Doa Pembuka : Tuhan yang penuh kasih, kami bersyukur untuk hari ini dan kesempatan untuk mendengarkan firman-Mu. Bukalah hati dan pikiran kami, supaya kami dapat memahami kehendak-Mu. Tuntun kami agar firman-Mu boleh menjadi terang dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan kami berdoa, amin.
Renungan : Kejadian 1 : 27
“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”
Bapak, Ibu serta Saudara yang terkasih di dalam kitab Kejadian 1 : 27 menyatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Ini adalah dasar teologis yang sangat penting, karena menunjukkan bahwa identitas manusia tidak berasal dari dunia, melainkan dari Sang Pencipta. Dalam konteks kehidupan sekarang, di mana nilai seseorang sering diukur dari prestasi, harta, atau pengakuan sosial, firman ini mengingatkan bahwa nilai sejati kita sudah ditetapkan oleh Tuhan sejak awal penciptaan.
Di era digital saat ini, banyak orang mengalami krisis identitas. Media sosial sering menampilkan standar kehidupan yang tampak sempurna, sehingga tanpa sadar kita membandingkan diri dan merasa kurang. Namun, sebagai gambar Allah, kita dipanggil untuk melihat diri kita melalui kacamata iman. Kita bukan sekadar apa yang dunia katakan, tetapi siapa yang Tuhan katakan ciptaan yang berharga dan penuh tujuan.
Lebih dari itu, menjadi gambar Allah berarti kita memiliki tanggung jawab untuk mencerminkan karakter-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, ini terlihat dari bagaimana kita bersikap: mengasihi orang lain, berlaku adil, berkata jujur, dan hidup dalam kebenaran. Dunia saat ini sangat membutuhkan pribadi-pribadi yang memancarkan nilai-nilai ilahi di tengah budaya yang sering kali individualistis dan penuh persaingan.
Namun, realitas dosa membuat gambar Allah dalam diri manusia menjadi rusak. Kita sering gagal mencerminkan kasih dan kebenaran Tuhan. Ego, iri hati, dan kesombongan masih menguasai hati manusia. Karena itu, kita membutuhkan pembaharuan yang terus-menerus dari Tuhan agar hidup kita dipulihkan dan semakin serupa dengan kehendak-Nya.
Proses pemulihan ini tidak terjadi secara instan. Dibutuhkan hubungan yang dekat dengan Tuhan melalui doa, firman, dan ketaatan. Di tengah kesibukan dan tekanan
hidup modern, kita sering lupa untuk memberi ruang bagi Tuhan bekerja dalam hidup kita. Padahal, justru di sanalah kita diperbaharui dan dikuatkan untuk menjalani kehidupan yang sesuai dengan panggilan kita sebagai gambar Allah.
Selain itu, pemahaman bahwa semua manusia adalah gambar Allah seharusnya mengubah cara kita memperlakukan sesama. Tidak ada alasan untuk merendahkan, membenci, atau menghakimi orang lain. Setiap individu memiliki nilai yang sama di mata Tuhan. Dalam dunia yang penuh perpecahan, kita dipanggil untuk menjadi pembawa damai dan menjunjung tinggi martabat setiap orang.
Akhirnya, bapak ibu, serta saudara yang terkasih, hidup sebagai gambar Allah bukan hanya tentang memahami identitas, tetapi juga menjalani panggilan. Kita dipanggil untuk menjadi terang di tengah kegelapan zaman ini. Ketika kita hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, kita tidak hanya menemukan makna hidup yang sejati, tetapi juga menjadi alat Tuhan untuk membawa perubahan bagi dunia di sekitar kita. Amin
Doa Penutup : Tuhan yang baik, terima kasih untuk firman yang telah kami dengar. Tolong kami agar mampu melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Sertai langkah kami dan berkati setiap aktivitas kami. Di dalam nama Tuhan kami berdoa, amin.
C.Pdt. Adelbert Y. Simangunsong, S.Th- LPP II di Kantor Biro TIK HKBP



