Renungan Harian  Senin, 10 Februari 2026

Syalom, bapak/ibu saudara/i dan seluruh jemaat yang terkasih, sebelum kita mendengarkan Firman Tuhan di hari ini, kita berdoa.
Doa Pembuka :
Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Amin.
Renungan
Nats Renungan kita pada hari ini tertulis dalam Roma 12:9. Demikian Firman Tuhan.
“Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.”
Saudari-saudari yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, pada masa Rasul Paulus, jemaat Roma hidup di tengah budaya yang penuh kepentingan. Kasih sering dipakai sebagai alat: untuk mendapat posisi, pengaruh, atau keuntungan. Karena itu pada nats ini Paulus tidak memulai dengan teori panjang tentang kasih, tetapi dengan peringatan tegas: kasih yang sejati tidak boleh palsu. Kasih yang pura-pura adalah racun rohani yang dari luar tampak baik, tetapi di dalamnya kosong dan berbahaya.
Saudara-saudari yang terkasih, kondisi seperti ini juga semakin terasa di zaman kita. Kita hidup di era pencitraan dimana senyum mudah dipamerkan, tetapi kejujuran makin sulit ditemukan. Orang bisa tampak rohani, aktif melayani, fasih berbicara tentang kasih, namun hatinya penuh kepentingan, iri hati, dan perhitungan. Kita terbiasa berkata, “Tuhan memberkatimu,” tetapi diam-diam berharap orang lain jatuh. Kita menyebut semua saudara, tetapi hanya mengasihi mereka yang menguntungkan kita.
Roma 12:9 mengajak kita berhenti hidup dalam kepalsuan rohani. Kasih sejati selalu berakar pada kejujuran hati. Yesus tidak pernah mengasihi dengan topeng. Ia tidak mendekati manusia untuk mendapat tepuk tangan, melainkan rela disalahpahami, ditolak, bahkan disalibkan. Kasih-Nya tidak berubah meski tidak berbalas yang menunjukka itulah kasih tanpa pura-pura.
Ayat ini juga mengaitkan kasih dengan tindakan moral sebagai tanggung jawab orang percaya yaitu: menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik. Artinya, kasih bukan sekadar perasaan atau kata-kata lembut, tetapi keberanian untuk berkata tidak pada dosa, termasuk dosa kemunafikan dalam diri kita sendiri. Kasih sejati selalu memilih kebenaran, meski itu menyakitkan dan menuntut pengorbanan.
Saudara-saudari, gereja masa depan tidak ditentukan oleh seberapa megah gedungnya atau seberapa canggih pelayanannya, tetapi oleh keikhlasan kasih umatnya. Dunia sudah lelah dengan kepalsuan. Yang mereka cari bukan orang Kristen yang sempurna, tetapi orang percaya yang tulus. Kasih yang mungkin sederhana, tetapi nyata. Kasih yang konsisten, bukan musiman.
Hari ini Tuhan memanggil kita untuk satu hal sederhana namun mahal: mengasihi tanpa topeng. Memulai dari keluarga, dari jemaat, dari cara kita berbicara dan memperlakukan sesama. Kiranya Roh Kudus menolong kita hidup dalam kasih yang murni kasih yang mencerminkan Kristus, hari ini, esok, dan sampai Tuhan datang kembali. Amin.


Marilah kita berdoa. Kami bersyukur ya Tuhan Allah kami untuk hari baru yang Engkau berikan. Saat ini kami boleh bersekutu bersama untuk mendengarkan firmanMu. Ajar kami ya Tuhan untuk selalu berharap dan berpegang teguh hanya kepadaMu. Biarlah rohMu ya Tuhan menguatkan kami untuk tetap berdiri dengan teguh di dalam iman kami kepadaMu. Biarlah hidup kami ya Tuhan menjadi berkat bagi banyak orang, lewat pekerjaan, pelayanan dan seluruh cara hidup kami. terimalah doa dan permohonan kami, di dalam nama anakMu Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.

 

Pdt. Nazar Nainggolan, S.Th

Scroll to Top