Yesus Datang untuk Menyelamatkan Orang Berdosa
Doa Pembukaan :
Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, kiranya memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Amin.
Renungan :
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Firman Tuhan untuk kita hari ini tertulis dalam Markus 2 : 17, yang berbunyi demikian : “Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
Perkataan Yesus ini merupakan jawaban atau respon Yesus kepada orang-orang Farisi yang bertanya kepada murid-murid-Nya: “Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Orang-orang Farisi merasa dirinya lebih suci dan lebih benar dari orang lain, sehingga menganggap rendah dan hina para pemungut cukai dan orang berdosa lainnya. Mereka tidak mau bergaul dengan orang-orang yang mereka anggap “berdosa”. Sebaliknya, Tuhan Yesus mau datang ke rumah pemungut cukai dan makan bersama-sama dengan mereka, karena Yesus mengasihi mereka dan memanggil mereka untuk mendengar kabar baik dan menerima keselamatan. Bagi Yesus, orang-orang seperti itulah yang perlu untuk disapa dan dilayani agar mereka mengenal kebenaran. Karena itu Yesus berkata: “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
Yesus menegaskan bahwa kedatangan-Nya ke dunia ini adalah untuk memanggil orang-orang berdosa agar mereka meninggalkan dosanya dan kembali ke jalan yang benar serta menerima anugerah Allah yaitu pengampunan dosa, keselamatan dan hidup yang kekal. Penegasan Yesus ini juga bertujuan untuk menegur dan menyadarkan orang-orang Farisi yang selalu merasa lebih benar dan lebih suci, agar bertobat dari kesombongan mereka. Seperti orang sakit yang memerlukan tabib atau dokter untuk mengobatinya, demikianlah orang berdosa memerlukan Juruselamat untuk menyelamatkannya.
Melalui firman Tuhan hari ini, kita diingatkan bahwa Tuhan Yesus begitu mengasihi orang-orang berdosa dan rela mati di kayu salib untuk menebus segala dosa kita. Penderitaan dan pengorbanan Yesus itulah yang kita ingat, renungkan dan hayati dalam masa-masa passion ini. Karena itu, marilah kita datang kepada Yesus untuk mengaku dosa-dosa kita dan memohon pengampunan. Seperti dikatakan dalam 1 Yohanes 1 ayat 9 : “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”.
Kita tidak bisa berjalan sendirian. Kita memerlukan Juruselamat yang menuntun kita agar tidak tersesat; yang menguatkan dan menghibur kita ketika iman kita lemah, yang memampukan kita dalam langkah juang kita dan membimbing kita sampai kepada hidup yang kekal. Dan Juruselamat itu adalah Yesus Kristus, Tuhan kita. Percayalah kepada-Nya dan ikutlah Dia sampai selama-lamanya. Amin.
Doa Penutup:
Kami bersyukur atas firman-Mu hari ini ya Tuhan Yesus, yang menyatakan bahwa Engkau datang ke dunia ini untuk menyelamatkan orang-orang yang berdosa. Begitu besar kasih-Mu ya Tuhan sehingga Engkau rela menderita dan mati di kayu salib untuk menyelamatkan kami orang yang berdosa dan hina ini, Terima kasih atas pengorbananmu bagi kami umat-Mu. Bimbinglah kami ya Tuhan agar kami senantiasa taat dan setia mengikut Engkau sampai selama-lamanya. Amin.
Terimalah berkat Tuhan :
Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih setia Allah Bapa dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian. Amin.
Pdt. Berton Hutapea, S.Th – Waka Biro Jemaat HKBP



