Renungan Harian HKBP Jumat, 9 Januari 2026

“Diberkati, Dijagai, Dirahmati”

Bilangan 6:24-26

Doa Pembuka:

Tuhan yang penuh kasih, kami datang kepada-Mu membawa hidup kami apa adanya. Di tengah berbagai keadaan yang kami jalani hari ini, sukacita, kelelahan, harapan, maupun kekhawatiran, kami datang kepada-Mu, kami rindu mendengar suara-Mu. Melalui firman-Mu, ajar kami untuk percaya bahwa hidup kami ada dalam penjagaan, berkat, dan rahmat-Mu. Dalam nama Yesus, kami berdoa,

Amin.

Amang/inang saudara/I yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Firman Tuhan yang menyapa kita hari ini diambil dari Bilangan 6:24-26 beginilah firman Tuhan:

24 Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;

25 Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

26 Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

 

Amang/inang, saudara-saudari yang terkasih di dalam Tuhan,

Firman ini dikenal sebagai berkat yang diucapkan oleh imam kepada umat saat itu. Namun berkat ini bukan sekadar penutup ibadah atau rangkaian kata indah yang dihafalkan. Di dalamnya, Allah sendiri sedang menyatakan sikap hati-Nya kepada umat-Nya. Tercatat, tiga kali nama TUHAN diucapkan, seakan menegaskan bahwa pusat dari kehidupan umat bukanlah keadaan, usaha, atau kemampuan manusia, melainkan Allah sendiri. Segala yang kita perlukan, baik penjagaan, berkat, kasih karunia, maupun damai sejahtera, semuanya bersumber dari Allah semata.

Pernyataan berkat ini lahir bukan dari situasi atau suasana yang nyaman dan ideal, melainkan dari perjalanan umat yang masih belajar percaya, masih sering goyah, dan masih menghadapi ketidakpastian. Namun justru di tengah kondisi seperti itulah Allah menghadirkan janji yang menenangkan, bahwa hidup umat-Nya tidak dibiarkan berjalan sendirian. Ketika berkat ini diucapkan, Allah seakan menunduk, mendekatkan diri dan berkata dengan lembut, ‘Aku menyertaimu’

Selanjutnya, ketika berkat “TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau.” diucapkan, kita diajak untuk meyakini bahwa Allah memberkati bukan hanya dengan pemberian, tetapi juga dengan menjaga. Kita perlu menyadari dan menerima bahwa hidup sering kali membawa kita pada hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan, seperti masa depan yang belum jelas, kesehatan, atau situasi yang berubah tiba-tiba, bahkan keamanan hidup sekalipun. Namun firman ini mengingatkan kita bahwa ada Penjaga yang setia, yang tidak pernah lengah dan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan selalu menghadirkan perlawatan yang tidak pernah kita duga dalam hidup kita dan membawa kita pada keyakinan bahwa akan selalu ada tangan yang menopang hidup kita, bahkan ketika kita tidak sanggup menopang diri sendiri.

Firman ini lalu berkata, “ Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;” Wajah Allah yang bersinar adalah wajah yang berkenan dan penuh kasih, bukan wajah yang menghakimi. Ia tidak berpaling ketika kita lelah, ketika kita gagal dan merasa tidak layak. Justru dalam kelemahan itulah kasih karunia-Nya dinyatakan. Kita diingatkan bahwa kita hidup bukan karena kita kuat, melainkan karena Allah, dan kemurahan hati-Nya, yang terus menghadapkan wajah-Nya kepada kita dan memberi anugerah yang memulihkan bagi kita.

Akhirnya, firman ini ditutup dengan janji yang meneduhkan: “Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.” Damai yang dimaksud bukanlah hidup tanpa luka atau masalah, melainkan keadaan ketika hidup penuh gumul dan juang, kita tetap bisa berjalan. Damai sejahtera lahir dari keyakinan bahwa Allah memperhatikan hidup kita secara pribadi, hadir dengan kepedulian yang penuh, dan tidak meninggalkan kita di tengah pergumulan.

Amang/inang, saudara/saudari yang terkasih. Firman Tuhan hari ini akhirnya mengundang kita menjalani hari dengan langkah yang lebih tenang dan berpengharapan. Hidup kita dijagai oleh-Nya, maka kita tak perlu larut dalam kekhawatiran. Hidup kita diberkati oleh-Nya, maka tak perlu kita cemas. Hidup kita dirahmati oleh-Nya, maka kita boleh belajar mengasihi dan mengampuni sesama. Dalam penjagaan, berkat, dan rahmat Tuhan, kita menemukan kekuatan untuk terus berjalan, satu hari demi satu hari, dan menjadi saluran damai sejahtera bagi dunia di sekitar kita.

Amin

Doa Penutup:

Tuhan Yesus yang penuh kasih, terima kasih atas firman yang mengingatkan kami bahwa Engkau senantiasa memberkati, menjaga, dan merahmati, serta menghadapkan wajah-Mu atas hidup kami. Jagalah kami hari ini, limpahi kami dengan kasih karunia-Mu, dan berikanlah damai sejahtera-Mu tinggal di hati kami. Ajarlah kami hidup dengan percaya dan menjadi pembawa damai bagi sesama. Di dalam nama Yesus Kristus kami berdoa.
Amin.

 

CPdt. Randi Simbolon, S.Si. Teol

 

Scroll to Top