Selamat pagi Bapak, Ibu dan Saudara-saudara yang kami kasihi di dalam Kristus Yesus Tuhan kita. Semoga di pagi hari ini kita dalam keadaan sehat dan penuh sukacita. Saudara-saudara sebelum kita kembali melakukan pekerjaan kita sepanjang hari ini, terlebih dahulu kita akan merenungkan Firman Tuhan yang menjadi kekuatan bagi kita, untuk itu mari kita berdoa dalam hati kita masing-masing.
Saat teduh…………
Doa Pembuka : Segala puji dan syukur kami sampaikan kepadaMu ya Tuhan Allah Bapa kami melalui nama AnakMu Tuhan Yesus Kristus Tuhan kami. Kami bersyukur di pagi hari ini atas berkatMu yang boleh kami terima. Kami telah melewati malam gelap dan sepanjang tidur kami, Tuhan selalu menjagai hingga di pagi hari ini kami tetap dalam lindunganMu. Ya Tuhan, di pagi hari ini, kami akan kembali melanjutkan segala aktivitas kami, kiranya Tuhan yang selalu menyertai dan memberi kami kekuatan. Kini kami ingin disapa oleh FirmanMu, berfirmanlah ya Tuhan, kami selalu rindu akan kebenaran FirmanMu. Amin
Nats Renungan : Yehezkiel 3 : 17
“Hai anak manusia , Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bila mana engkau mendengarkan sesuatu Firman dari padaKu, peringatkanlah mereka atas namaKu”
Bapak/ibu dan saudara-saudara, Nabi Yehezkiel dipanggil Tuhan dan ditetapkan sebagai Penjaga Israel. Ketika itu Umat Israel sedang berada di Pembuangan Babel. Tentunya orang-orang yang terjajah akan merasa sedih, ketakutan dan banyak ancaman yang akan dihadapi. Terlebih sakitnya lagi, Umat Israel kelihatannya jauh dari Tuhan. Untuk memastikan umat mendapatkan sesuatu kenyamanan, maka Tuhan menempatkan Yehezkiel di tembok kota, dialah yang memperingatkan jika sesuatu bahaya akan datang. Sungguh amat berat tugas yang diemban oleh Yehezkiel, dia memang bukan seorang tentara yang mengangkat senjata untuk berperang, tetapi ia harus bertanggungjawab memberi peringatan pada umat Israel.
Dalam teks renungan pada pagi hari ini, Tuhan memanggil dan mengutus Yehezkiel dengan Perintah sebagai berikut : 1) Hai anak manusia , Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Makna pengutusan dan penetapan ini adalah Yehezkiel diharapkan untuk tetap mendekatkan diri kepada Tuhan, sebab sebagai anak manusia, tentunya Yehezkiel punya keterbatasan dalam segala hal, oleh sebab itu menjadi Penjaga Israel haruslah yang Tuhan mampukan dan Tuhan sertai, jadi tidak akan ada istilah mengandalkan kekuatan dan keahlian pribadi. 2). Peringatkanlah mereka atas namaKu. Hal ini juga adalah sebagai bentuk pengharapan Tuhan pada Yehezkiel supaya dia jangan mengatasnakan dirinya sendiri, kemampuanya sendiri ataupun pemikirannya sendiri, tetapi harus benar-benar mengatasnamakan nama Tuhan, sebab Tuhanlah yang memberi sesuatu Firman kepadanya untuk disampaikannya kepada umat yang di pembuangan.
Saudara-saudara, dari nats renungan ini, kita dapat melihat bahwa Kasih Tuhan terhadap umatNya sungguh-sungguh luar biasa. Umat yang memberontak kepada Tuhan, lalu mereka menganggap Tuhan telah jauh dan meninggalkan mereka, ternyata tidak, bahkan Tuhan tetap bekerja untuk mereka dan untuk menjamin keamanan mereka di pembuangan. Itulah dia Yehezkiel yang di pilih dan ditetapkan Tuhan sebagai penjaga Israel. Demikian juga terhadap kita, kita harus yakin bahwa Tuhan masih tetap bekerja untuk kebaikan kita di dunia ini, walaupun kita berada pada saat-saat menghadapi kesulitan zaman ini.
Selanjutnya bapak, ibu dan saudara-saudara, kita sebagai Umat Tuhan haruslah bersyukur dan selalu mengucap terimakasih kepada Allah Tuhan kita, Melalui Yesus Kristus Sang Gembala yang baik, kita selalu dijagai dan dituntun berjalan melewati jalan hidup kita. Dialah Penjaga Agung yang selalu memperingatkan, mengajarkan bahkan yang menyerahkan nyawaNya demi keselamatan kita. Kita layak untuk mengangungkan Yesus sebagai penjaga kita.
Sebagai bukti terimakasih kita kepada Tuhan yang menjagai kita, kini kita diharapkan bersedia menjadi penjaga umat Tuhan. Para orangtua diharapkan menjadi penjaga bagi anak-anaknya. Parhalado di gereja diharapkan menjadi Penjaga anggota jemaat. Pemerintah juga diharapkan menjadi penjaga setiap lapisan warga negara. Bapak,Ibu dan Saudara-saudara, pernahkah kita menyadari tugas dan tanggungjawab kita sebagai “Penjaga” ? Mampukah kita melaksanakan tugas berat tetapi mulia tersebut ? satu hal yang harus kita lakukan setiap saat, mendekatlah kepada Tuhan, Tuhan akan menolong dan memampukan kita menjadi Penjaga. Dan bersedialah selalu untuk memperingatkan yang kita jaga hanya melalui nama Tuhan saja. Tidak boleh dengan nama yang lain. Tuhan menjagai kita sepanjang hari ini. Amin
Doa Penutup
Terimakasih ya Tuhan Allah Bapa kami atas FirmanMu yang telah kami dengarkan di pagi hari ini. Kami memohon supaya Tuhan tetap menjagai kami, terutama disaat kami menghadapi zaman yang begitu suliyt kami jalani. Beri kami khikmat dan kebijaksanaan untuk dapat kami pergunakan sebagai kekuatan kami untuk melewati segala situasi yang sedang terjadi. Dalam segala aktivitas dan tugas-tugas kami pada hari ini , kiranya Tuhan yang memampukan kami. Di dalam nama Yesus Kristus Tuhan, kami berdoa dan mengucap syukur kepadaMu. Amin
Berkat : Anugerah Tuhan kita Yesus Kristus, Kasih setia dari Allah Bapa, dan Persekutuan dari Roh Kudus, itulah kiranya yang menyertaimu, hari ini sampai selama-lamanya! Amin
Pdt. Samsir Hutagalung, M.Div



