Ephorus HKBP Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani dan Kelestarian Alam Pada Kegiatan Pengembangan Pertanian Berbasis AI di TSTH2 Pollung

Dokumentasi Foto

Humbang Hasundutan (1/4) – Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.S.T., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas inisiatif pengembangan sektor pertanian modern berbasis sains dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) di Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2). Hal ini disampaikannya saat menghadiri pertemuan strategis di kawasan TSTH2 Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, pada Rabu (1/4/2026).

Kunjungan strategis yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan. Rombongan meninjau langsung area pembibitan dan tata kelola pertanian mutakhir di TSTH2 Pollung, sebuah kawasan yang secara khusus diproyeksikan menjadi pusat riset dan pengembangan bioekonomi tropis unggulan di Indonesia bagian barat.

Dalam sambutannya, Ephorus HKBP menegaskan bahwa inovasi pertanian berbasis teknologi dapat menjadi solusi dan jalan keluar yang konkret untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan, terkhusus di kawasan Danau Toba. Program ini dinilai visioner karena sejalan dengan arah pembangunan ekonomi hijau. Ia menaruh harapan besar agar inovasi ini turut menyentuh kesejahteraan petani tradisional, termasuk para petani kemenyan yang selama ini dinilai belum menikmati hasil panen secara optimal.

Meskipun mendukung penuh langkah modernisasi, Pimpinan tertinggi HKBP ini memberikan catatan ekologis yang sangat penting. Ephorus mengingatkan bahwa keseimbangan antara inovasi teknologi dan kearifan lokal adalah hal mutlak. Tanah, hutan, dan segala ciptaan Tuhan harus dipandang sebagai entitas yang memiliki nilai serta martabat. “Pengelolaannya harus senantiasa memperhatikan kelestarian lingkungan hidup dan menghormati hak-hak masyarakat adat. Tanggung jawab kita kepada generasi mendatang adalah mewariskan mata air, bukan air mata,” tegas Ephorus.

Dukungan institusional HKBP pada kegiatan ini ditunjukkan melalui kehadiran unsur pimpinan pusat secara lengkap. Ephorus HKBP didampingi langsung oleh Sekretaris Jenderal HKBP Pdt. Rikson M. Hutahaean, M.Th., Kepala Departemen (Kadep) Koinonia Pdt. Dr. Deonal Sinaga, Kadep Marturia Pdt. Bernat Manik, M.Th., serta Kadep Diakonia Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min.

Selain tinjauan lapangan, kegiatan ini diisi dengan pemaparan materi dari kalangan akademisi dan pakar. Rektor Institut Teknologi Del, Arnaldo Sinaga, memaparkan fokus pengembangan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli. Penjelasan lebih teknis terkait program benih unggul, pertanian AI, dan rantai pasok industri dipresentasikan oleh Direktur TSTH2 Prof. Sri Fatmawati, Dr. Van Basten, dan Mr. Jianqiang Yang.

Pertemuan lintas sektor ini turut dihadiri oleh Ny. Devi Panjaitan br. Simatupang, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian. Sebanyak 200 undangan juga turut hadir, yang mencakup perwakilan tokoh agama (MUI, NU, pimpinan gereja lintas denominasi), tokoh adat, para pelayan penuh waktu, hingga jajaran Bupati se-Tapanuli Raya. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa dari Ephorus HKBP agar ikhtiar ini membawa berkat bagi generasi bangsa ke depan.

Scroll to Top