RENUNGAN MARTURIA: Kamis, 8 Januari 2026

Doa Pembuka:

Bapa yang Mahabaik, yang kami sembah di dalam Anak-Mu, Yesus Kristus, Tuhan kami, kami bersyukur atas kebaikan dan penyertaan-Mu di dalam kehidupan kami sampai saat ini. Pada waktu ini kami datang dengan hati yang rindu akan firman-Mu. Bukalah pikiran dan hati kami agar kami mampu mendengar, memahami, dan menghidupi kehendak-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.

Renungan:

Bapak Ibu yang dikasihi Tuhan, Firman Tuhan yang menjadi renungan kita hari ini tertulis dalam Lukas 4:18-19, demikian:

”Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Bapak-Ibu, salah satu ciri kehidupan kita hari ini adalah semuanya bergerak sangat cepat. Teknologi semakin maju, ekonomi berkembang, dan berbagai sistem dibuat untuk membuat hidup terasa lebih praktis. Kita seperti hidup di tengah cerita yang dibentuk masyarakat tentang apa yang dianggap berhasil, aman, dan layak dihargai. Ritme demikian membuat kita mudah merasa tertinggal dari orang lain, mudah membandingkan diri dengan orang lain, dan mudah cemas terhadap dunia sekitar kita. Tidak sedikit orang akhirnya merasa terjebak dalam kehidupan yang dibentuk berdasarkan ambisi, standar sosial, dan tekanan sehari-hari sering membuat kita kehilangan arah.

Di tengah keadaan itulah, Yesus datang dengan kabar yang sangat berbeda. Yesus menyatakan,

“Roh Tuhan ada pada-Ku… Aku datang membawa kabar baik… pembebasan… pemulihan… tahun rahmat Tuhan.”

Kalimat yang diucapkan Yesus ini adalah kalimat yang juga diucapkan oleh Nabi Yesaya (Yes. 61:1-2), yang disampaikan pada masa pasca-pembuangan Israel. Yesus mengutip kembali teks itu karena situasi umat Yahudi pada zaman-Nya memiliki kesamaan, yakni hidup miskin di bawah penjajahan Romawi, mengalami tekanan ekonomi dan sosial, serta merasa tertindas, sangat mirip dengan keadaan bangsa Israel setelah kembali dari pembuangan.

Firman Tuhan hari ini menegaskan bahwa Yesus datang untuk membawa kabar baik bagi yang merasa kecil, memulihkan hati yang terluka, membebaskan mereka yang tertawan oleh beban hidup, dan membuka jalan baru bagi yang kehilangan harapan. Ia mengumumkan tahun rahmat Tuhan, yaitu masa ketika Allah memberi kesempatan baru untuk bangkit dan dipulihkan. Yesus sengaja tidak melanjutkan bagian Yesaya tentang pembalasan karena fokus kedatangan-Nya adalah rahmat, bukan penghakiman (Yes. 61:2). Melalui diri-Nya, Allah menghadirkan kabar baik bagi yang tertekan, arah baru bagi yang bingung, dan kelegaan bagi mereka yang terikat oleh rasa bersalah, tekanan hidup, atau ketidakpastian masa depan, sebab banyak orang yang tidak terpenjara secara fisik pun tetap hidup dalam belenggu yang tidak terlihat.

Bapak Ibu yang dikasihi Tuhan, memasuki tahun yang baru ini, Yesus kembali mengingatkan bahwa Allah  telah menyatakan Tahun Rahmat-Nya melalui Yesus Kristus. Melalui Dialah, kita diberikan penyertaan dan tuntunan untuk mengatasi segala beban atau pun kekhawatiran kita. Tahun Rahmat Tuhan, berarti kita tidak dibiarkan berjalan sendiri di tahun ini, bahkan tahun-tahun berikutnya, tetapi ditolong dan disertai oleh-Nya. Mari percaya dan berharap teguh pada-Nya, sembari membenahi, menyerahkan dan memperbaharui hidup, agar kita sejalan dengan kehendak-Nya. Amin.

Doa Penutup:

Bapa yang Mahabaik, terima kasih atas firman-Mu yang telah kami dengar. Tolong kami untuk menghidupinya dalam kehidupan kami sehari-hari. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami berdoa. Amin.

CPdt. Daniel Purba

Scroll to Top