- Doa pembuka
Bapa kami yang di Surga, Bapa yang Maha Kasih di dalam Tuhan Yesus Kristus, kami datang ke hadirat-Mu dengan hati yang penuh syukur. Kami percaya bahwa setiap nafas yang kami hirup adalah anugerah dari-Mu. Saat ini, ketika kami merenungkan firman-Mu, biarlah Roh Kudus bekerja di dalam hati kami, sehingga kami mengerti, merasakan, dan mengalami kebenaran-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.
- Renungan
Matius 6 : 33
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,
maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Setiap orang pasti punya sesuatu yang sedang dicari. Ada yang mencari uang, ada yang mengejar masa depan, ada juga yang ingin hidup tenang. Namun sering terjadi, semakin kita mencari, justru kita semakin khawatir. Kita takut tidak cukup, takut gagal, takut masa depan tidak seperti yang kita harapkan.
Di tengah keadaan seperti itu, Yesus berkata:
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
Yesus tidak melarang kita bekerja atau mencari kebutuhan hidup. Tetapi Ia mengingatkan satu hal penting: “Jangan salah urutan”. Sering kali kita menaruh pekerjaan di atas segalanya, uang sebagai yang utama dan Tuhan hanya sisa waktu. Itulah yang membuat hidup kita mudah gelisah.
Yesus mengajak kita mengubah cara hidup: “Utamakan Tuhan lebih dulu”
“Carilah” berarti sungguh-sungguh mengejar.
“Dahulu” berarti menjadikan Tuhan yang nomor satu.
Artinya: Dalam keputusan ingat Tuhan, dalam pekerjaan libatkan Tuhan, dalam hidup andalkan Tuhan. Ketika Tuhan menjadi yang utama, kita belajar percaya bahwa Dia sanggup memelihara hidup kita.
Yesus juga memberi janji: “semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
Artinya bukan kita tidak akan mengalami kesulitan, tetapi Tuhan tidak akan membiarkan kita kekurangan.
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Masalah kita sering bukan karena Tuhan jauh, tetapi karena kita menaruh Tuhan bukan di tempat yang seharusnya. Hari ini kita diajak untuk bertanya pada diri sendiri: Apa yang paling utama dalam hidupku saat ini?
Jika Tuhan jadi yang pertama, hati akan lebih tenang. Hidup lebih terarah. Tetapi jika yang lain yang kita utamakan, kita akan terus merasa kurang, walaupun sudah banyak. Karena itu, mari “Menjadikan Tuhan sebagai yang terutama”. Sebab ketika Tuhan di tempat yang pertama, segala sesuatu yang lain akan mengikuti pada tempatnya. Amin.
- Doa Penutup
Ya Tuhan, Bapa kami yang di surga, kami bersyukur untuk Firman-Mu hari ini yang mengingatkan kami melalui Yesus Kristus agar kami mencari Engkau terlebih dahulu. Ampuni kami, Tuhan, karena sering kali kami lebih mengutamakan hal-hal lain daripada Engkau. Kami mudah khawatir, takut, dan terlalu mengandalkan diri sendiri.
Ajarlah kami, ya Tuhan, untuk menempatkan Engkau sebagai yang terutama dalam hidup kami. Dalam setiap langkah, keputusan, dan rencana kami, biarlah kehendak-Mu yang kami cari. Kami percaya, Engkau akan mencukupkan segala yang kami butuhkan. Tolong kami hidup dalam iman dan damai sejahtera-Mu. Di dalam nama Tuhan kami, Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.
CPdt. Johanes Sibarani



