Doa Pembuka: Allah Bapa yang kami kenal di dalam Anak-Mu, Tuhan Yesus Kristus, kami mengucap syukur atas anugerah kehidupan yang masih Engkau berikan kepada kami. Biarlah Engkau tetap membimbing langkah kehidupan kami, lewat terang Firman-Mu. Amin.
Bapak Ibu, saudara/i terkasih dalam Kristus Yesus,
Firman Tuhan yang menjadi renungan kita hari ini, Selasa 31 Maret 2026 diambil dari Lukas 5:32, demikian:
“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa supaya mereka bertobat.”
Coba kita hitung kesalahan yang telah kita buat selama ini. Coba kita hitung berapa kali kita menyakiti hati orang-orang terdekat kita semalam. Coba kita hitung berapa kali kita menyinggung perasaan orang di sekitar kita dalam satu minggu ini. Atau coba kita hitung, berapa kali kita mengabaikan suara hati kita sendiri, ketika tahu apa yang benar, tetapi tetap kita langgar, misalnya diam saat melihat ketidakadilan, padahal kita tahu seharusnya berkata benar. Kalau kita sungguh-sungguh menghitungnya, mungkin kita akan sampai pada satu kesimpulan, kita adalah orang berdosa, dan tidak layak di hadapan Tuhan.
Pandangan seperti ini kerap muncul di sekitar kita sebagai alasan untuk tidak datang ke gereja dan berjumpa dengan Tuhan. Ada yang merasa tidak layak karena hidupnya penuh kesalahan; ada pula yang merasa hidupnya tidak sesuai dengan ajaran Firman Tuhan. Akibatnya, muncul rasa malu dan takut untuk datang dan berjumpa dengan-Nya.
Tapi hari ini, Tuhan berkata pada kita,
“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa supaya mereka bertobat.”
Kata-kata ini muncul di tengah kritik orang-orang Farisi yang mempertanyakan mengapa Yesus makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. Bagi mereka, ada batas yang jelas, siapa yang layak, dan siapa yang tidak. Tetapi Yesus justru melampaui batas kelayakan itu. Sebab bagi Yesus, kelayakan bukan karena kemampuan kita, tapi hanya oleh anugerah-Nya.
Yesus memakai gambaran yang sederhana, “orang sakit membutuhkan tabib.” Artinya, kehadiran-Nya bukan untuk mereka yang merasa sudah “sehat” secara rohani, tetapi justru bagi mereka yang sadar bahwa dirinya sakit, rapuh, berdosa, dan membutuhkan pemulihan. Dalam terang ini, dosa bukan alasan untuk menjauh dari Tuhan, melainkan justru alasan untuk datang kepada-Nya.
Bapak Ibu, Saudara/i terkasih dalam Yesus Kristus,
Saat ini kita sedang menjalani Minggu Palmarum, kita mengingat Yesus yang masuk ke Yerusalem, bukan menuju takhta kemuliaan dunia, tetapi menuju salib dan pengorbanan, untuk memberikan kelayakan bagi semua manusia di hadapan Allah melalui darah-Nya. Ia datang untuk memberikan kita kelayakan dan keselamatan. Kita selamat bukan karena kekuatan kita, kita layak bukan karena kelayakan kita, tapi kita selamat dan layak hanya karena anugerah-Nya. Melalui-Nya, keselamatan itu terbuka bagi siapa saja yang mau menerima-Nya.
Marilah kita menyadari bahwa kelayakan yang diberikan Kristus mengundang kita untuk mendekat kepada-Nya bukan menjauh dari-Nya. Ia memanggil kita apa adanya untuk diubah. Ia tidak menjauh dari orang berdosa, melainkan dekat, duduk makan bersama, menyembuhkan, dan memulihkan. Panggilan itu masih berlaku hari ini. Seperti yang dikatakan Yesus untuk kita hidupi, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Amin.
Doa Penutup: Tuhan, terima kasih atas kebaikan-Mu, terlebih Firman hari ini. Bantu kami hidup dalam Firman-Mu setiap hari dan menjawab panggilan-Mu dengan iman dan ketaatan. Amin.
C.Pdt. Daniel R. Purba, S.Th- LPP I di Kantor Balitbang HKBP



