
Bapak Ibu jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, kita semua pasti pernah mengalami guncangan hidup. Dalam menjalani hidup ini ada hal-hal yang bisa membuat kita merasa terpuruk dan benar-benar membutuhkan perlindungan atau pertolongan karna itulah dikatakan bahwa dunia kita adalah dunia yang bergoncang. Ditengah keadaan yang demikian, dunia sering sekali menawarkan perlindungan dalam berbagai bentuk namun apakah perlindungan yang ditawarkan itu cukup membuat kita merasa aman?
Saudara yang terkasih, melalui nats renungan ini mari kita lihat siapa Allah ditengah hidup pemazmur. Mazmur 64 ini di tulis ketika bangsa Israel dikepung oleh tentara Asyur yang sangat kuat. Secara logika, melihat perbandingan jumlah dan kekuatanya maka bangsa Israel akan hancur. Namun ditengah keadaan itu mereka menuliskan sebuah lagu tentang kemenangan dan mengandung arti yang penuh harapan, itulah ayat renungan kita hari ini.
Pemazmur melihat bahwa Allah itu sebagai tempat perlindungan yang digambarkan dengan sebuah benteng ditempat tinggi yang tidak bisa dijangkau oleh musuh. Dan Ia juga adalah kekuatan bagi orang Israel. Kata kekuatan berasal dari bahasa Ibrani yaitu “Oz” yang berarti “energi yang terus bertahan meskipun terasa berat”. Tidak hanya memakai dua kata tadi, tetapi pemazmur juga lebih menekankan Allah itu sebagai penolong dalam kesesakan dan itu sangat terbukti. Kata “sangat terbukti” menjadi bagian yang paling menguatkan dalam nats ini. Pemazmur telah melihat bagaimana keterlibatan Allah dalam perjalanan hidup nenek moyang bangsa Israel yang tetap setia menolong mereka.
Bapak ibu yang terkasih, ayat ini juga menginspirasi Marthin Luther pada masa reformasi Protestan untuk menuliskan sebuah lagu yang sangat terkenal yang berjudul “Allahmu Benteng Yang Teguh”. Dalam lagu ini ia menggambarkan esensi Allah ditengah dunia yang kacau, Dia adalah yang tak tergoyahkan. Allah yang digambarkan pemazmur dan Allah yang digambarkan oleh Marthin Luther adalah Allah yang sama yang menjadi tempat perlindungan, sumber kekuatan dan penolong yang sangat terbukti. Dialah Allah yang kita kenal.
Bapak ibu yang terkasih, mungkin saat ini kita sedang mengalami situasi yang yang kurang baik dan kita sedang membutuhkan pertolongan. Benar bahwa dunia menawarkan perlindungan tetapi apakah itu mampu membawa kita keluar dari kesesakan? Ingatlah, dalam keadaan yang penuh kesesakan datanglah kepada penolong yang sudah terbukti, yaitu Allah. Dia adalah tempat perlindungan, kekuatan dan penolong yang sangat siap dan sangat dekat kepada kita. Tuhan tidak menjanjikan bahwa kita tidak akan menghadapi badai kehidupan tetapi Ia menjanjikan bahwa di dalam badai Dialah benteng yang tidak akan pernah goyah, maka datanglah kepadaNya. Amin.
Doa Penutup
“Ya allah, kami sangat bersyukur bahwa Engkau adalah Allah yang sangat dekat dengan kami. Engkau adalah benteng perlindungan dan juga kekuatan kami. Jika saat ini diantara jemaatmu sedang mengalami kesesakan, ingatkan kami bahwa Engkaulah satu-satunya tempat perlindungan kami. Ingatkan kami untuk selalu datang berlindung kepadaMu. Kami juga memohon agar disetiap waktu yang kau izinkan kami jalani, Engkau menyertai, Engkau menuntun, supaya seluruh hidup kami ini berkenan dihadapanMu dan menjadi kemuliaan bagiMu. Dalam nama AnakMu Yesus Kristus kami berdoa. Amin.



