Ratapan 3:49-57
“Tuhan Dekat tatkala aku memanggil”
Ibu bapa dan suadaraku yang dikasihi Tuhan, selamat memasuki Minggu Invocavit. Nama minggu ini diambil dari Mazmur 91:15, “Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab”. Inilah inti dari perjalanan iman kita: sebuah seruan dari kedalaman hati.
Pernahkah Anda merasa hidup sedang diterpa berbagai masalah? Ada hari-hari di mana beban terasa begitu sesak, seolah air membanjir di atas kepala dan kita hanya bisa berbisik seperti Yeremia: “Binasa aku!” (Rat. 3:54). Di dasar lobang yang gelap itu, Yeremia tidak berpura-pura kuat; ia menangis. Namun, ia melakukan satu hal yang menjadi esensi dari Invocavit: ia berseru memanggil nama Tuhan dari tempat yang paling dalam.
Kondisi “dasar lobang” ini mengingatkan kita pada Yesus di padang gurun (Mat. 4:1-11). Di sana, dalam lapar dan kesepian, Yesus pun dicobai oleh iblis. Namun, baik Yeremia maupun Yesus menunjukkan satu kebenaran yang sama: di titik nadir, senjata kita bukanlah logika, melainkan ketergantungan penuh pada suara Allah. Yeremia memanggil nama-Nya, dan Yesus berpegang pada Firman-Nya.
Bagi kita yang hari ini sedang bergumul dengan ketidakpastian—entah itu soal ekonomi, keluarga, atau kesehatan—Minggu Invocavit mengingatkan bahwa Tuhan tidak jauh. Seperti Ia mendekat pada Yeremia dan berkata “Jangan takut” (Rat. 3:57), dan sebagaimana Yesus menang atas cobaan di padang gurun, Dia pun hadir di sini, di samping Anda.
Masalah kita mungkin belum selesai besok pagi, tapi ketakutanmu bisa berhenti sekarang. Sebab Dia yang telah menang di padang gurun, kini berdiri di sampingmu di dasar lobang, memegang tanganMu dan berbisik lembut: “Aku di sini, jangan takut.” Kemenangan kita bukan karena kita kuat, tapi karena kita melekat pada Dia yang telah menang. Amin.
Doa penutup
Ya Tuhan, Allah yang Penuh Kasih dan Perhatian.
Terima kasih karena Engkau tidak pernah menjauh saat kami jatuh ke dalam pergumulan kehidupan. Biarlah janji-Mu, yang menenangkan:’Jangan takut’, menjadi pelita di tengah kegelapan yang kami hadapi. Dalam Kristus kami berdoa, Amin.
Pdt. Daniel Napitupulu



