Renungan Harian HKBP Sabtu, 28 Februari 2026

 

  1. Doa pembuka

Bapa kami yang di Surga, Bapa yang Maha Kasih di dalam Tuhan Yesus Kristus, kami datang ke hadirat-Mu dengan hati yang penuh syukur. Kami percaya bahwa setiap nafas yang kami hirup adalah anugerah dari-Mu. Saat ini, ketika kami merenungkan firman-Mu, biarlah Roh Kudus bekerja di dalam hati kami, sehingga kami mengerti, merasakan, dan mengalami kebenaran-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.

  1. Renungan

TITUS 1 : 7

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat,

tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah”

 

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,

Hari ini kita hidup di zaman di mana orang sering dinilai dari penampilan, jabatan, dan kepandaian berbicara. Yang terlihat kuat dan percaya diri sering dianggap layak memimpin. Tetapi kenyataannya, banyak masalah muncul bukan karena orang tidak mampu, melainkan karena karakternya lemah.

Firman Tuhan dalam Surat Titus 1:7 mengingatkan:

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah.”

Paulus menulis ini kepada Titus yang sedang melayani di Kreta, tempat yang masyarakatnya keras dan moralnya tidak baik. Di tengah situasi seperti itu, Paulus tidak menekankan kepintaran atau strategi, tetapi karakter. Ia menyebut pemimpin sebagai “pengatur rumah Allah.” Artinya sederhana: gereja ini milik Tuhan. Kita hanya pengelola. Kita tidak berhak memakainya untuk kepentingan diri sendiri. Karena itu Paulus berkata: jangan angkuh. Jangan merasa diri paling benar. Jangan cepat marah. Jangan dikuasai emosi. Jangan serakah. Jangan menjadikan pelayanan atau kepercayaan sebagai alat mencari keuntungan.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Bukankah ini sangat cocok dengan keadaan kita sekarang? Kita hidup di zaman yang mudah tersinggung. Sedikit perbedaan bisa menjadi pertengkaran. Kadang dalam pelayanan pun muncul rasa ingin dihargai lebih, ingin diakui lebih. Firman ini mengajak kita bertanya: Jika hidup kita adalah “rumah Allah”, apakah cara kita bersikap sudah mencerminkan Dia? Di keluarga, apakah kita sabar? Di pekerjaan, apakah kita jujur? Di gereja, apakah kita rendah hati? Tuhan tidak terutama mencari orang yang hebat. Tuhan mencari orang yang setia dan berkarakter.

Mari hari ini kita belajar menjadi pengelola yang baik, mengelola emosi, mengelola perkataan, mengelola tanggung jawab, karena semuanya itu milik Tuhan. Kiranya hidup kita menjadi cerminan karakter Kristus, di mana pun kita ditempatkan. Amin.

  1. Doa Penutup

Ya Tuhan Allah Bapa kami, Engkaulah Pemilik hidup dan pelayanan kami. Kami hanyalah pengelola dari segala yang Engkau percayakan. Ampuni kami jika masih ada kesombongan, kemarahan, atau kepentingan diri dalam hati kami. Bentuklah karakter kami supaya semakin serupa dengan Kristus, rendah hati, sabar, jujur, dan setia. Tolong kami agar dalam keluarga, pekerjaan, dan pelayanan, kami menjadi pengelola yang dapat Engkau percayai. Biarlah hidup kami mencerminkan kemuliaan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.

CPdt. Johanes Sibarani

Scroll to Top