Syalom Bapak/Ibu Saudara-saudari Yang terkasih didalam nama Kristus Yesus, kiranya di pagi hari ini kita semua di dalam keadaan sehat dan penuh sukacita yang dari pada Tuhan. Sebelum memulai aktifitas kita hari ini mari kita sama-sama untuk bersekutu dan berdoa kepada Tuhan. Oleh karena itu mari kita siapkan hati dan pikiran kita untuk saat teduh sejenak!
Doa Pembuka: Marilah Kita berdoa! Bapa di dalam Sorga, terima kasih Tuhan untuk segala anugerah yang masih kami rasakan hingga saat ini melalui nafas kehiduan yang Tuhan berikan kepada kami, kami datang dan bersujud kepadaMu melalui persekutuan kami ini untuk memuji dan memuliakan namaMu, sebelum kami melakukan aktifitas kami satu hari ini, kami mau menyerahkan semuanya itu hanya kedalam tangan pengasihanMu, kiranya Engkau yang memberikan kekuatan serta hikmat yang daripadaMu. Berkatilah hati dan pikiran kami dalam memuji dan mendengarkan Firman Tuhan. Di dalam Kristus kami berdoa, Amen.
Bapa/Ibu saudara/I yang terkasih di dalam nama Kristus Yesus Tuhan kita, Firman Tuhan yang mengawali aktifitas kita hari ini tertulis di dalam Markus 14 : 36   Demikian Firman Tuhan “Kata-Nya: “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki”
Judul : Bukan kehendak ku tetapi kehendakMu lah
Apa yang akan kita rasakan Ketika kita mengetahui akan akhir dari kehidupan kita di dunia ini? Tentu kita akan merasakan ketakutan, kegelisahan dan lain sebagainnya. Lalu, Apa yang menjadi harapan dalam kehidupan kita, jika kematian itu akan segera datang? Kita akan semaksimal mungkin untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan menyerahkan segala kehidupan hanya kepadaNya. Kekhawatiran ini muncul dalam diri kita sebagai tanda kelemahan manusia dalam melawan kematian itu, dan sebagai pengharapan yang besar dalam kehidupan kita akan keselamatan yang kita peroleh melalui kematian tersebut. Sebab ketakutan manusia terbesar adalah tentang waktu kematiannya.
Dalam Firman Tuhan kita hari ini itulah lah yang dirasakan oleh Yesus Ketika mengetahui akan akhir dari kehidupanNya, sebelum Ia disalibkan. Ia membangun keterikatan yang kuat kepada Allah dalam penyerahan kehidupanNya sebagai manusia, hal ini terlihat bagaimana Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes untuk menemani Dia dalam perenungan di malam itu di Getsemani. Takkala ini menunjukkan bagaimana kelemahan kedagingan manusia akan sebuah kematian, tentu manusia akan mengalami ketakutan dan kegelisahan.
Saudara-saudari yang terkasih di dalam Kristus Yesus, hari ini kita akan mengetahui lebih jauh apa yang ingin disampaikan Firman Tuhan. Bagaimana kita merespon akan sebuah penyerahan diri kepada Tuhan sehingga keimanan kita akan semakin teguh melalui hal-hal sebagai berikut :
Pertama : Ya Abba, ya Bapa. Ini adalah sebuah kata pertama yang keluar dari Yesus sebagai bentuk panggilan yang dekat antara seorang anak kepada Ayahnya. Perkataan ini bukan saja sebatas pemanggilan biasa, tetapi disini dapat kita lihat bagaimana Yesus dengan kerendahan dirinya mau menyampaikan apa yang menjadi kegelisahan dan kekhawatiran dalam diriNya. “Kemanusiaan” Yesus didunia ini melalui pemanggilannya kepada Bapa mau menunjukkan bagaimana hubungan kita dengan Allah menentukan bagaimana kita menghadapi Krisis dalam kehidupan. Yang menjadi pertanyaan kepada kita semua adalah, apakah kita selalu memanggil Allah dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari ? atau apakah kita hanya mengandalkan kekuatan diri kita saja ?. Yesus di dalam kehidupannya senantiasa untuk berseru dan memanggil nama Allah.
Penyerahan akan kelemahan diri manusia terwujud dari bagaimana Yesus menyerahkan diriNya dan pergumulanNya melalui ungkapan “tidak ada yang mustahil bagiMu” hal ini mengajarkan kita semua bahwa manusia memiliki segudang keterbatasan dalam menaklukkan dunia ini terlebih tentang kematian itu sendiri, namun Allah yang dikenal oleh Yesus dan yang kita kenal tidak memiliki keterbatasan, apa saja yang kelihatan tidak mungkin bagi manusia itu dapat mungkin bagi Allah.
Oleh karena itu kita sebagai manusia yang lemah yang penuh dengan keterbatasan di dalam menghadapi sebuah masalah, apa yang harus kita lakukan sebagai orang yang beriman kepada Tuhan? Maka Firman Tuhan hari ini mau mengajarkan kepada kita di dalam keimanan dan pengaharapan kita sebagai orang-orang yang percaya harus mampu mengatakan di dalam doa dan permohonan kita bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
Kedua, ambilah cawan ini daripada-Ku. Kata Cawan disini sebagai gambaran akan murka Allah atau penghakiman. Ketika Yesus mengatakan “Ambilah cawan ini daripadaKu” mau mengartikan bahwa Ia sedang mengalami ketakutan akan kematian secara fisik sebagai manusia, ini adalah momen dimana ada pertempuran batin yang luar biasa sebab Yesus akan menanggung dosa-dosa manusia di dunia ini.
Ini merupakan sebuah kejujuran dalam diri Yesus sebagai manusia dalam menghadapai persoalan yang ada, dia mau mengungkap semua yang dialamiNya, sebab dia yakin bahwa Allah yang dipanggilnya itu mampu mengambil/menyelesaikan permasalahan yang ada. Begitu juga kita manusia mau diajak bahwasannya tidak ada yang tersembunyi dari Allah atas pergumulan, ketakutan dan kekhawatiran di dalam diri kita. Sehingga jangan segan-segan untuk memberitahukan segala persoalan yang sedang kita alami. Sebab sebesar apapun yang menjadi persoalan dalam kehidupan kita, Ia mampu menolong dan menyelesaikan semuanya itu.
Ungkapan Yesus yang demikian mau mengatakan kepada kita bahwa manusia tidak dapat menyelesaikan segala persoalan yang ada dengan kekuatannya sendiri, akan tetapi manusia akan diberikan kekutan oleh Allah untuk dapat menyelesaikan persoalan itu, yang menjadi perenungan untuk kita semua adalah apakah kita mau berkata jujur dengan Tuhan terhadap apa yang menjadi pergumulan ataupun pengharapan kita ? atau bahkan kita merasa mampu untuk melakukan dan menyelesaikan semuanya itu dengan kekuatan kita sendiri ? Maka jangan lagi ada rasa kahwatir dalam menyelesaikan masalah itu, maka mintalah Allah yang maha Kuasa untuk mampu menolong kita.
Ketiga : Jadilah kehendakMu. Terkadang yang menjadi harapan dan permohonan kita tidak sesuai dengan apa yang terjadi dalam hidup kita, maka akan timbul perasaan mengatakan “Kok jadi begini, bukan ini yang aku minta” dan sebagainya. Akan tetapi di dalam Firman Tuhan hari ini mau meyakinkan keimanan kita, bahwa apa yang diberikan kepada kita itu merupakan hal yang terbaik dari apa yang kita minta, oleh karena itu jangan ada keraguraguan dalam kehiupan kita dalam menerima apa yang menjadi bagian untuk kita, sebab bukan kehendak kita terjadi melainkan hanya kehendakNya. Amin.
Doa Penutup: Marilah kita berdoa! Ya Allah Bapa kami yang bertahta di dalam kerajaan sorga, kami meyadari dan merasakan kelemahan iman kepercayaan kami, oleh karena itu mampukan kami dan ajarilah kami untuk senantiasa berpengharapan dan percaya hanya kepadaMu saja, sebab Engkau sajalah yang mampu memberikan kami kekuatan dalam menjalani kehidupan kami sehari-hari melalui segala pergumulan yang kami hadapi. Apapun yang menjadi harapan dan permohonan kami kiranya hanya kehendakMu sajalah yang terjadi. Oleh karena itu ajari kami Tuhan dan mampukan kami untuk menyerahkan kehidupan kami hanya kepadaMu. Di dalam Kristus Yesus kami berdoa. Amin.
C.Diak. Anastasya Sitorus, S.Ag- LPP III di Biro Sekolah Minggu HKBP



