DARI KEPENUHAN-NYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA
(Ev. Yohanes 1 : 10 – 17)
Doa Pembuka:
Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal dan pikiran manusia, itulah kiranya memberkati hati dan pikiranmu, dalam Kristus Yesus, Tuhan dan Juruselamat kita yang hidup. Amin!
[10] Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
[11] Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
[12] Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
[13] orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
[14] Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
[15] Yohanes memberi kesaksian tentang Dia, katanya: “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.”
[16] Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;
[17] sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,…!
Kalau kita memperhatikan judul di Alkitab, adalah satu bagian mulai dari ayat 1 – 18, dari Yohanes pasal 1 ini, yang oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) diberi judul: “Firman Yang Telah Menjadi Manusia.” Siapakah yang dimaksud dengan judul tersebut? Tidak lain adalah Yesus Kristus. Rentetan peristiwa dalam kisah kelahiran Yesus Kristus sebagaimana dicatat dalam kitab Injil Matius, Markus dan Lukas; tidak demikian yang dituliskan dalam kitab Injil Yohanes. Kalau dalam kitab Injil Matius, Markus dan Lukas, dituliskan kisah atau peristiwa kelahiran Yesus Kristus; ada Yusuf dan Maria, kandang domba, kota kecil Betlehem sebagai tempat kelahiran Yesus, orang majus dari Timur, dan lain-lain. Tidak demikian di kitab Injil Yohanes. Kitab Injil Yohanes justru mencatat siapa Yesus yang sebenarnya. Hal itu dapat kita temukan di Yohanes pasal 1 ini. Dalam arti, maksud kedatangan Yesus ke dalam dunia ini. Dalam kitab Injil Yohanes ada beberapa sebutan kepada Yesus Kristus: Ia adalah terang (1:4); Yesus sebagai Air Kehidupan (4:10); Yesus sebagai Roti Kehidupan (6:33); Yesus sebagai Gembala Yang Baik (pasal 10).
Kalau kita baca Yohanes pasal 1 ini, kita dapat menemukan maksud dan tujuan Yesus datang ke dalam dunia ini. Yesus disebut Terang (ayat 4 dan 5) . Yesus datang untuk menerangi dunia ini. Terang berfungsi dalam situasi dan kondisi gelap. Di malam hari ketika gelap, kita membutuhkan terang, sehingga menyalakan lampu atau alat penerang. Bila aliran listrik padam, kita pasti akan mencari alat penerang, apakah itu senter, lilin, obor. Bisa juga mengambil handphone dan menyalakan senter yang terdapat di dalam handphone. Dunia ini telah diliputi kegelapan karena dosa dan kejahatan semakin merajalela di tengah-tengah dunia ini. Dalam hal ini kita membutuhkan Yesus Kristus yang akan menerangi hati umat manusia. Itulah salah satu maksud dan tujuan kedatangan Yesus Kristus.
Di ayat 11 dikatakan, Yesus Kristus datang atau hadir di tengah-tengah dunia ini, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Yang dimaksud di sini ialah, orang-orang yang hidupnya terlepas dari Yesus Kristus dan yang hidupnya tidak sesuai dengan kehendak dan ajaran Yesus. Itulah yang tidak mengenal Yesus. Ada juga banyak orang yang menolak kehadiran Yesus Kristus. Hal itu terjadi sejak kelahiran Yesus di tengah-tengah dunia ini, hingga saat ini. Berbagai cara dilakukan oleh banyak orang untuk menolak Yesus Kristus, dengan cara menolak kehadiran orang yang percaya kepada Yesus Kristus, dengan melakukan penolakan, pengejaran, pengusiran, bahkan penganiayaan dan pembunuhan. Termasuk menolak kehadiran gereja di dunia ini; itu juga adalah bentuk penolakan kepada Yesus Kristus.
Tetapi banyak orang telah percaya kepada Yesus Kristus, yang telah menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidupnya. Orang-orang yang telah percaya inilah yang diberi kuasa menjadi anak-anak Allah. Menjadi anak di dalam Kerajaan Allah, itu berarti menjadi pewaris di dalam Kerajaan Allah, yaitu mewarisi kehidupan yang kekal. Itulah anugerah keselamatan bagi orang beriman. Orang yang menerima Yesus, hatinya akan diterangi dan ia akan berjalan sesuai dengan kehendak Yesus Kristus.
Kalau dalam ayat 17 dikatakan: “sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.” Kita tahu dalam Perjanjian Lama, Tuhan memberikan 10 Hukum Taurat kepada bangsa Israel dengan perantaraan Musa, yang akan menjadi aturan dan pedoman hidup bagi mereka. Tetapi kasih karunia atau anugerah hanya diperoleh melalui iman kepada Yesus Kristus. Kasih karunia terbesar bagi orang beriman adalah keselamatan. Kematian Yesus Kristus di kayu salib adalah untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa dan maut. Kasih karunia Yesus Kristus harus disambut dengan iman. Iman kepada Yesus Kristus itu bukan iman yang pasif atau statis, tetapi yang harus dikerjakan, iman yang harus berbuat. Yakobus mengatakan: “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” (2:17). Tunjukkan buah imanmu dalam perbuatan dan tindakan yang baik dalam hidup sehari-hari. Saudara-saudara,…terimalah Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, terimalah Dia sebagai terang yang menerangi hatimu, menerangi dan menuntun perjalanan hidupmu. Amin!
Doa Penutup:
Terimakasih Tuhan untuk berkat-Mu hari ini, yang boleh kami terima dan rasakan. Terimakasih untuk kesehatan, nafas kehidupan, yang senantiasa Tuhan anugerahkan dalam hidup kami. Kami bersyukur untuk Firman-Mu yang telah kami dengarkan. Kiranya Tuhan memeteraikannya di dalam hati kami, dan kiranya Tuhan memberikan kepada kami kekuatan, kemampuan dan ketekunan untuk melakukan firman dan kehendak-Mu dalam kehidupan kami sehari-hari. Dalam nama AnakMu Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami yang hidup, kami berdoa dan mengucap syukur. Amin!
Pdt. Manaris R. E. Simatupang, M.Th – Bendahara Umum HKBP



