Shalom Saudara/i terkasih dalam Yesus Kristus, sebelum kita mendengarkan renungan pada hari ini marilah kita berdoa!
Doa Pembuka: Kasih karunia dari Tuhan kita Yesus Kristus dan damai sejahtera dari Tuhan Allah kiranya memberkati kamu sekalian. Amin.
Firman Tuhan pada hari ini tertulis dalam 2 Korintus 4:7 demikian bunyinya: Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Demikian Firman Tuhan.
Harta dalam Bejana. Bapak ibu yang terkasih dalam Yesus Kristus, manusia sering menyimpan barang berharganya dalam brankas, lemari yang bagus dan tempat lainnya yang kuat dan tidak mudah rusak dimakan waktu. Tetapi ini berbeda dengan cara Yesus sebagaimana disampaikan Paulus, Yesus menampatkan hal berharga dalam tempat yang rapuh. Paulus menyebut dirinya harta dalam bejana artinya injil, terang Kristus, kemuliaan Allah, keselamatan, dan kuasa Roh Kudus dalam tubuh manusia yang rapuh, dan terbatas. Hal ini mengingatkan kita akan pengakuan siapa sebenarnya diri kita. Supaya nyata bahwa kita sepenuhnya bergantung pada Allah, buka karena kemampuan, prestasi, filsafat Yunani-Romawi pada waktu itu. Sehingga jemaat yang pada waktu itu meragukan kerasulannya karena dianggap lemah: sering menderita, tidak fasih berbicara, justru dapat melihat bahwa kuasa Allah justru dinyatakan melalui kelemahan manusia. Allah sengaja memilih yang lemah untuk mempermalukan yang kuat.
Untuk itu kita tidak boleh minder dengan kelemahan kita. Selemah apapun kita, Tuhan tidak pernah menolak kita. Luka, keterbatasan, dan kegagalan seringkali dipakai Tuhan untuk menunjukan kuasaNya. Di era media sosial sekarang kita mudah terjebak untuk menonjolkan diri dan pencitraan. Kita ingin kemuliaan Tuhan semakin nyata tetaoi sering jatuh sebab ingin nama kita ikut terangkat. Jangan-jangan selama ini di tempat kerja kita lebih menjaga citra dari pada kebenaran injil. Karena yang terpenting bukan siapa yang membawa injil itu tetapi seberapa murni injil diberitakan. Karena dalam ayat 8-9 jelas dikatakan bahwa bejana itu boleh saja retak, tetapi harta didalamnya tetap utuh. Kalau dalam pelayanan kita sering merasa kurang maksimal, itu wajar sebab kita bejana yang mudah retak. Ketika pelayanan terasa berat tetapi Tuhan mengingatkan kita ia mampu menguatkan sebab Tuhan hanya butuh ketaatan. Paulus sendiri menderita cambukan, penjara, penolakan, bahkan penyakit. Secara lahirian ia kelihatan gagal tetapi justru melalui hidupnya injil menyebar ke seluruh dunia. Mungkin kita kenal Fanny J Crosby yang buta sejak bayi, namun ia menulis lebih dari 8.000 lagu rohani. Ia pernah berkata, jika aku bisa melihat, mungkin aku tidak akan menulis lagu-lagu ini. Seseorang hamba Tuhan pernah berkata: saya mengenal Tuhan bukan dari mimbar tetapi dari doa ibu saya. Jadi bapak ibu jangan pernah meremehkan kelemahan orang lain tetapi lihatlah kuasa Tuhan dalam hidupnya. Itu menjadi kesaksian yang hidup bagi kita. Amin.
Doa Penutup: Terima kasih Tuhan untuk firmanMu yang sudah kami dengarkan yang mengajari kami bahwa kuasa injil-Mu nyata dalam setiap hidup kami. Kami memohon Tuhan berkatilah seluruh pelayanMu yang tetap memberitakan firman Mu agar selalu sehat dan tetap semangat dalam pelayanannya, begitu juga seluruh jemaatMu dan apa yang mereka kerjakan agar menjadi berkat bagi kami semua, ampuni kami dari seluruh dosa pelanggaran kami di dalam nama anakMu Tuhan Yesus Kristus kami sudah berdoa.
Kasih karunia dari Tuhan kita Yesus Kristus, kasih setia dari Allah Bapa serta penyertaan Roh Kudus kiranya memberkati kamu semua. Amin
Pdt. Mikha Uli Simanungkalit S.Si Teol – Staf Biro Urusan Dana Pensiun HKBP



