Renungan Harian Marturia HKBP, Senin 1 Desember 2025

Doa Pembuka: Allah Bapa yang baik, Sumber Kehidupan, terpuji Engkau yang telah memelihara kehidupan kami. Sejenak kami akan bersekutu dengan Firman-Mu, biarlah Roh Kudus menolong kami untuk mengerti kehendak-Mu melalui hidup kami. Amin.

 

Nats Renungan:  Yesaya 30:19 (LAI TB 1) “Sungguh, hai di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau terus berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab.”

 

Ayat ini muncul ketika bangsa Yehuda berada dalam ancaman Asyur. Bukan mempercayai TUHAN, mereka malah mencari perlindungan ke Mesir, mengandalkan kekuatan politik dan militer manusia. Yesaya menegur mereka karena menolak Firman TUHAN. Namun, kabar sukacitanya ialah setelah teguran itu, TUHAN tetap menunjukkan belas kasihan-Nya. Ia tidak membiarkan kesalahan mereka menutup pintu pemulihan. TUHAN berkata bahwa ketika umat-Nya kembali berseru, Ia bukan hanya mendengar, Ia berbelaskasihan dan segera bertindak.

 

Dari Ayat ini kita belajar bahwa TUHAN tidak menunggu kita sempurna. Ia menunggu kita kembali. Bahkan pun jika kita sudah lama hanya mengandalkan pikiran, kekuatan atau kemampuan kita sendiri, TUHAN tetap membuka jalan. Terkadang TUHAN mengizinkan kegelisahan dan kesesakan supaya kita berhenti berlari ke “Mesir” kita, yaitu tempat-tempat yang kita anggap mampu menyelamatkan kita, padahal tidak. Dan ketika kita akhirnya berseru, TUHAN menjawab bukan dengan penundaan, tetapi dengan Kasih.

 

Hari ini ketika ada hal yang sedang membuatmu tertekan atau takut. Mungkin pun sudah mencari penghiburan cepat dari manusia atau hal-hal lain yang tampak lebih kuat, membuatmu melupakan TUHAN.  Inilah kabar sukacita, mengajak untuk kembali kepada Sumber Kehidupan, kepada TUHAN Yang Maha Pendengar. Dalam doa singkat serukan “aku kembali kepada-Mu. Tolonglah aku Bapa..” Percayalah bahwa Dia mendengar dan menjawab pada waktu-Nya. Jalani hari ini dengan iman bahwa air mata, atau kesesakan yang kita rasakan bukan menjadi akhir cerita hidupmu – TUHAN siapkan pemulihan. Amin.

 

Doa Penutup: Terima kasih untuk Firman-Mu yang meneguhkan iman kami. Kami manusia lemah yang sering mengandalkan kekuatan sendiri, dan melupakan-Mu. Kini kami kembali ya Bapa. Tolonglah kami menjalani kesempatan yang Engkau berikan ini. Amin.

 

C.Pdt. Citra Novia Sinambela, S.Th- Melayani di Biro TIK HKBP

Scroll to Top