Renungan Harian HKBP: Jumat, 27 Maret 2026

 

  1. Doa pembuka

Bapa kami yang di Surga, Bapa yang Maha Kasih di dalam Tuhan Yesus Kristus, kami datang ke hadirat-Mu dengan hati yang penuh syukur. Kami percaya bahwa setiap nafas yang kami hirup adalah anugerah dari-Mu. Saat ini, ketika kami merenungkan firman-Mu, biarlah Roh Kudus bekerja di dalam hati kami, sehingga kami mengerti, merasakan, dan mengalami kebenaran-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.

  1. Renungan

HAGAI 1 : 5 – 6

“Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!

Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit;

kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas;

kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang.”

 

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,

Semua orang ingin hidup yang cukup. Kita bekerja supaya kebutuhan terpenuhi. Kita berusaha supaya masa depan aman. Kita ingin makan dengan tenang, tidur dengan damai, dan merasa puas dengan apa yang kita miliki.

Namun kenyataannya sering berbeda. Kita sudah bekerja keras, tetapi tetap merasa kurang. Kita sudah memiliki banyak hal, tetapi hati tidak benar-benar puas. Kita sibuk setiap hari, tetapi damai terasa jauh.

Keadaan seperti ini juga pernah dialami oleh bangsa Israel pada zaman Nabi Hagai. Dalam Kitab Hagai 1:5–6, Tuhan berkata: “Perhatikanlah keadaanmu! Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit… kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang… dan orang yang bekerja untuk upah, menaruhnya dalam pundi-pundi yang berlobang.”

Bangsa itu sudah kembali dari pembuangan. Mereka membangun rumah mereka sendiri. Mereka bekerja, menanam, dan berusaha. Tetapi mereka melupakan satu hal: rumah Tuhan tidak mereka bangun. Mereka sibuk dengan urusan sendiri, tetapi mengabaikan Tuhan. Karena itu Tuhan berkata, “Perhatikanlah keadaanmu.” Artinya: berhentilah sejenak dan lihat arah hidupmu. Masalah mereka bukan pada kurangnya usaha. Masalahnya adalah salah prioritas.

Bukankah ini juga bisa terjadi pada kita? Kita bisa rajin bekerja, tetapi jarang berdoa. Kita bisa mengejar karier, tetapi iman dibiarkan lemah. Kita bisa aktif dalam banyak hal, tetapi hubungan dengan Tuhan tidak bertumbuh. Firman ini mengingatkan bahwa kepuasan sejati bukan hanya soal hasil kerja, tetapi soal hubungan dengan Tuhan. Itulah sebabnya Yesus berkata dalam Injil Matius 6:33, “Carilah dahulu Kerajaan Allah…” Artinya jelas: Tuhan harus menjadi yang pertama. Bukan yang terakhir, Bukan sisa waktu, Bukan pilihan kedua.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, mungkin hari ini kita merasa lelah. Mungkin kita merasa sudah berusaha, tetapi belum melihat hasil yang memuaskan. Firman ini mengajak kita untuk tidak hanya menambah usaha, tetapi menata ulang hati. Letakkan Tuhan di pusat hidup.  Utamakan Dia dalam keputusan, pekerjaan, keluarga, dan pelayanan. Ketika Tuhan menjadi yang terutama, hidup tidak lagi terasa bocor. Kerja tidak lagi terasa sia-sia. Dan hati menemukan damai yang sejati. “Perhatikanlah keadaanmu.” Kiranya hari ini kita tidak hanya mendengar firman ini, tetapi melakukannya. Amin.

  1. Doa Penutup

Ya Tuhan Allah Bapa kami, Terima kasih untuk firman-Mu yang mengingatkan kami agar memperhatikan jalan hidup kami. Ampuni kami jika sering sibuk dengan urusan sendiri dan melupakan Engkau sebagai yang terutama. Tolong kami menata kembali hati dan prioritas kami. Ajarlah kami untuk mencari Kerajaan-Mu lebih dahulu, supaya hidup kami tidak sia-sia dan hati kami menemukan damai yang sejati di dalam Engkau. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.

CPdt. Johanes Sibarani

Scroll to Top