Syalom Bapak/ibu saudara-saudari yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita sangat bersyukur dan berterimakasih atas rahmat dan kasih setia-Nya sehingga kita boleh melewati malam gelap dan bangun dari tidur kita di pagi hari ini. Untuk menyambut berkat Tuhan hari ini dan sebelum kita melanjutkan perjalanan dan kegiatan kita mari kita terlebih dahulu menyerahkan hati dan pikiran kita untuk mendengarkan Firman Tuhan yang menjadi pedoman hidup kita dalam menjalani satu hari ini, kita berdoa!
Doa Pembuka: Ya Tuhan Allah sumber rahmat terima kasih untuk napas hidup dan hari baru yang Tuhan berikan kepada kami di hari ini, kami sambut hari ini penuh dengan rasa syukur kepadaMu. Sebelum kami melakukan aktivitas kami dalam satu hari ini terlebih dahulu kami ingin bersekutu dan menyerahkan hidup kami kepadaMu melalui FirmanMu yang akan kami dengarkan di pagi hari ini. Kiranya Tuhan memberkati hati dan fikiran kami agar kami boleh melakukannya dalam kehidupan kami sehari-hari. Dalam kasihMu kami berdoa dan mengucap syukur. Amin.
Bapak/ibu saudara-saudarai yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Firman Tuhan yang menjadi renungan kita dalam satu hari ini tertulis dalam Kitab Nehemia 2:20 “Aku Menjawab mereka, kataku: “Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hamba-Nya, telah siap untuk membangun. Tetapi kamu tak punya bagian atau hak dan tidak akan diingat di Yerusalem!”
Bapak/ibu, saudara-saudari yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Ada banyak hal tantangan yang kita hadapi ketika kita ingin melakukan pekerjaan yang hendak kita lakukan, baik dari segi internal maupun dari eksternal. Pekerjaan yang baik menurut kita belum tentu baik untuk orang yang ada disekeliling kita. Namun jika Tuhan berkehendak akan pekerjaan yang kita kerjakan maka tak satu orang pun yang bisa untuk menghalanginya. Demikian jugalah yang terjadi kepada diri Nehemia bin Hakhalya yang seorang juru minumuan kepercayaan Raja Artahasta dari Persia. Melihat tembok Yerusalem yang sudah runtuh dan pintu-pintu gerbangnya terbakar itu menjadi kemalangan bagi diri Nehemia. Melihat keadaan itu Nehemia bertekad ingin membangun kembali tembok yang sudah runtuh dan pintu-pintu yang sudah terbakar itu. Nehemia berusaha supaya rencana pemulihan itu bisa berjalan dengan lancar dan baik, dan itu ia lakukan bukan semata untuk kemegahan dirinya namun demi Kemuliaan Nama Tuhan.
Bapak/ibu Saudara yang terkasih dari rencana baik Nehemia tersebut ada beberapa orang yang tidak menyukai tembok dan pintu gerbang Yerusalem itu di bangun kembali yaitu Sanbalat orang Horon, Tobia orang Amon, dan Gesyem orang Arab, mendengar itu, mereka mengolok-olokkan dan menghina Nehemia, hal ini terjadi karena Sanbalat yang seorang Gubernur Samaria beserta kawan-kawannya merasa terancam secara politik, karena adanya iri hati dan tidak ingin Yerusalem pulih kembali, dan yang pastinya mereka mengiginkan pekerjaan Nehemia gagal. Namun hal yang baik dan yang menjadi renungan kita hari ini adalah respon Nehemia atas hinaan dan pengolok-olokan yang ia terima. Nehemia menjawab bahwa Allah semesta langit, Dialah yang membuat mereka berhasil sedangkan mereka hanya hamba-hamba-Nya yang siap untuk membangun. Nehemia mengakui bahwa kesuksesan pekerjaan itu bukan karena kekuatannya semata, namun karena Allah semesta langit yang turut andil dalam pekerjaan itu, dan Nehemia menyadari bahwa ia hanyalah seorang hamba yang siap dipekerjakan oleh Allah itu sendiri, dan dengan keras Nehemia menegur Sanbalat dan kawan-kawannya tidak punya hak atau bagian untuk mengagalkan pekerjaannya itu.
Demikian jugalah dengan kehidupan kita bapak/ibu saudara yang terkasih, banyak sekali orang yang mencoba untuk mengagalkan rencana atau niat baik kita dalam melakukan sesuatu, namun satu hal yang perlu kita ingat selagi pekerjaan itu kita lakukan untuk demi kemuliaan nama Tuhan maka tak satu orang pun yang berhak untuk mengagalkannya. Seperti Firman Tuhan yang tertulis dalam Lukas 1:37 “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” ini merupakan prinsip teologis yang menegaskan kedaulatan Tuhan yang absolut atas segala sesuatunya. Untuk itu marilah kita tetap melakukan hal-hal yang baik demi kemuliaan nama Tuhan. Amin.
Doa Penutup: Ya Tuhan Allah sumber segalaNya terimakasih untuk Firman-Mu yang boleh kami dengarkan di pagi hari ini, yang mengingatkan kami kembali atas kedaulatan Allah di dalam hidup kami, jika Tuhan berkehendak atas segala sesuatunya maka tak satu orang pun yang bisa untuk menghalanginya. Untuk itu Tuhan mampukan dan bimbinglah kami untuk melakukan firman-Mu di dalam kehidupan kami sehari-hari. Untuk kegiatan kami dalam satu hari ini biarlah Tuhan yang menuntun dan memelihara kami dalam nama AnakMu Tuhan Yesus Kristus kami berdoa dan mengucap Syukur. Amin.
“Anugerah Tuhan Kita Yesus Kristus, Kasih Setia Allah Bapa, dan Persekutuan Roh Kudus kiranya Menyertai kita semuanya. Amin. ”
C.Bvr. Lina N. Manalu, S.Ag- LPP II di Kantor Departemen Marturia HKBP



